ANALISIS BENCANA KEKERINGAN DI WILAYAH KABUPATEN SERANG

Hasmana Soewandita

Abstract


Kekeringan merupakan bencana yang hampir sering  terjadi di daerah tropis karena adanya perubahan musim dari musim penghujan ke musim kemarau.   Ketidakseimbangan waktu antara dua musim ini bisa menyebabkan bencana banjir dan sebaliknya bencana kekeringa.   Begitu juga apa yang terjadi di wilayah Kabupaten Serang kecenderungan kejadian bencana kekeringan ini juga bisa terjadi baik dikawasan budidaya maupun dikawasan permukiman dimana air dimanfaatkan untuk keperluan sehari hari.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji analisis bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Serang.   Hasil kajian menunjukkan potensi kekeringan dari tingkat rendah hingga tingkat kelas tinggi.  Kekeringan kelas tinggi dimungkinkan kerena ketersediaan dan keterbatasan air pada rentang waktu yang relative lama.   Hasil analisis juga menunjukkan tingkat kelas sedang mencapai luasan 179.650 Ha yang potensi sebarannya di hampir setiap kecamatan.   Sedangkan tingkat kekeringan kelas tinggi terjadi pada area seluas 1.311 Ha dan terjadi di wilayah Kecamatan Pontang, Tanara, Waringin Kurung, Mancak, Padarincang, Kramatwatu, Ciomas, Cinangka, Bojonegara, Tirtayasa dan Anyar   Kekeringan ini terjadi dibeberapa wilayah di area persawahan untuk keperluan irigasi pertanian  maupun kawasan permukiman karena keterbatasan air bersih.  Akibat kekeringan ini di area persawahan menyebabkan produktivitas tanah jadi rendah.  Lahan sawah yang seharusnya bisa dua kali bahkan tiga kali tanam, ternyata dengan adanya bencana kekeringan ini hanya bisa satu kali atau paling banyak dua kali tanam dan setalah itu dalam kondisi bera.


Full Text:

PDF

References


Alfredo Amador García, Erna Granados Lopez, Manuel E. Mendoza. Three approaches to the assessment of spatio–temporal distribution of the water balance: the case of the Cuitzeo basin, Michoacan, Mexico. Invest. Geog no.76

Mexico dic. 2011

Halwatura et. al. 2017. Capability of meteorological drought indices for detecting soil moisture droughts. Journal of Hydrology Regional Study. Volume 12 August 2017. Pages 396-412

Wang, et. al. 2015. Commonly used drought indices as indicators of soil moisture in China. J. Hydrometeorol., 16 (3) (2015), pp. 1397-1408.

Zhu et al., 2009. Simulation of Populus euphratica root uptake of groundwater in an arid woodland of the Ejina Basin. China. Hydrol. Process., 23 (17) (2009) , pp. 2460-2469.

Gupta et al., 2014. Evaluation of TRMM rainfall for soil moisture prediction in a subtropical climate. Environ. Earth Sci., 71 (10) (2014), pp. 4421

Naylor et al., 2016. A hydropedological approach to quantifying groundwater recharge in various glacial settings of the mid-continental USA. Hydrol. Process., 30 (10) (2016), pp. 1594-1608.

Schwarzel. 2006. Measurement and modeling of soil-water dynamics and evapotranspiration of drained peatland soils. J. Plant Nutr. Soil Sci., 169 (6) (2006), pp. 762-774

Renteria et al. 2018. Soil legacies determine the resistance of an experimental plant-soil system to drought. CATENA. Volume 166, July 2018, Pages 271-278




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jstmb.v13i1.3037

Refbacks

  • There are currently no refbacks.