SISTEM KULTIVASI ORGANIK PADA KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) DENGAN MEMANFAATKAN TINGKAT KEMATANGAN KOMPOS

Main Article Content

Dwi Agustiyani
Budhi Martono
Maman Rahmansyah

Abstract

Untuk mendukung suatu sistem pertanian yang berkelanjutan, praktek pertanian organic dilakukan pada kultivasi kacang tanah. Pada penelitian ini, pengkombinasian antara penggunaan bakteri pelarut fosfat (Pseudomonas sp.), bakteri penambat nitrogen (Rhizobium spp.), dan fungi pendegradasi selulosa (Trichoderma sp. dan Aspergillus

sp.) digunakan untuk inokulan. Kompos berupa bahan hijauan daun dan limbah kotoran ternak kemudian diformulasikan dengan inokulan untuk digunakan sebagai pupuk hayati. Kompos-matang dan kompos-setengah-matang fermentasi digunakan untuk pengkayaan hara tanah. Penggunaan kompos setengah matang merupakan

praktek semi-on-site-composting di dalam upaya menstimulasi pertum-buhan tanaman. Pengaruh perlakuan pada penelitian ini dievaluasi melalui pertum-buhan tanaman dan hasil polong. Tidak didapat perbedaan yang signifikan di antara perlakuan pupuk hayati, namun seluruh perlakuan memperlihatkan perbedaan yang nyata terhadap kontrol.

Oleh sebab itu, praktek pengunaan kompos setengah matang mampu mempersingkat persiapan tanam dan dapat diterapkan pada kultivasi kacang tanah. Penggunaan kompos separuh matang hasil penelitian ini dapat dipraktekan di dalam pengembangan tehnik kultivasi untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan.

 

Kata kunci : pupuk hayati, semi-on-site-composting, sistem pertanian berkelanjutan, Arachis hypogea L.

 

Abstract

In order to support a sustainable agriculture system, an organic farming purpose had been carried out all through groundnut cultivation. In this experiment, the combination of phosphate solubilizing bacteria (Pseudomonas sp.), fixing nitrogen bacteria (Rhizobium spp.), and fungal degrading cellulose (Trichoderma sp. and Aspergillus sp.) were used as inoculant. Organic substrate as a green manure compost and cattle waste was mixing with the inoculant to utilize into biofertilizer improvement. Full and half fermented compost materials designed for soil augmentation. Half fermented compost materials exploited to semi-on-site-composting practice in appropriate to fuel plant growth. Result of the treatment evaluated through plant growth and the pods yield. There have not significant  different among biofertilizer handling, and all have the exclusion to the control. As due

Article Details

Section
RESEARCH ARTICLES
Author Biographies

Dwi Agustiyani, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Pusat Penelitian Biologi

Budhi Martono, Departemen Pertanian

Balai Penelitian Pertanian

Maman Rahmansyah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Pusat Penelitian Biologi