PENGARUH AUKSIN DAN SITOKININ TERHADAP PERBANYAKAN MIKRO TANAMAN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis)

. Suparjo, Juwartina Ida Royani, Syofi Rosmalawati, Teuku Tajuddin, Ahmad Riyadi

Abstract


EFFECT OF AUXIN AND CYTOKININ ON MICROPROPAGATION OF BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis)

Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) is known as miraculous medicinal plant for its potential to cure for various kinds of diseases such as diabetes, stabilizing blood pressure and circulation, accelerating wound healing, and preventing stroke. In order to provide high quality seedlings of this medicinal plant continuously in large amount, the study on binahong micropropagation was performed. Plant growth regulators of auxins and cytokinins were applied in single or in combination so as to observe their effect on the growth of binahong explants. The results showed that 2,4-D induced callus formation in large diameter on all treatments. Nevertheless, this plant growth regulator had a negative effect on growth and development of shoot and leaves. In the combination treatments between IAA and BAP, it revealed that the higher the concentration of BAP in the media, the lower the number of leaves initiated on shoot explants. Increasing the concentration of IAA upto 1.5 ppm influenced the increasing of shoot tallness and the number of internodes. Our results can be useful for improving the binahong shoot propagation efficiency, as well as callus culture studies.

Keywords: Auxin, cytokinin, callus, micropropagation, medicinal plant


ABSTRAK

Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) dikenal sebagai tanaman obat ajaib karena dapat digunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit seperti diabetes, melancarkan peredaran dan tekanan darah, mempercepat penyembuhan luka, mencegah stroke. Dalam mendukung ketersediaan bibit tanaman obat herbal yang berkualitas secara berkelanjutan maka dilakukan kajian tentang perbanyakan bibit tanaman binahong. Zat pengatur tumbuh auksin dan sitokinin dalam bentuk tunggal maupun kombinasi diaplikasikan pada penelitian ini untuk melihat pengaruhnya terhadap berbagai eksplan binahong. Hasilnya menunjukkan bahwa 2,4-D merangsang pembentukan kalus dengan ukuran yang besar pada semua perlakuan. Namun demikian zat pengatur tumbuh ini memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tunas dan daun. Dari perlakuan kombinasi zat pengatur tumbuh IAA dan BAP, pertambahan konsentrasi BAP di dalam media menurunkan jumlah daun yang terbentuk pada eksplan pucuk binahong. Demikian pula dengan pertambahan konsentrasi IAA hingga 1,5 ppm sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan meninggi tunas dan pertambahan jumlah ruas. Hasil dari studi ini dapat dimanfaatkan untuk studi lanjutan dalam meningkatkan efisiensi perbanyakan tunas serta kultur kalus binahong.

Kata kunci: Auksin, sitokinin, kalus, perbanyakan mikro, tanaman obat herbal

Keywords


auksin; sitokinin; kalus; perbanyakan mikro; tanaman obat herbal

Full Text:

PDF

References


Amertha IBPM, Soeliongan S, Kountul C (2012) In vitro inhibition zone test of binahong (Anredera cordifolia) toward Staphylococcus aureus, Enterococcus faecalis, Escherichia coli, and Pseudomonas aeruginosa. Indones J Biomed Sci 6:30-34

Annisa N (2007) Uji aktivitas antibakteri ekstrak air daun binahong (Anredera scandens (L) Mor) terhadap bakteri Klebsiella pneumonia dan Bacillus substilis ATTC 6633 beserta skrining fitokimia dengan uji tabung. Skripsi, Fakultas Farmasi, UGM Yogyakarta

Darsana IGO, Besung INK, Mahatmi H (2012) Potensi daun binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli secara in vitro. Indones Medicus Veterinus 1:337-351

De Padua LS, Bunyaprahastra, Lemmens JR (1999) Plant Resources of Southeast Asia 12 (1) Medicinal and Poisonous Plant. Bogor. Porsea. pp. 286-287

