HASIL PENGUKURAN PARTIKEL ASAP GROUND PERTICLES GENERATOR (GPG) DI LAB TMC PUSPIPTEK SERPONG PADA 11 APRIL 2013

R. Djoko Goenawan, Untung Haryanto, Pitoyo Sarwono Sudibyo, Bambang Asmoro, Pamuji Pamuji

Abstract


ABSTRAK
 
Telah dilakukan pengukuran distribusi dan konsentrasi asap partikel dari hasil penyalaan GPG yang dilakukan di Lap TMC - Puspiptek Serpong. Alat yang digunakan dalam pengukuran baik besar, distribusi dan konsentrasi partikel adalah menggunakan LightHouse (LH) yang bisa menampilkan secara langsung dalam layar monitor alat tersebut. Yang secara langsung terbaca dalam monitoring LH adalah besar partikel dan jumlah partikel per satuan volume (m3). Kisaran alat pengukur partikel LH bisa mengukur terkecil 0.3 mikron hingga 5 mikron dengan rincian 0.3, 0.5, 1.0, 2.5, dan 5 mikron. Light House (LH) adalah satu satunya alat yang biasa digunakan untuk pengukuran udara dan lingkungan dari Laboratorium Aerosol, PTKMR BATAN. Telah dilakukan pengukuran partikel dari asap GPG (Ground Particles Generator) sebanyak 21 kali sampling. Sekali pegambilan sampling asap diperlukan waktu sebanyak 5 menit dan pengukuran udara dalam wadah sampling tersebut juga diperlukan waktu sekitar 5 menit. Selain pengukuran dengan menggunakan LH, juga dilakukan pengukuran dengan menggunakan Impaktor Kaskade Type Anderson dengan 12 tingkat yang memungkinkan pengukuran dari 0.1 mikron hingga 9 mikron. Waktu yang diperlukan cukup lama, yaitu antara pukul 13.15 hingga 18.15 WIB yaitu 5 jam. Impaktor tidak bisa langsung terbaca hasil pengukuran partikelnya namun harus di proses kemudian di kondiskan serta dilakukan penimbangan partikel yang mengendap di setiap tingkatan, sehingga bisa diketahui distribusi partikel tersebut setiap tingkat dari 0.1 mikron hingga partikel terbesar yaitu 9 mikron. Hasil sementara dari pengukuran menggunakan LH dari sebanyak 21 sampel adalah untuk partikel 0.3 mikron memiliki jumlah partikel terbesar mencapai 495.466.815/m3 atau 495 partikel/cm3 asap dan terkecil sebanyak  51.767.763/m3 atau 52 partikel/cm3 asap. Sementara, untuk partikel yang terukur 0.5 mikron terbanyak mencapai 8.969.923/m3 atau 9 partikel/cm3 asap dan terkecil 84.755.200 partikel/cm3 atau 85 partikel/cm3. Sedangkan, partikel yang terukur 1.0, 2.5 dan 5.0 mikron di LH tidak terpantau atau tidak ada sama sekali alias Nol (skala 1 cm3). Tampak puncak distribusinya diperkirakan kurang dari 0.3 mikron (antara 0.1 – 0.05 mikron), sebagai “tail” kanan distribusi (jika dianggap normal) adalah 0.5 mikron. Perkiraan tersebut akan di buktikan dengan menggunakan Impaktor yang bisa mengukur partikel terkecil 0.1 mikron.  
 
