ANALISIS KADAR NITRIT, NITRAT, DAN FOSFAT BERDASARKAN VARIASI JARAK PENGUKURAN SAMPEL PADA PULAU APUNG DENGAN RUMPUT VETIVER

Anies Ma'rufatin, Dian P Dewanti

Abstract


Kualitas air sungai harus tetap dijaga dari pencemaran dengan pengelolaan dan pengendalian yang bijak. Beberapa zat pencemar di sungai yang harus dikendalikan adalah nitrit, nitrat dan fosfat. Jumlah nitrit, nitrat, dan fosfat yang berlebihan akan merugikan karena berpengaruh terhadap kesehatan dan biodiversitas ekosistem perairan tersebut. Salah satu upaya pengendalian pencemaran zat pecemar tersebut adalah fitoremediasi menggunakan rumput vetiver dengan sistem pulau apung. Vetiver ditumbuhkan pada tiga pulau apung yang berbentuk persegi panjang dengan panjang masing-masing 4,5 m. Pulau apung ditempatkan pada badan sungai. Akar vetiver yang tumbuh dibawah permukaan air sungai akan menyerap berbagai bahan pencemar. Pengambilan sampel air dilakukan pada ketiga ujung awal dan akhir pulau apung (inflow dan outflow) untuk mengetahui perubahan kadar nitrit, nitrat, dan fosfat yang dipengaruhi oleh akar vetiver. Jarak pengambilan sampel adalah 4,5 m, 9 m, dan 13,5 m. Pulau apung dengan rumput vetiver yang diujicoba mampu menurunkan jumlah nitrit, nitrat dan fosfat. Penurunan optimum terjadi pada nitrat yang mencapai 18% dengan jarak pengambilan sampel pulau apung 9 meter. Tiga jarak pengambilan sampel awal dan akhir pulau apung yang berbeda efektif untuk menurunkan fosfat.

Kata kunci: nitrit, nitrat, fosfat, pulau apung, rumput vetiver


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.