APLIKASI IPAL BIOFILTER PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI MAKANAN (KAPASITAS 75 M3/HARI)

Robertus Haryoto Indriatmoko, Ikbal Ikbal, Rudi Nugroho, Setiyono Setiyono

Abstract


Air limbah industri makanan berkontribusi signifikan terhadap pencemaran lingkungan. Air limbah, terutama dari mencuci bahan baku, kegiatan memasak dan mencuci peralatan produksi. Polutan utama dalam air limbah adalah senyawa organik seperti karbohidrat, minyak, lemak, dan protein. PT. EBI adalah salah satu produsen makanan cepat saji, yang berlokasi di Ciracas, Jarkata Timur. Untuk mengolah air limbah mereka, pada awalnya PT. EBI menggunakan WWTP Lumpur Aktif. Semakin meningkat kegiatan produksinya, jumlah air limbah yang dihasilkan juga bertambah. Akibatnya, IPAL yang ada tidak dapat mengolah air limbah, ditandai dengan penurunan kualitas produk yang diproses IPAL. Untuk mengatasi masalah ini, PT. EBI melakukan renovasi IPAL, yaitu mengganti IPAL Lumpur Aktif dengan IPA Biofiler. Inovasi ini memberikan hasil yang sangat positif. Kualitas produk olahan WWTP jauh lebih baik dan Standar Kualitas selalu terpenuhi. Hasil WWTP baru, konsentrasi polutan TSS menurun dari 340 mg / l menjadi 20 mg / l atau efisiensi pengobatan mencapai 94%, konsentrasi KMnO4 menurun dari 883 mg / l menjadi 50 mg / l (efisiensi, 94%), konsentrasi COD turun dari 1.654 mg / l menjadi 75 mg / l (efisiensi, 95%) dan konsentrasi BOD5 turun dari 392 mg / l menjadi 35 mg / l (efisiensi, 91%). Hasil ini menunjukkan bahwa IPAL Biofilter juga sangat efektif digunakan untuk mengolah air limbah industri makanan.

Kata kunci: Air limbah indutri makanan, instalasi pengolahan air limbah, biofilter, Baku Mutu Air Limbah


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29122/jai.v10i2.3763

Refbacks

  • There are currently no refbacks.