DAMPAK TEKNIK PENGIRISAN DAN PENCETAKAN TERHADAP DAYA APUNG PAKAN IKAN YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN Rhizopus sp.

Lulu Suliswati, Catur Sriherwanto, Imam Suja'i

Abstract


Impact of Slicing and Moulding Techniques on the Floatability of the Fish Feed Fermented by Rhizopus sp.

ABSTRACT

The use of Rhizopus sp. mycelium as biocoating, biostabilizing, and biofloating agent in the production of floating fish feed through solid fermentation had already been studied as a much simpler alternative to mechanical extrusion. The fermented fish feed, however, had poor floatability in aerated water, probably due to structural damage during the size reduction process of the feed. Thus, this study used alternative size-reducing methods, namely slicing and moulding, to improve the floatability of the fermented feed. Other physical characteristics were also measured and compared to those of commercial sinking and floating fish feeds. Results showed that both the moulded and the sliced fermented-feeds had lower density as well as higher water stability, absorption capacity, floatability, and durability compared to those of the commercial sinking feed used as the fermentation substrate. The hydrophobicity of all the feeds tested were similar, however. The floatability of the fermented feeds obtained in this study was much higher than those of the previous studies. 

Keywords: floatability, floating feed, sinking feed, water absorption, water stability


ABSTRAK

Penggunaan miselium Rhizopus sp. sebagai pelapis permukaan, penstabil, dan pengapung hayati dalam pembuatan pakan ikan apung melalui fermentasi padat telah diteliti sebagai alternatif yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan metode ekstrusi mesin. Namun, pakan ikan fermentasi ini memiliki daya apung yang buruk dalam air bergelembung udara, yang mungkin disebabkan kerusakan struktural selama proses pengecilan ukuran pakan. Karenanya, penelitian ini menggunakan metode lain untuk mengecilkan ukuran, yakni pencetakan dan pengirisan, dalam rangka meningkatkan daya apung pakan yang difermentasi. Karakteristik fisik lainnya juga diukur dan dibandingkan dengan pakan ikan tenggelam dan terapung komersial. Hasil menunjukkan bahwa proses fermentasi serta metode pengecilan dimensi yang digunakan menghasilkan pakan yang memiliki massa jenis lebih rendah, serta stabilitas air, daya serap air, daya apung, serta ketahanan benturan lebih tinggi dibandingkan dengan pakan tenggelam komersial yang digunakan sebagai substrat fermentasi. Namun, nilai hidrofobisitas semua pakan yang diuji adalah sama. Daya apung pakan fermentasi dalam penelitian ini jauh lebih tinggi daripada penelitian sebelumnya.

Kata Kunci: daya apung, daya serap air, stabilitas dalam air, pakan apung, pakan tenggelam


Keywords


floatability; floating feed; sinking feed; water absorption; water stability

Full Text:

PDF

References


Akbar MRL, Suci DM, Wijayanti I (2017) Evaluasi kualitas pellet pakan itik yang disuplementasi tepung daun mengkudu (Morinda citrifolia) dan disimpan selama 6 minggu. Bul Ilmu Makanan Ternak 104:31-48

Aslamyah S, Karim MY (2012) Uji organoleptik, fisik dan kimiawi pakan buatan untuk ikan bandeng yang disubtitusi dengan tepung cacing tanah (Lumbricus sp). J Akuakultur Indones 11:124-131. doi: /10.19027/jai.11.124-131

BSN (2006) Pakan buatan untuk ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) pada budidaya intensif. Standar Nasional Indonesia, SNI 01-4087-2006:1-12, Badan Standardisasi Nasional

Chukeatirote E, Eungwanichayapant PD, Kanghae A (2017) Determination of volatile components in fermented soybean prepared by a co-culture of Bacillus subtilis and Rhizopus oligosporus. Food Res 1:225–233

Craig S, Helfrich LA, Kuhn D, Schwarz MH (2017) Understanding fish nutrition, feeds, and feeding. Publication 420–256. Virginia Cooperative Extension, Yorktown, Virginia:4

De Cruz CR, Kamarudin MS, Saad CR, Ramezani-Fard E (2015) Effects of extruder die temperature on the physical properties of extruded fish pellets containing taro and broken rice starch. Anim Feed Sci Tech 199:137-145. doi: 10.1016/j.anifeedsci.2014.11.010

Erizal E, Lana M, Setyo R, Abbas B (2016)  Sintesis dan  karakterisasi hidrogel  superabsorben berbasis asam akrilat  hasil iradiasi gamma. J Ilm Apl Isot dan Radiasi 11:27-38. doi: 10.17146/jair.2015.11.1.2697

