Analisis Kejadian Bencana Tanah Longsor Tanggal 12 Desember 2014 di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah

Main Article Content

Heru Sri Naryanto

Abstract

Abstrak

Kejadian bencana tanah longsor semakin sering terjadi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banjarnegara. Bencana tanah longsor kembali menimpa warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah pada hari Jumat, 12 Desember 2014 jam 17.30 WIB. Tipologi tanah longsor yang terjadi adalah tipe rotasi, yang kemudian ke arah bawah berkembang menjadi aliran debris akibat material longsoran yang bercampur dengan massa air yang sangat jenuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tanah longsor di Banjarnegara 12 Desember 2014 antara lain adalah: geomorfologi terbentuk oleh perbukitan di sedang sampai terjal, batuan penutup berupa soil berasal dari pelapukan batuan breksi vulkanik, terbentuknya rekahan batuan di bagian atas mahkota longsor, curah hujan yang sangat ekstrim, terbentuk mataair pada bagian atas dan tengah bukit, tataguna lahan yang sudah banyak berubah dan aktivitas manusia yang sudah menjarah daerah kritis. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tanah longsor, tetapi dari hasil analisis ada tiga faktor utama penyebab terjadinya tanah longsor yaitu: terjadinya hujan ekstrim (lebat) selama tiga hari berturut-turut sebelum terjadi longsor, topografi pembentuk tanah longsor sangat terjal, tanah (soil) hasil pelapukan batuan sangat tebal dan bersifat menyerap air sehingga mudah jenuh. Berkaitan dengan hal tersebut sangat dibutuhkan berbagai kegiatan pengurangan risiko bencana (PRB) untuk meminimalisasi jumlah korban baik jiwa maupun harta.

 

Kata kunci: Tanah Longsor, Banjarnegara, Topografi Terjal, Soil Tebal, Curah Hujan Ekstrim, Pengurangan Risiko Bencana

Article Details

Section
Articles

References

Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, 2014. Data Bencana Tanah Longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar.

BPPT, 2014. Kajian Spasial Rata-Rata Curah Hujan Harian Banjarnegara 9-11 Desember 2014. Laporan Intern, tidak dipublikasikan.

BPS Kabupaten Banjarnegara, 2014. Kecamatan Dalam Angka Kecamatan Karangkobar 2014.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

Condon, W.H., Pardyanto, L., Ketner, K.B., 1975. Lembar Peta Geologi Lembar Banjarnegara dan Pekalongan, Jawa, Skala 1 : 100.000. P3G, Bandung.

Naryanto, H.S., 2011. Analisis risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Penanggulangan Bencana, BNPB.

Naryanto, H.S., 2013, Analisis dan evaluasi kejadian bencana tanah longsor di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat Tanggal 25 Maret 2013, JSTMB, Vol. 8, No. 1, Tahun 2013, hal. 39-49.

Naryanto, H.S., Soewandita, H., & Putra, A.P., 2015. Fakta dan Analisis Kejadian Bencana Tanah Longsor (Gerakan Tanah) di Dusun Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara Tanggal 12 Desember 2014. Laporan Kajian Cepat (Rapid Assessment), BPPT, tidak dipublikasikan.

Naryanto, H.S., Wisyanto, Purwonugroho, S.P., Tejakusuma, I.G., Marwanta, B., & Prawiradisastra, S., 2010. Pengkajian dan Penerapan Teknologi Model Pemantauan Kawasan Rawan Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Tawangmangu, Provinsi JawaTengah. BPPT, Laporan, tidak diterbitkan.

Putra, A.P., 2015, Pemetaan Morfologi dan Batas Areal Terdampak Bencana Tanah Longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, PTLWB-BPPT, Laporan Intern, tidak dipublikasikan.

Soewandita, H., 2015. Faktor Tanah dan Tataguna Lahan Yang Berpengaruh Terhadap Bencana Tanah Longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara. PTLWB-BPPT, Laporan Intern, tidak dipublikasikan.