PENGARUH KELIMPAHAN SEL MIKROALGAE AIR TAWAR (Chlorella sp.) TERHADAP PENAMBATAN KARBONDIOKSIDA = Effect of Microalgae Cell Density (Chlorella sp) on Absorption of Carbondioxide

Main Article Content

Nida Sopiah
Adi Mulyanto
Sindi Sehabudin

Abstract

Chlorella sp. is a single-cell microalgae that lives in aquatic environment. It grows and develops
by making use of sunlight as an energy source and carbon dioxide (CO2) as carbon source. Chlorella sp. can be utilized as biological agents in reducing CO2 gas emissions in the atmosphere. The purpose of this experiment was to assess the influence of microalgae’s
increasing density to its capability in absorbing CO2.The air which contains CO2 was injected to aclosed photobioreactor intermittently by an aerator. The flow rate applied was 2.5 liters/minute.
Research result identified that amount of CO2 sequestered by Chlorella sp. in photobioreactor system was equal with increasing of microalgae biomass density. Sequestration of CO2 in
photobioreactor significantly increased at the afternoon because occurring of photosynthesis process. This phenomenon was identified by difference of CO2 concentration during morning and
afternoon toward photobioreactor number 1, 2, and 3. The difference was in between 0.15 % -2.40 %; 0.05 % - 2.30 %; and 0.51 % - 2.74 % respectively. Capability of cell on sequestering of
CO2 increased amounting of 102 – 167.2 % per day.
Keywords: Chlorella sp, carbondioxide, sequestration, microalgae abundance
Abstrak Chlorella sp. merupakan mikroalgae bersel tunggal yang hidup di lingkungan perairan, tumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi dan
karbondioksida sebagai sumber karbon. Chlorella sp. dapat dimanfaatkan sebagai agensia hayati dalam menurunkan emisi gas CO2 di atmosfer. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji
pengaruh kelimpahan Chlorella sp. terhadap penambatan karbon dioksida dalam mereduksi emisi karbondioksida. Pada penelitian ini, gas CO2 diinjeksikan ke dalam fotobioreaktor sistem
tertutup dengan sistem intermiten dan supply oksigen menggunakan aerator dengan debit sebesar 2,5 liter/menit. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah karbondioksida yang
ditambat oleh Chlorella sp. dalam sistem fotobioreaktor setara dengan penambahan kelimpahan biomassa mikroalgae. Panambatan karbondioksida pada fotobioreaktor mengalami peningkatan
sangat signifikan pada siang hari karena adanya proses fotosintesis yang ditunjukkan dengan adanya selisih konsentrasi CO2 saat pagi dan sore hari pada masing-masing fotobioreaktor 1, 2 dan 3 berkisar antara 0,15 % - 2,40 %; 0,05 % - 2,30 % dan 0,51 % - 2,74 %. Sedangkan
efisiensi kemampuan penambatan CO2 oleh setiap sel Chlorella sp. selama 21 hari dibandingkan terhadap inokulasi hari pertama menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai efisiensi
masing-masing 67,2 %; 144,6 %; 222,6 %; 308,8 %; 364,2 %; 416,1 %; 447,0 %; 470,8 %; 505,9%; 555,0 %; 571,4 %; 581,0 %; 587,7 %; 612,6 %; 626,6 %; 656,6 %; 684,7 %; 715,3 %; 733,9
%; dan pada hari ke-21 meningkat sebesar 750,5 %. Dan kemampuan setiap sel dalam menambat CO2 setiap hari mampu meningkatkan sebesar 102 % -167,2 %. Kata Kunci : Chlorella sp., karbondioksida, penambatan, kelimpahan mikroalga

Article Details

Section
RESEARCH ARTICLES
Author Biographies

Nida Sopiah, Badan Teknologi Dan Penerapan Teknologi

PENGARUH KELIMPAHAN SEL MIKROALGAE AIR
TAWAR (Chlorella sp.) TERHADAP PENAMBATAN
KARBONDIOKSIDA
Effect of Microalgae Cell Density (Chlorella sp) on Absorption of
Carbondioxide
Nida Sopiah, Adi Mulyanto, Sindi Sehabudin
Balai Teknologi Lingkungan
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi,
Gedung Geostech 820 Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15314
Email: nida.sopiah@bppt.go.id
Diterima: 16 Agustus 2012; Dikoreksi: 31 Agustus 2012; Disetujui: 08 September 2012

