ANALISIS MDS (MULTI DIMENSIONAL SCALLING) UNTUK KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN AIR LINTAS WILAYAH Studi Kasus DKI Jakarta

Samsul Bakeri, M.Yanuar J. P, Etty Riani, Surjono H. Sutjahjo

Abstract


Jakarta merupakan ibukota Indonesia dan sebagai kota besar dengan jumlah penduduk 9.588.198 orang pada tahun 2010 (BPS, Juli, 2010). Saat ini Jakarta perlu air bersih sebanyak 524.953.840 m3 untuk domestik dan non domestik 212.606.350 m3 atau total 737.560.145,20 m3. Kapasitas produksi dari PAM Jaya pada tahun 2009 sekitar 509.431.934 m3/tahun. PAM Jaya saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 69,07% dari total kebutuhan DKI Jakarta. Untuk memenuhi air bersih, Jakarta membutuhkan air tambahan dari provinsi lain dan 80% supply untuk Jakarta berasal dari Citarum (Jawa Barat) dan Cisadane (Tangerang-Banten) dan lainnya. Penelitian ini dilakukan selama 13 bulan mulai Juni 2010 sampai Juli 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyediaan (supply) dan permintaan air bersih serta mengidentifikasi kebijakan keluar tentang pemenuhan air bersih lintas wilayah atau kabupaten dan membuat model

pemenuhan kebutuhan air antar wilayah secara berkelanjutan. Metodologi analisisnya menggunakan Multi Scalling Dimensional (MDS) untuk analisis keberlanjutan air bersih untuk pemenuhan di Jakarta. Pemerintah memiliki peran sentral dalam memenuhi kebutuhan air bersih, pemenuhan air bersih perlu memahami lebih lanjut tentang supply dan permintaan air. Masalah banjir masih sering terjadi. Di dalam pemenuhan air bersih secara berkelanjutan, nilai dimensi ekonomi (69,17) dimensi hukum dan kelembagaan (68,24), dimensi prasarana dan tecnology (61,45), tetapi dimensi ecology tidak berkelanjutan dengan skor (48,75 ).

 

kata kunci: air bersih, lintas wilayah, pemenuhan,keberlanjutan.

 

Abstract

Jakarta is the capital of Indonesia and as a big city with 9.588.198 people in 2010 (BPS, July, 2010). Jakarta needs clean water 524.953.840 for domestic and non domestic 212.606.350 m3 or the total 737.560.145,20 m3. PAM Jaya production capacity in 2009 is about 509.431.934 m3/year. PAM Jaya capacity is about 69,07% of the total needs DKI Jakarta. To fulfil the clean water, Jakarta needs water supply from the other provinces and 80% water supply for Jakarta is from Citarum (West Java) and Cisadane (Tangerang-Banten) and others. A research has been done within 13 months started from 2010 June to 2011 July. The research is aimed to identify the supply and demand of clean water and identify the exiting policy about fulfilment the clean water cross boundaries or district and to make the model of fulfilment the clean water cross boundaries with sustainable. The methodology analysis is Multi Dimensional Scalling (MDS) methodology to analysis sustainablity of fulfilment clean water of Jakarta. The goverment has a central role to fulfill the needs of clean water, fulfilment clean water needs to understand more about supply and demand of water. The problem is the flood has often occured. The sustainable of fulfilment clean water is economi dimensional (69,17) dimensional of law and institution (68,24), dimensional of infrastructur and tecnology (61,45), but dimensional of ecology is not sustainable with the score (48,75).

 

key words: Clean Water, Cross Boundaries, Fulfilment, Sustainable.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29122/jtl.v13i1.1401

Refbacks

  • There are currently no refbacks.