KAJIAN PROSES PRODUKSI PUPUK HAYATI BIO-SRF DAN PENGUJIAN EFEKTIVITASNYA PADA TANAMAN BAWANG MERAH

R Bambang Sukmadi, Agus Supriyo, Bedah Rupaedah, Farida Rosana Mira, Yenni Bakhtiar, Asep Ali, Mahmud Sugianto

Abstract


This study aimed to assess the production process of biofertilizer Bio-SRF and determine its effectiveness on the growth and productivity of shallot plants. The Study of biofertilizer Bio-SRF production covering the cultivation of microbial cell biomass, granulation, and formulation of  biofertilizer products. Testing the effectiveness of biofertilizers on shallot plants using a randomized complete block design (RCBD) with five replicates, involving nine biofertilizers treatments and one control. The results showed that the population of cells on the granulated biofertilizer Bio-SRF was Corynebacterium sp. 4 x 107 cfu/g, Lactobacillus sp. 3.8 x 107 cfu/g, Burkholderia seminalis 7.4 x 108 cfu/g, Pseudomonas stutzeri 4.5 x 108 cfu/g and 60 mycorrhizal spores/g products. The effectiveness test showed that the biofertilizer treatments significantly affected plant height, the number of bulbs, weight of wet and dried bulbs produced. Application of biofertilizer Bio-SRF on shallot plants gave the best results of plant height 34.80 cm at harvest time, the number of bulbs per plant 4.78 bulb, weight of wet bulbs 3,81 kg/m2, weight of dried bulbs 3,27 kg/m2 and increased the yield of shallot production by 55.71% compared with no biofertilizer application.

Keywords: Biofertilizer, Bio-SRF, production process, effectivity test, shallot plant

 

ABSTRAK

Bio-SRF merupakan formula produk pupuk hayati yang mengandung campuran beberapa jenis mikroba penyubur tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses produksi pupuk hayati Bio-SRF dan mengetahui efektivitasnya terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman bawang merah. Kajian produksi pupuk hayati Bio-SRF meliputi perbanyakan biomassa sel mikroba, granulasi dan formulasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi sel pada produk pupuk hayati Bio-SRF bentuk granul adalah Corynebacterium sp. 4 x 107 cfu/g, Lactobacillus sp. 3,8 x 107 cfu/g, Burkholderia seminalis 7,4 x 108 cfu/g, Pseudomonas stutzeri 4,5 x 108 cfu/g dan mikoriza 60 spora/g produk. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah umbi, bobot basah dan bobot kering umbi bawang merah yang dihasilkan. Aplikasi pupuk hayati Bio-SRF pada tanaman bawang merah memberikan hasil terbaik yaitu dengan tinggi tanaman saat panen 34,80 cm, jumlah umbi per tanaman 4,78 umbi, berat basah umbi 3,81 kg/m2, berat kering umbi 3,27 kg/m2 dan dapat meningkatkan hasil produksi bawang merah sebesar 55,71% dibandingkan dengan tanpa aplikasi pupuk hayati.

Kata kunci: Pupuk hayati, Bio-SRF, proses produksi, uji efektivitas, bawang merah


Full Text:

PDF

References


Amutha R, Karunakaran S, Dhanasekaran S, Hemalatha K, Monika R, Shanmugapriya P, Sornalatha T (2014) Isolation and mass production of biofertilizer (Azotobacter and Phosphobacter). Int J Latest Res Sci Technol 3:79-81

Bhattacharjee R, Dey U (2014) Biofertilizer, a way towards organic agriculture: A review. Afr J Microbiol Res 8:2332-2342. doi: 10.5897/ AJMR2013.6374

Blanco-Canqui H, Alan JS (2013) Implications of inorganic fertilization of irrigated corn on soil properties: Lessons learned after 50 years. J Environ Quality 42:861-164

Danapriatna N, Simarmata T (2011) Viabilitas pupuk hayati penambat nitrogen (Azotobacter dan Azospirillum) ekosistem padi sawah pada berbagai formulasi bahan pembawa. J Agribisnis Pengemb Wil 3:1-10

Firmansyah I, Liferdi, Khaririyatun N, Yufdy MP (2015) Pertumbuhan dan hasil bawang merah dengan aplikasi pupuk organik dan pupuk hayati pada tanah alluvial. J Hort 25:133-141

Goenadi DH (2006) Pupuk dan teknologi pemupukan berbasis hayati, dari cawan petri ke lahan petani. Yayasan John Hi-Tech Idetama, Jakarta

Mezuen IP, Handayani, Inoriah E (2002) Penerapan formulasi pupuk hayati untuk budidaya padi gogo: Studi rumah kaca. J Ilmu-Ilmu Pertan 4:27-34

Mohammadi K, Sohrabi Y (2012) Bacterial biofertilizers for sustainable crop production: A review. ARPN J Agr Biol Sci 7:307-316

Menteri Pertanian (2011) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah. http://perundangan.pertanian.go.id/admin/file/Permentan-70-11.pdf. Dikunjungi 5 September 2016.

Rahayu E, Berlian N (2006) Bawang Merah. PT. Penebar Swadaya. Depok

Saraswati R (1999) Teknologi pupuk mikroba multiguna menunjang keberlanjutan sistem produksi kedelai. J Mikrobiol Indones 4:1-9

Stephen J, Shabanamol, Rishad KS, Jisha MS (2015) Growth enhancement of rice by phosphate solubilizing Gluconacetobacter sp. and Burkholderia sp. under greenhouse conditions. Biotechnol 5:831-83

Tambunan WA, Siayung R, Sitepu FE (2014) Pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) dengan pemberian pupuk hayati pada berbagai media tanam. J Online Agroekoteknol 2:825-836

Wu SC, Cao ZH, Li ZG, Cheung KC, Wong MH (2005) Effects of biofertilizer containing N-fixer, P and K solubilizers and AM fungi on maize growth: A greenhouse trial. Geoderma 125:155-166




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jbbi.v3i1.46

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


© Copyright: BY-NC-SA