 
ABSTRACT
 Measurement of Concentration Distribution and smoke particles from the ignition GPG conducted in TMC-Lab Puspiptek Serpong. Measurement tool used in both large, the distribution and concentration of particles is using Light-House (LH) which can display directly in the device monitor screen which is directly readable in monitoring large particles and LH is the number of particles per unit volume (m3). LH range of gauges can measure the smallest particles 0.3 microns to 5 microns with the details 0.3, 0.5, 1.0, 2.5 and 5 microns. Light House (LH) is the only tool used to measure air and environment of the Aerosol Laboratory, PTKMR BATAN in Jakarta. Have performed measurements of the smoke particles GPG (Ground Particles Generator) as much as 21 times the sampling. Once pegambilan sampling smoke take as many as 5 minutes and air measurements in the sampling container also takes about 5 minutes as well. In addition to measurements by using LH, also be measured by using the cascade Impaktor Type Anderson with 12 levels that allow measurement of 0.1 microns to 9 microns. It takes quite a long time, which is between 13:15 to 18:15 hrs ie 5 hour. Impaktor can not directly read the results of measurements of the particles but must be in process later in kondiskan and sediment particles weighing is done at every level, so they can know the distribution of particles of 0.1 microns each level until the largest particles is 9 microns. Interim results of measurements using as many as 21 samples of LH is for 0.3 micron particles have the greatest number of particles reaching 495 partikel/cm3 495.466.815/m3 or as much smoke and the smallest 52 partikel/cm3 51.767.763/m3 or smoke. While, for the measured particles 0.5 microns or 9 the highest reaches 8.969.923/m3 partikel/cm3 smoke and smallest partikel/m3 84,755,200 or 85 partikel/cm3. Whereas, particles measured 1.0, 2.5 and 5.0 microns in LH is not monitored or none at all, aka Zero. Looks peak distribution estimated to be less than 0.1 microns, as the "tail" distribution right (if it is considered normal) is 0.5 microns. The estimate will be proved by using Impaktor that can measure the smallest particles of 0.1 microns.

Keywords


partikel asap, Ground Particles Generator, konsentrasi dan distribusi

Full Text:

PDF

References


BROCK C.A., and WILSON J.C., Measurement of Aerosol and Clouds from Aircraft, in Aerosol Measurement : Principles, Techniques and Applications, Van Nostrand Reinhold 1993.

WIENDENSOHLER A., WENDISCH M., HANSON H.C., and ORSINI D., Change the Submicron Particle Size Distribution during a Cloud Process Measured with three DMPS System, J. Aerosol Science 25 (1994) 181-182.

KULMALA M., KORKONEN P., and VESALA T., The Effects of Hygroscopy and Trace Gases on Cloud Droplet Formation, J. Aerosol Science 26 (1995) 891-892.

SCHAFER B., GEORGII H.W., and STAUBES R., Formation and Distribution of Cloud Condensation Nuclei in the Marine Environment, J. Aerosol Science 23 (1992), 865-868.

COLBECK, I., Physical and Chemical Properties of Aerosols, Blackie Academic & Professional, London, 1998.

HINDS, W.C., Aerosol Technology : Properties, Behavior, and Measurement of Airborne Particles, John Wiley & Sons Inc., New York, 1982.

BREED, D., R. BRUINTJES, V. SALAZAR, and T. JENSEN, Research Aplication Laboratory, NCAR, Boulder, Co. 80307 USA, 2002.

PUDJADI, E., TAKEDA, K., NAKANE, K., Measurement of Lead Isotope Ratios in Tree Ring Width of the P. jamaskura as a Biomonitor of Air Pollution, 48th Annual Meeting of The Ecological Society of Japan, p.268, 2001.

PUDJADI, E., ROU, C., NAKANE K., Decline of P. mume and Change in Tree Ring Width and Heavy Metal Concentration, J. Journal of Conservation Ecology, Vol. 9 No.1, p.13-24, 2004.

HARYANTO, U., Penambahan Curah Hujan Melalui Modifikasi Awan: Basis Ilmiah dan Perkembangannya, Workshop TMCBPPT, Jakarta, 13 maret 2007.

KRAMER, M, BRINKMANN, J, EICHEL, B, JAENICKE, R, SCHELL, D, SCHULE, M, SCHUTZ, L, Fields Studies on The Cloud Processing of Atmospheric Aerosol Particles and Trace Gases, J. Aerosol Science, Vol. 26, Suppl. 1, p. S893-S894, 1995.

BAYONG, T. Mikrofisika Awan dan Modifisika Cuaca, Workshop Teknologi Modifisika Cuaca, Jakarta, 2007.

SETO, T.H., Paparan Teknologi Modifikasi Cuaca Untuk Mereduksi Curah Hujan, Jakarta, 2013.




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jstmc.v14i1.2683

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JSTMC is indexed by

One Search Indonesia
OCLC WorldcatCrossrefIPISinta
    

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca (JSTMC) (p-ISSN:1411-4887; e-ISSN:2549-1121)

Web
Analytics VISITOR STATISTICS