Abstract

Chlorella sp. is a single-cell microalgae that lives in aquatic environment. It grows and develops
by making use of sunlight as an energy source and carbon dioxide (CO2) as carbon source.
Chlorella sp. can be utilized as biological agents in reducing CO2 gas emissions in the
atmosphere. The purpose of this experiment was to assess the influence of microalgae’s
increasing density to its capability in absorbing CO2.The air which contains CO2 was injected to a
closed photobioreactor intermittently by an aerator. The flow rate applied was 2.5 liters/minute.
Research result identified that amount of CO2 sequestered by Chlorella sp. in photobioreactor
system was equal with increasing of microalgae biomass density. Sequestration of CO2 in
photobioreactor significantly increased at the afternoon because occurring of photosynthesis
process. This phenomenon was identified by difference of CO2 concentration during morning and
afternoon toward photobioreactor number 1, 2, and 3. The difference was in between 0.15 % -
2.40 %; 0.05 % - 2.30 %; and 0.51 % - 2.74 % respectively. Capability of cell on sequestering of
CO2 increased amounting of 102 – 167.2 % per day.
Keywords: Chlorella sp, carbondioxide, sequestration, microalgae abundance

Abstrak

Chlorella sp. merupakan mikroalgae bersel tunggal yang hidup di lingkungan perairan, tumbuh

dan berkembang dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi dan
karbondioksida sebagai sumber karbon. Chlorella sp. dapat dimanfaatkan sebagai agensia hayati
dalam menurunkan emisi gas CO2 di atmosfer. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji
pengaruh kelimpahan Chlorella sp. terhadap penambatan karbon dioksida dalam mereduksi
emisi karbondioksida. Pada penelitian ini, gas CO2 diinjeksikan ke dalam fotobioreaktor sistem
tertutup dengan sistem intermiten dan supply oksigen menggunakan aerator dengan debit
sebesar 2,5 liter/menit. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah karbondioksida yang
ditambat oleh Chlorella sp. dalam sistem fotobioreaktor setara dengan penambahan kelimpahan
biomassa mikroalgae. Panambatan karbondioksida pada fotobioreaktor mengalami peningkatan
sangat signifikan pada siang hari karena adanya proses fotosintesis yang ditunjukkan dengan
adanya selisih konsentrasi CO2 saat pagi dan sore hari pada masing-masing fotobioreaktor 1, 2
dan 3 berkisar antara 0,15 % - 2,40 %; 0,05 % - 2,30 % dan 0,51 % - 2,74 %. Sedangkan
efisiensi kemampuan penambatan CO2 oleh setiap sel Chlorella sp. selama 21 hari dibandingkan
terhadap inokulasi hari pertama menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai efisiensi
masing-masing 67,2 %; 144,6 %; 222,6 %; 308,8 %; 364,2 %; 416,1 %; 447,0 %; 470,8 %; 505,9
%; 555,0 %; 571,4 %; 581,0 %; 587,7 %; 612,6 %; 626,6 %; 656,6 %; 684,7 %; 715,3 %; 733,9
%; dan pada hari ke-21 meningkat sebesar 750,5 %. Dan kemampuan setiap sel dalam
menambat CO2 setiap hari mampu meningkatkan sebesar 102 % -167,2 %.
Kata Kunci : Chlorella sp., karbondioksida, penambatan, kelimpahan mikroalga

Adi Mulyanto, Bandan Teknologi Dan Penerapan Teknologi

PENGARUH KELIMPAHAN SEL MIKROALGAE AIR
TAWAR (Chlorella sp.) TERHADAP PENAMBATAN
KARBONDIOKSIDA
Effect of Microalgae Cell Density (Chlorella sp) on Absorption of
Carbondioxide
Nida Sopiah, Adi Mulyanto, Sindi Sehabudin
Balai Teknologi Lingkungan
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi,
Gedung Geostech 820 Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15314
Email: nida.sopiah@bppt.go.id
Diterima: 16 Agustus 2012; Dikoreksi: 31 Agustus 2012; Disetujui: 08 September 2012

Abstract

Chlorella sp. is a single-cell microalgae that lives in aquatic environment. It grows and develops
by making use of sunlight as an energy source and carbon dioxide (CO2) as carbon source.
Chlorella sp. can be utilized as biological agents in reducing CO2 gas emissions in the
atmosphere. The purpose of this experiment was to assess the influence of microalgae’s
increasing density to its capability in absorbing CO2.The air which contains CO2 was injected to a
closed photobioreactor intermittently by an aerator. The flow rate applied was 2.5 liters/minute.
Research result identified that amount of CO2 sequestered by Chlorella sp. in photobioreactor
system was equal with increasing of microalgae biomass density. Sequestration of CO2 in
photobioreactor significantly increased at the afternoon because occurring of photosynthesis
process. This phenomenon was identified by difference of CO2 concentration during morning and
afternoon toward photobioreactor number 1, 2, and 3. The difference was in between 0.15 % -
2.40 %; 0.05 % - 2.30 %; and 0.51 % - 2.74 % respectively. Capability of cell on sequestering of
CO2 increased amounting of 102 – 167.2 % per day.
Keywords: Chlorella sp, carbondioxide, sequestration, microalgae abundance

