EVALUASI KARAKTERISASI DAN KESESUAIAN LAHAN UNTUK KOMODITAS UNGGULAN PERKEBUNAN : STUDI KASUS KABUPATEN KAMPAR

Mubekti Mubekti

Abstract


Inventarisasi sumberdaya lahan dalam kaitannya dengan penentuan kesesuaian lahan merupakan hal yang harus dilakukan dalam analisis perencanaan wilayah. Studitentang kemampuan lahan di Kabupaten Kampar, Riau telah dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan perkebunan. Informasi umum lingkungan fisik disajikan untuk mengetahui secara sekilas tentang wilayah studi.

Metodologi klasifikasi kesesuaian lahan disampaikan dalam tulisan ini, kemudian hasil analisisnya didiskusikan. Berdasarkan bentuk lahan, wilayah studi dibagi menjadi 8 grup fisiografi, yaitu kubah gambut, aluvial, dataran tufa masam, dataran, karst, perbukitan, pegunungan dan aneka bentuk lahan. Bentuk lahan yang paling luas ditempati oleh fisiografi dataran, sementara yang paling sempit luasannya adalah fisiografi karst.

Sebagian besar lahan di wilayah studi masuk kelas sesuai untuk komoditas unggulan perkebunan, terutama untuk tanaman kelapa sawit, karet, kelapa dan kakao. Namun demikian, lahan yang sesuai tersebut didominasi oleh kelas sesuai marjinal. Sementara itu kesesuaian lahan untuk komoditas gambir sebagian besar masuk katagori tidak sesuai. Sebagian lahan yang mempunyai kelas lebih rendah dalam kesesuaian lahan aktual dapat ditingkatkan kelasnya dalam kesesuaian lahan potensial asalkan faktorfoktor

pembatas lahan dapat diperbaiki. Faktor-faktor pembatas lahan terdiri dari dua jenis, yaitu (1) faktor pembatas permanen yang tidak dapat diperbaiki, misalnya lereng, tekstur tanah, ketinggian (altitude), dan (2) faktor pembatas yang dapat diperbaiki, misalnya kesuburan lahan, unsur racun Al, kemasaman tanah.

 

kata kunci: Satuan lahan, kesesuaian lahan, GIS, Remote Sensing

 

Abstract

Land resource inventories to determine land suitabilities have become standard part of planning analysis. A study of land carriying capacity in kampar District, Riau has been done aiming to evaluate the suitability of land for plantation crops. General information regarding to physical environment of study area are presented in order to know an overview of the study area. The Methodology of land suitability classification corresponding to the selected plantation crops are briefly explained, then, the results of the study are discussed. The study area is divided into 8 group of fisiographic land units, namely, peat dome, alluvial, acid tuff plain, plain, karst, hilly, mountain and miscellaneous

landform. The largest one is occupied by plain fisiographic and the smallest one is occupied karst fisiographic. Most of the land is suitable for selected plantation crops, especially for palm oil, rubber, coconut, and cocoa. But, those of suitable land is dominated by marginally suitable category. Whereas for gambier crop shows that most of the land is classified into unsuitable category. A part of the lower class in the actual suitability could be improved to a higher class in the potential suitability depending on limiting factors. There are two types limiting factors to define land suitability, i.e., (1) permanently (un-improvable) limiting factors, such as slope, soil texture, latitude and

(2) improvable limiting factors, such as soil fertility, Al toxicity, soil acidity.

 

key word: land unit, land suitability, GIS, Remote Sensing


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29122/jtl.v13i1.1403

Refbacks

  • There are currently no refbacks.