ANALISIS KEBIJAKAN ENERGI NASIONALSEBAGAI PRODUK KEBIJAKAN TRANSISI ENERGI INDONESIA

La Ode Muhammad Abdul Wahid

Abstract


Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 T ahun 2014 tentang Kebijakan Energi
Nasional (KEN). KEN sebagai suatu produk kebijakan publik ditetapkan setelah melalui perdebatan
“top-down” sejak tahun 2010. Sasaran KEN hanya fokus kepada penyediaan energi, padahal
kebijakan energi sudah beralih ke sisi kebutuhan energi. KEN tidak menetapkan sasaran mitigasi gas
rumah kaca. Untuk mendukung pencapaian sasaran KEN tentang bauran energi baru dan terbarukan
(EBT), Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai regulasi tentang Feed-in T ariff harga jual
listrik pembangkit EBT namun tidak berjalan maksimal karena harganya lebih mahal. Pemerintah juga
menganggarkan subsidi kepada investor EBT tetapi ditolak karena bertentangan dengan amanat
undang-undang. Berbagai kelemahan dalam KEN perlu dianalisis untuk perbaikan KEN di masa
datang. Metode analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis
menunjukkan bahwa sasaran KEN perlu di revisi dan diperluas sampai ke sasaran konservasi energi
untuk pengguna energi akhir, termasuk potensi mitigasi gas rumah kaca. Debat KEN perlu lebih
banyak dilakukan secara 'bottom-up' dan melibatkan kementerian pekerjaan umum dan perumahan
rakyat. Penetapan sasaran KEN perlu didukung dengan berbagai pemodelan yang akurat dan
hasilnya dijadikan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana Umum Energi Nasional. KEN juga perlu
mengantisipasi dampak kebijakan energi terhadap kebutuhan tenaga kerja dan investasi sektor energi
dan sedapat mungkin ditetapkan dalam bentuk undang-undang.

Kata kunci: kebijakan energi nasional


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29122/elk.v13i1.4255

Refbacks

  • There are currently no refbacks.