Kajian Dampak Perubahan Iklim Terhadap Degradasi Tanah

Main Article Content

Dyah Nursita Utami

Abstract

ABSTRACT

Natural disasters that occur in Indonesia are disasters caused by climate change, such as landslides, floods, flash floods, droughts, forest and land fires, crop failures and other natural disaster. Climate change such as rainfall trends, temperature trends, normal changes in rainfall, extreme climate changes greatly affect the balance of the environmental ecosystem which then becomes one of the triggers of natural disasters that occur. For example changes in high rainfall will affect the physical, biological and chemical nature of the soil which makes soil prone to soil erosion and even landslides can occur. Extreme changes in air temperature also affect soil degradation resulting in soil compaction, fractures, acidification and reduced soil organic matter and biodiversity of soil biota, so that plants lack nutrients and eventually crop failure occurs.Because of that basis, the study of the impacts of climate change on soil properties needs to be done in the hope that they can take the right steps in dealing with climate change, so that the environment has resilience in dealing with climate change

 

Keywords: climate change, soil degradation, environmental resilience

 

ABSTRAK

Bencana alam yang terjadi di Indonesia merupakan bencana yang banyak disebabkan oleh adanya perubahan iklim, seperti tanah longsor, banjir, banjir bandang, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gagal panen serta bencana alam lain sebagainya. Perubahan iklim seperti tren curah hujan, tren suhu, perubahan normal curah hujan, ekstrem perubahan iklim sangat mempengaruhi keseimbangan ekosistem lingkungan yang kemudian menjadi salah satu trigger bencana alam itu terjadi. Sebagai contoh perubahan curah hujan yang tinggi akan mempergaruhi sifat tanah secara fisik, biologi dan kimiawi yang menjadikan tanah rawan terkena erosi tanah bahkan dapat terjadi tanah longsor. Perubahan suhu udara yang ekstrim juga berpengaruh terhadap degradasi tanah sehingga terjadi pemadatan tanah, rekahan, pengasaman serta berkurangnya bahan organik tanah serta biodiversitas biota tanah, sehingga tanaman kekurangan unsur hara dan akhirnya terjadi gagal panen. Karena dasar itulah kajian dampak perubahan iklim terhadap sifat-sifat tanah perlu dilakukan dengan harapan dapat mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi perubahan iklim, sehingga lingkungan mempunyai ketangguhan (resilience) dalam menghadapi perubahan iklim.

 

Kata kunci: perubahan iklim, degradasi tanah, ketangguhan lingkungan.

Article Details

Section
Articles

References

Agus F, dan Widianto. 2004. Petunjuk Praktis Konservasi Tanah Lahan Kering. World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia. Bogor. 102 pp.

Archenita, Dwina., S. Ningsih, Liliwarti, dan Z. Mirani. 2013. Perilaku Siklus Drying Wetting terhadap Kuat Geser Tanah untuk Menentukan Kestabilan Lereng pada Ruas Jalan Padang – Bukittinggi (Lembah Anai). Poli Rekayasa 8(2): 8-19.

Arsyad S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press.

Bartholomew, D.P., Paull, R.E. and Rohrbach, K.G. 2003. The Pineapple: Botany, Production and Uses. CABI Publishing, Wallingford, UK. p 1301.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). 2019. Ekstrem Perubahan Iklim. https://www.bmkg.go.id/iklim/?p=ekstrem-perubahan-iklim

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). 2019. Perubahan Normal Curah Hujan.

https://www.bmkg.go.id/iklim/perubahan-normal-curah-hujan.bmkg

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). 2019. Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman. https://www.bmkg.go.id/iklim/ketersediaan-air-tanah.bmkg?p=tingkat-ketersediaan-air-bagi-tanaman-juli-2019&tag=&lang=ID

BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). 2019. Tren Kejadian Bencana 10 tahun terakhir. http://dibi.bnpb.go.id/

Hadisusanto, Nugroho. 2010. Aplikasi Hidrologi. Yogyakarta: Jogja Media Utama.