Goldsmith GR, Bentley LP, Shenkin A, Salinas N, Blonder B, Martin RE, Castro-Ccossco R, Chambi-Porroa P, Diaz S, Enquist BJ, Asner GP, Malhi Y (2017) Variation in leaf wettability traits along a tropical montane elevation gradient. New Phytologist 214:989-1001. doi: 10.1111/nph.14121

Kolesnikov B, Khrapatov N, Shamtsyan M (2016) Obtaining of hydrophobin-type proteins from mycelia biomass of Aspergillus niger. J EcoAgriTourism 12:44-48

Law KY (2014) Definitions for hydrophilicity, hydrophobicity, and superhydrophobi-city: getting the basics right. J Phys Chem Lett 5:686-688. doi: 10.1021/jz402762h

Leiskayanti Y, Sriherwanto C, Suja'i I (2017) Fermentasi menggunakan ragi tempe sebagai cara biologis pengapungan pakan ikan. J Bioteknol Biosains Indones 4:54-63. doi: 10.29122/jbbi.v4i2.2503

Lindasari A (2017) Pembuatan pakan terapung terfermentasi Saccharomyces cerevisiae melalui proses non-ekstrusi. Skripsi, Bogor Agricultural University

Linder MB, Szilvay GR, Nakari-Setälä T, Penttilä ME (2005) Hydrophobins: the protein-amphiphiles of filamentous fungi. FEMS Microbiol Rev 29:877-896. doi: 10.1016/j.femsre.2005.01.004

Misra CK, Sahu NP, Jain KK (2002) Effect of extrusion processing and steam pelleting diets on pellet durability, water absorption and physical response of Macrobrachium rosenbergii. Asian Australas J Anim Sci 15:1354-1358. doi: 10.5713/ajas.2002.1354

Moscatiello R, Sello S, Ruocco M, Barbulova A, Cortese E, Nigris S, Baldan B, Chiurazzi M, Mariani P, Lorito M, Navazio L (2018) The Hydrophobin HYTLO1 secreted by the biocontrol fungus Trichoderma longibrachiatum triggers a NAADP-mediated calcium signalling pathway in Lotus japonicus. Int J Mol Sci 19:2596. doi: 10.3390/ijms19092596

Nurlaila (2016) Hasil uji pakan ikan PT. Balqis Sejahtera. Laboratorium Penguji, Balai Bioteknologi, BPPT. Sertifikat hasil uji no. 142-SHU-07-2016, 13 Juli 2016

Paramadini SA (2017) Analisa Kimia Proksimat Pakan Ikan Apung Hasil Fermentasi Menggunakan Kapang Rhizopus oryzae. Laporan Magang di Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tangerang Selatan. Departemen Kimia-Program Sarjana, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia

Prima CP (2016) Bidang usaha: Hi-Pro-Vite 781 pakan ikan lele, kandungan, tipe, kemasan, komposisi produk. https://www.cpp.co.id/id/our-business/feed-business/fish/hi-pro-vite-781-pakan-ikan-lele. Diakses pada 24 Oktober 2018, pukul 15.47 WIB

Saputra RA (2016) Uji kualitas fisik pakan terapung terfermentasi Saccharomyces cerevisiae melalui proses non-ekstrusi dan deep frying. Skripsi, Bogor
Agricultural University

Sriherwanto C, Suja'i I, Soraya S (2017) Pemanfaatan kapang Rhizopus sp. sebagai agen hayati pengapung pakan ikan. J Mikol Indones 1:70-81

Valsecchi I, Dupres V, Stephen-Victor E, Guijarro JI, Gibbons J, Beau R, Bayry J, Coppee JY, Lafont F, Latgé JP, Beauvais A (2018) Role of Hydrophobins in Aspergillus fumigatus. J Fungi 4:2. doi: 10.3390/jof4010002

Windarti, Sumiarsih E (2012) Pemanfaatan ikan untuk mengurangi penumpukan materi organik di bawah karamba, penelitian skala laboratorium. J Perikanan Kelautan 14:160-173

Zaman AB, Sriherwanto C, Yunita E, Suja'i I (2018) Karakteristik fisik pakan ikan apung non-ekstrusi yang dibuat melalui fermentasi Rhizopus oryzae. J Bioteknol Biosains Indones 5:29-37. doi: 10.29122/jbbi.v5i1.2793




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jbbi.v5i2.3096

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


© Copyright: BY-NC-SA