Tingkat Emisi Gas Rumah Kaca di Kabupaten Indramayu

Diyah Krisna Yuliana

Abstract


Istilah Gas Rumah Kaca mengemuka seiring dengan isu pemanasan global dan perubahan iklim yang dampaknya telah dirasakan di berbagai wilayah di Indonesia. Pemanasan global dan perubahan iklim adalah sebuah fenomena meningkatnya konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Pemerintah Indonesia menargetkan dapat menurunkan kelima sektor potensial yang memicu terjadinya GRK. Kelima sektor potensial tersebut yaitu sektor Kehutanan dan lahan gambut, sektor Pertanian, Sektor energi dan transportasi, sektor industri dan sektor limbah. Kabupaten Indramayu telah melakukan Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan melaporkannya melalui Laporan berjudul “Inventarisasi Gas Rumah Kaca Kabupaten Indramayu Tahun 2012”. Namun, Kabupaten Indramayu belum dapat melakukan penghitungan emisi GRK sesuai standar yang ditetapkan sehingga tidak diperoleh hasil yang menunjukkan nilai besarnya emisi GRK dalam laporan tersebut. Berdasarkan hasil kalkulasi, tingkat emisi Gas Rumah Kaca di Kabupaten Indramayu cenderung tinggi dilihat dari jumlah emisi yang dihasilkan dari sektor industri dan transportasi serta terjadinya pengurangan simpanan cadangan carbon yang cukup besar pada sektor kehutanan. Dampak perubahan iklim di Kabupaten Indramayu sangat mempengaruhi kehidupan masyarakatnya, terutama pada sektor pertanian dan perikanan.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.