George EF, Sherrington PD (1984) Plant Propagation by Tissue Culture – Handbook and Directory of Commercial Laboratories. 709 p. Exegenetics Ltd. Basingstoke, UK

Hendaryono DPS, Wijayani A (2012) Teknik Kultur Jaringan – Pengenalan dan petunjuk perbanyakan tanaman secara vegetatif-modern. Cetakan ke-13. Kanisius Yogyakarta

Hidayati IW (2009) Uji aktivitas salep ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) sebagai penyembuh luka bakar pada kulit punggung kelinci. Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Kartika GRA, Andayani S, Soelistyowati (2016) Potensi ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) sebagai penghambat bakteri Vibrio harveyi. J Mar Aquat Sci 2:49-53

Khairunisa R (2009) Penggunaan beberapa jenis sitokinin terhadap multiplikasi tunas dan pertumbuhan binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) secara in vitro. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Url: http:// repository.ipb.ac.id/handle/ 123456789/13677

Kumalasari E, Sulistyani N (2011) Aktivitas antifungi ekstrak etanol batang binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steen) terhadap Candida albicans serta skrining fitokimia. J Ilmiah Kefarmasian 1:51-62

Kuswandi PC, Sugiyarto L (2014) Morphogenetic effects of several plant growth regulator (PGR) on in vitro development of binahong (Anredera cordifolia L) leaf. Proceeding of International Conference on Research, Implementation and Education of Mathematics and Sciences pp B103-108. Yogyakarta State University, Yogyakarta

Manoi F (2009) Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) sebagai obat. J Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri 15:3

Mardini U (2015) Pengaruh kombinasi 2,4-D dan BAP terhadap induksi kalus eksplan daun dan batang tanaman binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) secara in vitro. Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Miladiyah I, Prabowo BR (2012) Ethanolic extract of Anredera cordifolia (Ten.) Steenis leaves improved wound heal-ing in guinea pigs. Univ Med 31:4-11

Murashige T, Skoog F (1962) A revised medium for rapid growth and bioassay with tobacco tissue cultures. Physiol Plant 15:473-497

Nuraini DN (2014) Aneka daun berkhasiat untuk obat. Gava Media, Yogyakarta

Palmer B, Senaratne W (2012) Anredera cordifolia (Ten.) Steenis – Madeira vine. In: Julien MH, McFadyen REC, Cullen JM (eds) Biological control of weeds in Australia. CSIRO Pub Collingwood, Australia, pp 60-64

Rahayu T, Mardini U (2015) Respon eksplan nodus dan daun tanaman binahong (Anredera cordifolia) pada media MS dengan variasi konsentrasi BAP. Prosiding Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi FKIP UNS 2015, pp 657-661

Sitorus EN, Hastuti ED, Setiari N (2011) Induksi kalus binahong (Basella rubra L.) secara in vitro pada media Murashige dan Skoog dengan konsentrasi sukrosa yang berbeda. Bioma 13:1-7

Susetya D (2012) Khasiat dan manfaat daun ajaib binahong. Pustaka Baru Press, Yogyakarta

Tanobat (2016) Binahong – Ciri tanaman serta khasiat dan manfaatnya. http://www.tanobat.com/binahong-ciri-tanaman-serta-khasiat-dan-manfaatnya.html. Diakses pada tanggal April 2016

Utami P, Desti EP (2013) The miracle of herbs – Daun, umbi, buah, dan batang tanaman ajaib penakluk aneka penyakit. PT AgroMedia Pustaka, Jakarta

Widiyastuti LO (2015) Induksi kalus pada eksplan batang tanaman binahong (Anredera cordifolia) secara in vitro dengan konsentrasi 2,4-D dan BAP yang berbeda. Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Yuliani SH, Anggraeni CD, Sekarjati W, Panjalu A, Istyastono EP, Setiawati A (2015) Cytotoxic activity of Anredera cordifolia leaf extract on HeLa cervical cancer cells through p53-independent pathway. Asian J Pharm Clin Res 8:328-331




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jbbi.v3i2.72

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


© Copyright: BY-NC-SA