KAJIAN KERENTANAN BANGUNAN PASCA GEMPA LOMBOK 5 AGUSTUS 2018

Mulyo Harris Pradono

Abstract


Pada tanggal 5 Agustus 2018 terjadi gempa dengan kekuatan M7,0 di daratan Pulau Lombok dengan kedalaman 10 km. Gempa menimbulkan kerusakan yang signifikan pada bangunan-bangunan baik bangunan rumah maupun gedung. Salah satu bangunan yang banyak rusak adalah masjid. Karena masjid merupakan bangunan yang digunakan untuk umum dan memiliki karakteriktik struktur yang khas, maka kajian dipusatkan pada bangunan masjid. Masjid-masjid yang dikaji mengalami kerusakan tapi tidak runtuh, sehingga perolehan data dapat dilakukan misalnya berupa kuat tekan beton, dimensi tulangan, dan dimensi struktur (balok, kolom, dan pelat beton). Hasil datanya kemudian dimasukkan dalam program analisis struktur untuk mendapatkan model struktur dan pada model tersebut kemudian dilakukan simulasi beban gempa agar diketahui pada beban gempa berapa struktur mengalami kerusakan.

Full Text:

PDF

References


Standar Nasional Indonesia. 2012. Tatacara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, SNI 1726:2012, Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia. 2013. Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, SNI 2847:2013, Badan Standardisasi Nasional.

Kementerian PUPR. 2011. Desain Spektra Indonesia, puskim.pu.go.id/Aplikasi/desain_spektra_indonesia_2011/




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/alami.v2i2.3109

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.29122/alami.v2i2.3109.g2677

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


bla 9