POTENSI PEMANF AA T AN BIOHIDROGEN DAN BIOMET ANADARI POME UNTUK KETENAGALISTRIKAN P ADA ANALISIS PROTOTIPE 3 BIOHYTHANE KAP ASIT AS 1 M /HARI

Prima Zuldian

Abstract


Perkembangan energi terbarukan berbasis biomassa semakin dibutuhkan mengingat melimpahnya
komoditas biomassa di Indonesia khususnya kelapa sawit serta makin menurunnya cadangan
sumberdaya berbasis fosil. Komoditas sawit menjadi salah satu produk perkebunan utama nasional
dan menjadi produksi terbesar didunia hingga saat ini yang dimanfaatkan sebagian besar untuk
kebutuhan pangan serta sejumlah kecil energi (Biodiesel). Proses ekstraksi T andan Buah Segar (TBS)
kelapa sawit tersebut menghasilkan Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan Chemical Oxygen Demand
(COD) yang tinggi (35.000 ppm). Melalui fermentasi POME dua tahap dalam prototipe sistem
3
biohytane berkapasitas 1 m berpotensi menghasilkan listrik dari biohidrogen dan biometana sebesar
5,691 kWe. Ditinjau dari sisi keekonomian, dengan investasi (CAPEX) sebesar US$ 27.559 dan biaya
operasional (OPEX) sebesar US$ 1 1.263/tahun akan diperoleh Biaya Pokok Produksi (BPP) sebesar
US$ 0,323/kWh, Power Purchase Agreement (PP A) sebesar US$ 0,503/kWh dan tarif penjualan listrik
US$ 0,508/kWh. Perbandingan BPP dengan jenis pembangkit lain menunjukkan bahwa BPP yang
dihasilkan dari prototipe sistem biohythane cukup kompetitif untuk mensubsitusi pemakaian minyak
solar pada PL TD yang saat ini memiliki nilai BPP lebih tinggi.
Kata kunci : kelapa sawit, POME, biohythane


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29122/elk.v13i1.4256

Refbacks

  • There are currently no refbacks.