DAMPAK FEED-IN TARIFF ENERGI TERBARUKAN TERHADAP TARIF LISTRIK NASIONAL

La Ode Muhammad Abdul Wahid

Abstract


Pemanfaatan energi terbarukan sangat terbatas dengan bauran energi terbarukan hanya 4,76%
terhadap total bauran energi nasional. Hal ini disebabkan karena harga jual listrik pembangkit energi
terbarukan pada umumnya lebih mahal dibanding pembangkit energi fosil. Untuk mendorong
pemanfaatan energi terbarukan,Pemerintah telah menetapkan berbagai regulasi tentang harga jual
listrik dari pembangkit listrik energi terbarukanyang wajib dibeli oleh PT PLN, seperti regulasi PLTP,
PLTA, PLTS, PLTSampah, dan PLTBiomassa. Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa
harga jual listrik pembangkit energi terbarukan tersebut lebih mahal dari rata-rata biaya operasi
pembangkit listrik PLN yang pada tahun 2014 mencapai Rp. 1.297/kWh, bahkan ada yang lebih mahal
dari biaya operasi PLTD. Hal ini berdampak terhadap kenaikan biaya pembelian listrik PLN, padahal
harga jual listrik masih ada yang ditetapkan dengan harga subsidi. Kondisi ini akan menyebabkan
naiknya subsidi listrik atau naiknya Tarif Dasar Listrik. Kenaikan Tarif Dasar Listrik akan berdampak
terhadap pelanggan listrik rumah tangga. Hasil analisis dari data Susenas BPS menunjukkan bahwa
rumah tangga dengan pengeluaran maksimum 5 juta rupiah per bulan merupakan rumah tangga yang
paling terkena dampak atas kenaikan Tarif Dasar Listrik karena merupakan 91,33% terhadap total
pelanggan rumah tangga.
Kata kunci: fit energi terbarukan dan tarif listrik


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.29122/elk.v11i1.1587

Refbacks

  • There are currently no refbacks.