ANALISIS PATAHAN BAWAH PERMUKAAN DARI PENGUKURAN GEOLISTRIK UNTUK ANTISIPASI BENCANA GEMPA DI KABUPATEN GROBOGAN

Heru Sri Naryanto

Abstract


ABSTRAK

Pembangunan yang sangat pesat di Kabupaten Grobogan harus seiring dengan keamanan dan keselamatan terhadap produk dari pembangunan tersebut. Kabupaten Grobogan termasuk salah satu kawasan yang rawan terhadap bahaya gempa. Bencana gempa berpotensi merusak segala infrastruktur yang sudah terbangun, termasuk keselamatan jiwa. Struktur patahan bisa menjadi penyebab pemicu terjadinya gempa, serta merupakan zona lemah yang mudah rapuh apabila terjadi gempa. Banyak sekali struktur patahan yang terdapat di Kabupaten Grobogan. Penelitian kondisi geologi bawah permukaan sangat penting untuk memberikan informasi yang detil segala sesuatu yang ada di bawah permukaan termasuk struktur patahannya. Salah satu metodologi analisis bawah permukaan adalah dengan pengukuran geolistrik. Pengukuran geolistrik dilakukan pada 5 lintasan pada 3 kecamatan di Kabupaten Grobogan, yaitu: Kecamatan Pulo Kulon, Kecamatan Kradenan dan Kecamatan Gabus. Pengukuran geolistrik dilakukan sebagian besar di atas endapan aluvial, dimana patahan tidak terekspose di permukaan. Dijumpai banyak patahan berdasarkan analisis data dari 5 lintasan geolistrik. Patahan yang banyak dijumpai adalah patahan turun (normal) dan sebagian patahan geser. Untuk keselamatan masyarakat maka perlu mitigasi bencana gempa pada kawasan yang dilalui patahan. Untuk penataan kawasan yang aman berkelanjutan, diperlukan konstruksi bangunan yang kuat apabila dibangun di atas kawasan patahan.

 

Katakunci: Pengukuran geolistrik, bawah permukaan, patahan, gempa, mitigasi


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Bemmelen, V. 1949. The Geology of Indonesia. Martinus Nyhoff. The Haque. Nederland.

BPS Kabupaten Grobogan. 2017. Grobogan Dalam Angka.

Datun, M. Sukandarrumidi, B. Hermanto, N. Suwarna. 1996. Peta Geologi Lembar Ngawi, Jawa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Harnindra, V.A., B. Sunardi, dan B.J. Santosa. 2017. Implikasi Sesar Kendeng Terhadap Bahaya Gempa dan Pemodelan Percepatan Tanah di Permukaan di Wilayah Surabaya. Jurnal Sains dan Seni ITS, Vol. 6, No.2: 2337-3520 (2301-928X Print)

Kementerian PU. 2010. Peta Zonasi Gempa Tahun 2010.

LIPI, 2018. Penelitian Jalur, Karakteristik dan Dampak Patahan Aktif Penghasil Gempabumi yang Mengancam Kota Besar di Indonesia. [terhubung berkala]. http://geotek.lipi.go.id/?page_id=5328.

Naryanto, H.S. 2015. Analisis Konfigurasi Bawah Permukaan Daerah Potensi Tanah Longsor (Gerakan Tanah) dengan Metode Pengukuran Geolistrik di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Riset Kebencanaan Indonesia (JRKI), Vol. 1 No. 1 Tahun 2015.

Naryanto, H.S. 2016. Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor (Gerakan Tanah) di Indonesia. BPPT Press, 152 hal.

Naryanto, H.S., Wisyanto, L. Sumargana, R. Ramadhan, dan S. Prawiradisastra. 2016. Kajian Kondisi Bawah Permukaan Kawasan Rawan Longsor dengan Geolistrik untuk Penentuan Lokasi Penempatan Instrumentasi Sistem Peringatan Dini Longsor di Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut. Jurnal Riset Kebencanaan Indonesia (JRKI), Vol. 2 No. 2, Oktober 2016: pp. 161-172.

PUSGEN, 2017, Peta sumber dan bahaya gempa Indonesia, Kementerian PUPR

Soehaimi, A., 2008. Seismotektonik dan Potensi Kegempaan Wilayah Jawa. Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 3 No. 4 Desember 2008: 227-240.

Sugiyanto, D.., Zulfakriza, N. Ismail, F. Adriansyah, I. Meilano dan H.Z. Abidin. 2011. Analisa Deformasi Permukaan Patahan Aktif Segmen Seulimum dan Segmen Aceh. Prosiding Hasil Penelitian Kebencanaan, TDMRC, Unsyiah, Banda Aceh 13-19 April 2011.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Alfabetha, Bandung.

Supartoyo, 2018. Mengenal Sesar Aktif. [terhubung berkala]. http://geomagz.geologi.esdm.go.id/mengenal-sesar-aktif/.




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/alami.v2i2.3053

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.29122/alami.v2i2.3053.g2672

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


bla 9