ANALISIS KEJADIAN EL NINO TAHUN 2015 DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATAN TITIK API DI WILAYAH SUMATERA DAN KALIMANTAN

Ardila Yananto, Saraswati Dewi

Abstract


Intisari

Kejadian El Nino yang berdampak pada sebagian besar wilayah Indonesia akan selalu berasosiasi dengan kekeringan akibat dari berkurangnya intensitas curah hujan. Lebih jauh akibat dari kekeringan tersebut telah menimbulkan meningkatnya titik api secara signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan, dimana hal tersebut telah mengakibatkan terjadinya bencana asap pada tahun 2015. Tujuan utama penulisan karya tulis ini adalah untuk menganalisis kejadian El Nino pada tahun 2015 dan pengaruhnya terhadap peningkatan titik api di wilayah Sumatera dan Kalimantan baik dalam skala temporal maupun spasial. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa berdasarkan parameter NINO 3.4 SST Indeks dan Southern Oscillation Index (SOI) pada tahun 2015 telah terjadi fenomana El Nino pada level kuat yang ditandai dengan adanya pelemahan sirkulasi walker sehingga pusat tekanan rendah perpindah dari Samudera Pasifik bagian Barat ke Samudera Pasifik bagian Timur, dimana hal ini telah menyebabkan adanya penurunan intensitas curah hujan (anomali negatif) disebagian besar wilayah Indonesia terutama pada bulan Juli hingga Oktober 2015 dan oleh karena itulah pada bulan Juli hingga Oktober 2015 tersebut terjadi peningkatan jumlah titik api yang sangat tajam di wilayah Indonesia dimana persebaran titik api tersebut sebagian besar terkonsentrasi di Provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

 

Abstract

El Nino that impact most areas of Indonesia will always be associated in drought due to reduced rainfall intensity. Drought, in further, has resulted in increasing titik apis significantly compared to previous years, especially in the Sumatra and Kalimantan, that was creating smog disaster in 2015. The main objective of this research was to analyze the occurrence of El Nino in 2015 and its influence on increase of titik api in Sumatera and Kalimantan both in temporal and spatial scale. From this research it is known that based on the NINO 3.4 SST index and the Southern Oscillation Index (SOI) it is known there was a strong El Niño event occurred in 2015 showed there was a weakening Walker circulation so that the low pressure center moved from Western part of the Pacific Ocean to the Eastern Pacific Ocean, where this has led to a decrease rainfall intensity (negative anomaly) in most parts of Indonesia, especially from July to October 2015 and because of that from July to October 2015 there was very hight increasing number of titik apis in Indonesia where the spread of titik api the mostly concentrated in the province of South Sumatera and Central Kalimantan.

 


Keywords


El Nino, Suhu Permukaan Laut, Zonal Wind, Anomali Curah Hujan, Titik Api

Full Text:

PDF

References


Ardhitama, A. (2013). Model Simulasi Prakiraan Curah Hujan Bulanan pada Wilayah Riau dengan Menggunakan Input Data SOI, SST, NINO 3.4, dan IOD. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 14(2), 95-104.

Bahri, S. (2002). Kajian Penyebaran Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Sumatera Bagian Utara dan Kemungkinan Mengatasinya Dengan TMC. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca. 3(2), 99-104.

Danoedoro, P. (1996). Pengolahan Citra Digital, Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Estiningtyas, W., Ramadhani, F., Aldrian, E. (2007). Analisis Korelasi Curah Hujan dan Suhu Permukaan Laut Wilayah Indonesia, Serta Implikasinya untuk Prakiraan Curah Hujan (Studi Kasus Kabupaten Cilacap). Jurnal Agromet Indonesia, 21(2), 46-60.

Fadholi, A. (2013). Studi Dampak El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) Terhadap Curah Hujan di Pangkalpinang. Jurnal Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana UNDIP, 11(1), 43-50. doi: 10.14710/jil.11.1.43-50

Harijono, S.W.B. (2008). Analisis Dinamika Atmosfer di Bagian Utara Ekuator Sumatera pada Saat Peristiwa El-Nino dan Dipole Mode Positif Terjadi Bersamaan. Jurnal Sains Dirgantara, 5(2), 130-148.

Jensen, J.R. (2005). Introductory Digital Image Processing: A Remote Sensing Perspective, 3rd ed. Sydney: Pearson Prentice Hall.

Martono. (2015). Dampak El Nino dan Indian Ocean Dipole 1997-1998 Terhadap Intensitas Curah Hujan di Wilayah Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXIX HFI Jateng & DIY 2015. Yogyakarta.

Mulyana, E. (2002). Pengaruh Dipole Mode Terhadap Curah Hujan di Indonesia. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 3(1), 39-43.

Sutanto. (1994). Penginderaan Jauh-Jilid 2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tjasyono, B., Lubis, A., Juaeni, I., Ruminta, Harijono, S.W.B. (2008). Dampak Variasi Temperatur Samudera Pasifik dan Hindia Ekuatorial Terhadap Curah Hujan di Indonesia. Jurnal Sains Dirgantara, 5(2), 1-13.

Tongkukut, S.H.J. (2011). El Nino dan Pengaruhnya Terhadap Curah Hujan di Manado Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Sains, 11(1), 102-108.

World Meteorological Organization. (2015). WMO Statement in The Status of The Global Climate in 2015. Switzerland: World Meteorological Organization (WMO).

Wyrtki, K. (1961). Physical Oceanography of Southeast Asean Waters. Naga Report I. 2. California: The University of California.




DOI: https://doi.org/10.29122/jstmc.v17i1.544

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JSTMC is indexed by

One Search Indonesia
OCLC WorldcatCrossrefIPISinta
    

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca (JSTMC) (p-ISSN:1411-4887; e-ISSN:2549-1121)

Web
Analytics VISITOR STATISTICS