KAJIAN JENIS MINERALOGI LEMPUNG DAN IMPLIKASINYA DENGAN GERAKAN TANAH

Dyah Nursita Utami

Abstract


Indonesia merupakan daerah beriklim tropis yang terletak pada lokasi geografis khatulistiwa, menyebabkan sebagian wilayah di Indonesia ditutupi oleh jenis tanah dari pelapukan batuan yang berlangsung intensif. Perpaduan dengan topografi yang bervariasi menyebabkan Indonesia mempunyai kerentanan tinggi terhadap adanya bencana gerakan tanah. Dari proses diagenesis dan dekomposisi batuan, tanah yang terbentuk di Indonesia mempunyai sifat ekspansif yang sangat rentan menjadi pemicu gerakan tanah. Dari proses ini juga akan mempengaruhi kelimpahan mineral lempung beserta sifat-sifatnya. Mineral lempung yang menjadi penyusun sebuah tubuh tanah sangat mempengaruhi sifat tanah yang terbentuk, baik sifat kimia, sifat biologi, dan sifat fisik tanah. Mineral lempung yang menyusun dan terdapat pada tanah lunak atau tanah ekspansif mempunyai karakteristik pembawa sifat geoteknik dan geokimia yang dapat mempengaruhi apapun yang ada di atasnya. Kajian ini bertujuan mengetahui tipe dan sifat dari mineralogi lempung, serta implikasinya terhadap gerakan tanah. Oleh karena itu, pemahaman karakter tipe mineralogi lempung sangat penting dalam mitigasi bencana gerakan tanah di wilayah rawan gerakan tanah.

Kata kunci: jenis tanah, ekspansif, mineral lempung, mitigasi gerakan tanah


Full Text:

PDF

References


Bambang, dkk. 2006. Karakterisasi Tanah-Tanah berwarna Hitam hingga Merah di atas Formasi Karst Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol. 6 No.1 2006: 39-46. Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Benjamin S. Ponto, John C.Berg. 2018. Clay particle charging in apolar media. Appllied Clay Science Vol. 161, 1 September 2018: 76-81. https://doi.org/10.1016/j.clay.2018.04.016

Grim, R. E. (1968). Clay Mineralogy, 2nd Edition. New York: Mc.Graw-Hill

Grim, R.E., 2003, Clay Mineralogy, New York: Mcgraw Hill Book Company.

Hardjowigeno,S. 1987. Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.

Husain, Ratna. 2015. Geokimia Mineral Lempung dan Implikasinta terhadap Gerakan Tanah. Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.

Kim. H. Tan, (1951), Dasar-Dasar Kimia Tanah. Balai Penelitian Perkebunan, Bogor. Gajah Mada University Press. Bulaksumur. Yogyakarta.

M.Schäbitz, dkk. 2018. Microstructures in landslides in northwest China – Implications for creeping displacements. Journal of Structural Geology. Volume 106, January 2018, Pages 70-85.

Priyono, Kuswaji Dwi. 2012. Kajian Mineral Lempung Pada Kejadian Bencana Longsorlahan Di Pegunungan Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum Geografi, Vol. 26, No. 1, 54 Juli 2012: 53 - 64

Rayes, Dr. Ir. M. Luthfi, M.Sc. 2006. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan. Andi Publisher. Yogyakarta.

Widiatmono, K., Siswanto H. 2007. Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Kapur Pertanian (CaCO3) Di Daerah Rawa Pening Kabupaten Semarang. Jurusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro. Semarang.

Yulianti, A., Sarah, D., dan Soebowo, E. (2012). Pengaruh Lempung Ekspansif Terhadap Potensi Amblesan Tanah Di Daerah Semarang. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan Vol. 22 No. 2 (2012), 93-104.




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/alami.v2i2.3095

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.29122/alami.v2i2.3095.g2678

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


bla 9