ANALISIS KUALITAS LAHAN DI KABUPATEN PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG

Dyah Nursita Utami

Abstract


Since 2012, Pesisir Barat district began to separate from Lampung Barat regency under UU No. 22 Tahun 2012. The new autonomous Region (DOB) which is still in the early stages of planning and utilization after the release of its parent district required a potential utilization of natural resources by considering the power of surrounding areas in order to Development progress. Proper land use planning is one of the ways of utilization of natural resources in the Pesisir Barat district through the study of land quality. The results of this land quality analysis will be known to the parameters of land quality that become excellence and limiting factors for the development of land potential in Pesisir Barat district. The parameters of land quality that will be assessed include texture of soil, soil pH, organic C, Nitrogen, potassium, phosphorus, cation-cation can be exchanged such as Ca, Mg, K, Na, cation exchange Capacity (CEC), and base saturation (KB). By knowing the boundary factor, expected improvement recommendation and land use planning in Pesisir Barat district is more appropriate to the condition and potential natural resources of the region. So as to encourage the optimization of natural resources utilization to accelerate development in the district new autonomous Region.

 

Keywords: Land quality analysis, limiting factors, land use, optimization of natural resources

 

Abstrak

Sejak tahun 2012, Kabupaten Pesisir Barat mulai memisahkan diri dari Kabupaten Lampung Barat  berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2012. Daerah otonomi baru (DOB) yang masih dalam tahapan awal perencanaan dan pendayagunaan setelah lepas dari kabupaten induknya diperlukan suatu usaha pendayagunaan potensi sumberdaya alam dengan mempertimbangkan kekuatan wilayah di sekitarnya dalam rangka mendorong kemajuan pembangunan. Perencanaan tata guna lahan yang tepat menjadi salah satu cara pendayagunaan potensi sumberdaya alam di Kabupaten Pesisir Barat melalui kajian kualitas lahan. Hasil kajian analisis kualitas lahan ini akan diketahui parameter-parameter kualitas lahan yang menjadi keunggulan dan faktor pembatas bagi pengembangan potensi lahan di Kabupaten Pesisir Barat. Parameter kualitas lahan yang akan dinilai antara lain tekstur tanah, pH tanah, C organik, Nitrogen, Kalium, Fosfor, kation-kation dapat ditukar seperti Ca, Mg, K, Na, Kapasitas Tukar Kation (KTK), dan Kejenuhan Basa (KB). Dengan mengetahui faktor pembatas, diharapkan rekomendasi perbaikan dan perencanaan tata guna lahan di Kabupaten Pesisir Barat lebih sesuai dengan kondisi dan potensi sumberdaya alam wilayahnya. Sehingga mampu mendorong optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam untuk mempercepat pembangunan di kabupaten daerah otonomi baru.

 

Kata kunci: Analisis kualitas lahan, faktor pembatas, tata guna lahan, optimalisasi sumberdaya alam


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Damanik, M. M. B., Bachtiar, E.H., Fauzi., Sariffudin dan Hanum, H. 2010. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press, Medan

Dikti. 1991. Kesuburan Tanah. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

FAO. 1976. A Framework for Land Evaluation. Soil Resources Management and Conservation Service Land and Water Development Division. FAO Soil Bulletin No. 32. FAO-UNO, Rome.

Hanafiah, K.A, 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.

Handayanto, E dan Hairiyah, K. 2007. Biologi Tanah. Yogyakarta: Pustaka adipura.

Hardjowigeno, S. 1992. Imu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Akademi Pressindo. Jakarta. 233 hal.

Kabupaten Pesisir Barat Dalam Angka, 2018. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Barat.

Leiwakabessy, F. M. 1988. Diktat Kuliah Kesuburan Tanah. Departemen Tanah. Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Notohadiprawiro T. 1999. Tanah dan Lingkungan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendididikan dan Kebudayaan. Jakarta. 237 Halaman.

Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta : Agromedia Pustaka.

Rosmarkam, A. dan N. W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.

Silahooy, CH. 2008. Efek pupuk KCl dan SP-36 terhadap kalium tersedia, serapan kalium dan hasil kacang tanah (Arachis hypogaea l.) pada tanah brunize. Buletin agro. Universitas Pattimura. (36) (2) 126 – 132.

Suntoro, 2003. Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah dan Upaya Pengelolahannya. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Sebelas Maret University Press.

Tan, K.H. 1991. Dasar-dasar Kimia Tanah. Penerbit Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.29122/jstmb.v14i2.3855

Refbacks

  • There are currently no refbacks.