Model Penurunan Tinggi Muka Air Tanah Setelah Kejadian Hujan di Lokasi Sistem Peringatan Dini Longsor di Kampung Jatiradio, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat

Main Article Content

Mr Prihartanto

Abstract

Abstract

Landslide events that have occurred  in Jatiradio, Cililin Village, Cililin District, West Bandung Regency triggered the installation of a Landslide Early Warning System (LEWS). The equipmentl transmits data such as rainfall and ground water level for every hour which is detected from rain gauge sensors and pressure transducers. The relationship between rainfall and ground water level is important to understand in order to know the fluctuttion patterns that trigger landslides. Therefore, mathematical model of the decline in groundwater level every time after the rainfall in Jatiradio, Cililin Village, Cililin District, West Bandung Regency during the 2019 rainy season was made. Thus, it can be seen the relationship between rainfall patterns and water level fluctuations in certain rainfall periods.

The method used in producing the model is a regression model using spreedsheet software. Regression equations and coefficients of determination were obtained to analyze the relationship of ground water level to rainfall. The results of mathematical modeling between ground level I (23-24 February 2019) and II (24-25 February 2019) are linear to rainfall, except for the decline in groundwater level III which occurred on February 25-28, 2019 which shows exponential relationship, meaning that a rapid decline in groundwater level. The regression model equation obtained for each groundwater level decrease is  with R² = 0.9631;  with R² = 0.9988;  with R2 = 0.9903.

 

Keywords: Model, Landslide, Landslide Early Warning System, Preparedness

Abstrak

Kejadian bencana longsor yang pernah terjadi di Kampung Jatiradio, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat mendorong dipasangnya alat Landslide Early Warning System (LEWS). Alat tersebut mengirimkan data seperti curah hujan dan tinggi muka air tanah setiap satu jam yang dideteksi dari sensor penakar hujan dan pressure transducer. Hubungan antara curah hujan dan tinggi muka air tanah penting untuk diketahui agar dapat diketahui pola fluktuasi yang memicu longsor. Maka dari itu membuat model matematik penurunan tinggi muka air tanah setiap kali setelah kejadian hujan di Kampung Jatiradio, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat pada saat musim hujan 2019. Model penurunan tinggi muka air tersebut dapat dihubungkan dengan pola fluktuasi curah hujan yang terjadi dengan demikian dapat diketahui hubungan antara pola curah hujan dan pola fluktuasi tinggi muka air pada periode hujan tertentu.

Metode yang digunakan dalam menghasilkan model tersebut yaitu model regresi dengan menggunakan perangkat lunak spreedsheet. Persamaan regresi dan koefisien determinasi didapatkan untuk menganalisis hubungan tinggi muka air tanah terhadap curah hujan. Hasil pemodelan matematika menghasilkan hubungan penurunan tinggi muka air tanah I (23 – 24 Februari 2019) dan II (24-25 Februari 2019) linier terhadap curah hujan, kecuali penurunan tinggi muka air tanah III yang terjadi pada tanggal 25-28 Februari 2019 yang menunjukkan hubungan eksponensial, artinya terjadi penurunan tinggi muka air tanah yang cepat. Persamaan model regresi yang didapatkan untuk masing-masing penurunan yaitu  dengan R² = 0,9631 ; dengan R² = 0,9988;  dengan R² = 0,9903.

 

Kata kunci: Model, Longsor, Sistem Peringatan Dini Longsor, Kesiapsiagaan

Article Details

Section
Articles

References

Risdiyanto, I., 2011. Identifikasi Daerah Rawan Longsor. Institut Pertanian Bogor, 10.13140/RG.2.1.4316.5684.

Faizana, F., 2014. Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Kota Semarang, Prodi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Kalinski, Michael E. 2011. Soil Mechanics Lab Manual, Second Edition. United State: John Wiley & Sons, Inc. p 53.

Susilo, A., Santoso, D. R., Rachmansyah, A., Zaika, Y., 2011. Desain Sistem Peringatan Dini Zona Rawan Longsor dengan Penerapan Sensor Kelembaban dan Getaran pada Tanah. Jurnal Meteorologi dan Geosifika, BMKG, Vol. 12. No. 3.

Wardana I. G.N , 2011“ Pengaruh perubahan Muka Air Tanah dan Terasering terhadap Perubahan Kestabilan Lereng†, Jurnal Ilmiah Teknik SipilVol. 15 No.1 Januari 2011, Bali

Hasfarila, H. Kusratmoko Eko, Supriatna, 2014. Perubahan Fluktuasi Permukaan Ait Tanah di Daerah Aliran Cileungsi Hulu Jawa Barat, Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Depok 16424

Prihartanto, 2019. Pembangunan Sistem Peringatan Dini Bencana Longsor Di Kampung Jatiradio, Desa Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Jurnal Alami, Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana, BPPT, Vol. 3, No. 2, 2019

PVMBG, 2017. Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah di Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gerakan-tanah/kejadian-gerakan-tanah/1504-laporan-singkat-pemeriksaan-gerakan-tanah-di-desa-cililin-kecamatan-cililin-kabupaten-bandung-barat-provinsi-jawa-barat (Diakses tanggal 14 Februari 2019).

Woodward, John. 2005. An Introduction to Geotechnical Processes. London & New York: Spon Press. 307 p.