Pemanfaatan Limbah Cabai (Capsicum Annum) sebagai Alternatif Mempercepat Pematangan Buah Alpukat secara Alami

Authors

  • Fatih Dzulfiqar Sekolah Menengah Atas Islam Sinar Cendekia
  • Muhammad Hafizh Alfayez Sekolah Menengah Atas Islam Sinar Cendekia
  • Mirza Hukma Shobiyya Sekolah Menengah Atas Islam Sinar Cendekia
  • Jun Jun Junaedi Sekolah Menengah Atas Islam Sinar Cendekia

DOI:

https://doi.org/10.29122/jitm.v1i2.3928

Keywords:

buah alpukat, proses pematangan, cabai (capsicum annum), zat aktif (capcaisin)

Abstract

Alpukat merupakan buah yang sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat karena alpukat adalah salah satu tumbuhan buah tropis yang sangat baik tumbuh di Indonesia, dan hampir dapat ditemukan di berbagai daerah. Namun seiring dengan permintaan buah alpukat yang semakin meningkat, hal ini memberikan tantangan besar di kalangan petani buah alpukat untuk mencari cara mempercepat pematangan buah tersebut dengan maksud memenuhi permintaan pasar yang semakin tinggi. Oleh karenanya penulis menemukan teknik mematangkan buah alpukat secara alami, yakni dengan memanfaatkan limbah cabai (capsicum annum). Pada penelitian ini, sebagai identitifikasi masalah adalah apakah limbah cabai dapat dijadikan sebagai alternatif pematangan buah alpukat? Kemudian, apakah kandungan zat yang terdapat di dalam cabai sehingga dapat mempercepat proses pematangan buah alpukat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan limbah cabai sebagai alternatif mempercepat pematangan buah alpukat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen. Subyek penelitian yang digunakan yaitu dua buah alpukat mentah yang diberikan perlakuan berbeda dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa alpukat yang diberikan cabai setelah dua hari relatif lebih cepat matang dibandingkan alpukat yang tidak diberikan cabai. Hal ini dikarenakan kandungan zat aktif dalam cabai (Capsaicin) memberikan efek aktif terhadap enzim pematangan yang ada di dalam buah alpukat.  Oleh karenanya berdasarkan hasil penelitian ini penulis dapat menyimpulkan bahwa limbah cabai dapat dijadikan alternatif membantu proses pematangan buah alpukat.

References

Samson, J.A. 1980. Tropical Fruits. Longman Inc., New York.

Yulistia Budianti Soemarie, Tri Astuti, Nur Rochmah, 2016. “Formulasi sediaan salep ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) sebagai antiacneâ€, Jurnal Ilmiah Manuntung, 2(2), 224-232.

Hiti-Bandaralage, Jayeni , Hayward, Alice and Mitter, Neena (2017). Micropropagation of Avocado (Persea americana Mill.). American Journal of Plant Sciences 8 (11) 2898-2921.

Jusuf Wahyudi, Roni Herdian Saputra. 2016. “Penentuan korelasi tingkat kematangan buah alpukat (Persea americana mill) terhadap gravitasi spesifikâ€, Agritepa, Vol. II, No.2, pp 153-164.

Sukrasmo, K., Tarini, S., Sugiarso, NC. 1997. Kandungan kapkaisin dan dihidrokapkaisin pada berbagai buah capsicum. JMS. Vol. 2, FMIPA ITB, pp. 28-34.

Iis Nuraeni, Tina Rostinawati. 2018. Review : Perkembangan produksi hasil metabolisme sekunder capsaisin dengan berbagai metode in vitro. Farmaka Suplemen Vo. 16 No. 1, pp. 231-239.

Lutvianto Pebri Handoko, Yeni Variyana, Mahfud. Studi Efektivitas Ekstraksi (Capsaicin) dari Cabai (Capsicum) Dengan Metode MASE (Microwave Assisted Soxhlet Extraction), JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2 (2017), pp. F384 - F386.

Cairns, D. 2014. Intisari kimia farmasi. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta

Nelson, E.K., Dawson L.E. 1923. The constitution of capsicum. III. J. Am. Chem. Soc. 45, pp. 2179-2181.

Simbolon, Junice. 1991. Desain Peti Kayu untuk Kemasan Distribusi Buah Apel Segar (Malussylvesteris Mill.). Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Downloads

Published

2020-01-30

Issue

Section

Articles