PERAN INJEKSI AIR SECARA ARTIFISIAL DALAM UPAYA PEMULIHAN AIR TANAH DI KABUPATEN PANDEGLANG

Main Article Content

Wage Komarawidjaja
Hendra Tjahjono
Kusno Wibowo
Samsuhadi Samsuhadi

Abstract

Kajian pemodelan pemulihan air tanah ini bertujuan untuk memperolah gambaran kemungkinan mengurangi kesulitan pasokan air dimusim kemarau dengan menginjeksikan secara artificial air hujan yang berlimpah pada musim penghujan ke dalam akuifer air tanah dangkal di Kecamatan Panimbang, Cigeulis, Munjul dan

Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Hasil pemodelan pemulihan air tanah dangkal di empat Kecamatan tersebut memberikan gambaran bahwa : (a) program pemulihan air tanah dangkal dapat dilakukan dengan memasukkan kembali air hujan melalui sumur, (b) dari segi pemanfaatan air, pengembalian air hujan kedalam tanah dapat menjadikan ketersediaan air tanah menjadi meningkat.

 

Kata kunci : pemulihan air tanah, injeksi air secara artifisial.

 

Abstract

Recovery of groundwater modeling study aims to gain an overview possibility of reducing the dry season water supply difficulties by artificially injecting abundant rain water during the rainy season into the shallow groundwater aquifers in the District of Panimbang, Cigeulis, Munjul and Pagelaran of Pandeglang Regency, The results of

modeling the recovery of shallow ground water in the four district is the idea that: (a) shallow groundwater recovery program can be done by incorporating rainwater back through wells, (b) in terms of water use, return of rainwater into the shallow groundwater aquifers make the water availability be increased.

 

Key words: ground water recovery, artificial

Article Details

Section
RESEARCH ARTICLES
Author Biographies

Wage Komarawidjaja, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Pusat Teknologi Lingkungan

Hendra Tjahjono, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Pusat Teknologi Lingkungan

Kusno Wibowo, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Pusat Teknologi Lingkungan

Samsuhadi Samsuhadi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Pusat Teknologi Lingkungan

Most read articles by the same author(s)

> >>