Hairiah, K., S. Rahayu, D. Suprayogo, dan C. Prayogo. 2016. Perubahan Iklim : Sebab dan Dampaknya terhadap Kehidupan. World Agroforestry Centre (ICRAF) dan Universitas Brawijaya.

Hidayati, D., E. Aldrian, D. Sucahyono, A.Y. Abdurrahim, G.A.K Surtiari, H. Yogaswara. 2012. Perubahan Iklim. Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Adaptasi Petani dan Nelayan Melalui Radio. Indonesia Climate Change Trust Fund, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change). 2007. Impact, Adaptation, and Vulnerability. Working Group II Report. M.L. Parry, O.F. Canziani, J.P. Palutikof, P.J. van der Linden and C.E. Hanson (eds). Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom and New York, NY, USA.

IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change). 2019. Special Report Global Warming of 1.5 °C . Summary for Policymakers. https://www.ipcc.ch/site/assets/uploads/sites/2/2019/02/SPM1_figure-final.png

Islami, T. dan W.H. Utomo. 1995. Hubungan Tanah, Air dan Tanaman. IKIP Semarang Press.

Kementerian Lingkungan Hidup, 2018. Pemantauan kebakaran hutan dan Lahan di Indonesia. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2018.

Komara, M. 2006. Pengaruh Perendaman terhadap Kelarutan Besi, Mangan dan Fosfor pada Andisol dan Oksisol.Skripsi. IPB.Bogor.

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 1992. Kerangka Kerja Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC).

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). 2013. Meneropong Dampak Perubahan Iklim. https://www.lapan.go.id/index.php/subblog/read/2013/319/Meneropong-Dampak-Perubahan-Iklim/1637

Nearing MA, Pruski FF, and O’Neal MR. 2004. Expected climate change impacts on soil erosionrates: A review. Journal of Soil and Water Conservation 59 (1): 43-50.

PVMBG, 2019. Laporan Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kp. Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kec. Nyalindung, Kab. Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Diakses pada 14 Agustus 2019 dari http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gerakan-tanah/kejadian-gerakan-tanah/2507-laporan-pemeriksaan-gerakan-tanah-di-kp-gunungbatu-desa-kertaangsana-kec-nyalindung-kab-sukabumi-provinsi-jawa-barat

PVMBG. 2019. Laporan Pemeriksaan Amblasan Tanah Di Kp. Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kec. Kadudampit, Kab. Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Diakses pada 14 Agustus 2019 dari http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gerakan-tanah/kejadian-gerakan-tanah/2506-laporan-pemeriksaan-amblasan-tanah-di-kp-legoknyenang-desa-sukamaju-kec-kadudampit-kab-sukabumi-provinsi-jawa-barat

Sudaryono. 2009. Tingkat kesuburan tanah Ultisol pada lahan pertambangan batu bara Sangatta, Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Lingkungan 10(3),337-346.

Sudirman, Sinukaban N, Suwardjo H, dan Arsyad S. 1986. Pengaruh tingkat erosi dan pengapuran terhadap produktivitas tanah. Penelitian Tanah dan Pupuk 6: 9-14.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2009 Tentang Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika.

Van der Kamp J, Yassir I, and Buurman P. 2009. Soil carbon changes upon secondary succession in Imperata grasslands (East Kalimantan, Indonesia). Geoderma 149: 76-83.

WWF. 2013. Laporan IPCC: Perubahan Iklim Nyata, Umat Manusia Hadapi Ancaman Serius. https://www.wwf.or.id/?29541/Laporan%2520-IPCC-ke-5-kelompok-kerja-1

Yudayana, DP. 2001. Pengaruh variasi tegangan air pori negatif terhadap perubahan tegangan geser pada lempung kaolinite. Pasca Sarjana Geoteknik. Institut Teknologi Surabaya.

Yustika, R.D., Fahmaddin Agus. 2014. Konservasi Tanah dalam Beradaptasi terhadap Perubahan Iklim. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementrian Pertanian.