Abstrak

Chlorella sp. merupakan mikroalgae bersel tunggal yang hidup di lingkungan perairan, tumbuh
dan berkembang dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi dan
karbondioksida sebagai sumber karbon. Chlorella sp. dapat dimanfaatkan sebagai agensia hayati
dalam menurunkan emisi gas CO2 di atmosfer. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji
pengaruh kelimpahan Chlorella sp. terhadap penambatan karbon dioksida dalam mereduksi
emisi karbondioksida. Pada penelitian ini, gas CO2 diinjeksikan ke dalam fotobioreaktor sistem
tertutup dengan sistem intermiten dan supply oksigen menggunakan aerator dengan debit
sebesar 2,5 liter/menit. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah karbondioksida yang
ditambat oleh Chlorella sp. dalam sistem fotobioreaktor setara dengan penambahan kelimpahan
biomassa mikroalgae. Panambatan karbondioksida pada fotobioreaktor mengalami peningkatan
sangat signifikan pada siang hari karena adanya proses fotosintesis yang ditunjukkan dengan
adanya selisih konsentrasi CO2 saat pagi dan sore hari pada masing-masing fotobioreaktor 1, 2
dan 3 berkisar antara 0,15 % - 2,40 %; 0,05 % - 2,30 % dan 0,51 % - 2,74 %. Sedangkan
efisiensi kemampuan penambatan CO2 oleh setiap sel Chlorella sp. selama 21 hari dibandingkan
terhadap inokulasi hari pertama menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai efisiensi
masing-masing 67,2 %; 144,6 %; 222,6 %; 308,8 %; 364,2 %; 416,1 %; 447,0 %; 470,8 %; 505,9
%; 555,0 %; 571,4 %; 581,0 %; 587,7 %; 612,6 %; 626,6 %; 656,6 %; 684,7 %; 715,3 %; 733,9
%; dan pada hari ke-21 meningkat sebesar 750,5 %. Dan kemampuan setiap sel dalam
menambat CO2 setiap hari mampu meningkatkan sebesar 102 % -167,2 %.
Kata Kunci : Chlorella sp., karbondioksida, penambatan, kelimpahan mikroalga

Sindi Sehabudin, Badan Teknologi Dan Penerapan Teknologi

PENGARUH KELIMPAHAN SEL MIKROALGAE AIR
TAWAR (Chlorella sp.) TERHADAP PENAMBATAN
KARBONDIOKSIDA
Effect of Microalgae Cell Density (Chlorella sp) on Absorption of
Carbondioxide
Nida Sopiah, Adi Mulyanto, Sindi Sehabudin
Balai Teknologi Lingkungan
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi,
Gedung Geostech 820 Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15314
Email: nida.sopiah@bppt.go.id
Diterima: 16 Agustus 2012; Dikoreksi: 31 Agustus 2012; Disetujui: 08 September 2012

Abstract

Chlorella sp. is a single-cell microalgae that lives in aquatic environment. It grows and develops
by making use of sunlight as an energy source and carbon dioxide (CO2) as carbon source.
Chlorella sp. can be utilized as biological agents in reducing CO2 gas emissions in the
atmosphere. The purpose of this experiment was to assess the influence of microalgae’s
increasing density to its capability in absorbing CO2.The air which contains CO2 was injected to a
closed photobioreactor intermittently by an aerator. The flow rate applied was 2.5 liters/minute.
Research result identified that amount of CO2 sequestered by Chlorella sp. in photobioreactor
system was equal with increasing of microalgae biomass density. Sequestration of CO2 in
photobioreactor significantly increased at the afternoon because occurring of photosynthesis
process. This phenomenon was identified by difference of CO2 concentration during morning and
afternoon toward photobioreactor number 1, 2, and 3. The difference was in between 0.15 % -
2.40 %; 0.05 % - 2.30 %; and 0.51 % - 2.74 % respectively. Capability of cell on sequestering of
CO2 increased amounting of 102 – 167.2 % per day.
Keywords: Chlorella sp, carbondioxide, sequestration, microalgae abundance

Abstrak

Chlorella sp. merupakan mikroalgae bersel tunggal yang hidup di lingkungan perairan, tumbuh
dan berkembang dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi dan
karbondioksida sebagai sumber karbon. Chlorella sp. dapat dimanfaatkan sebagai agensia hayati
dalam menurunkan emisi gas CO2 di atmosfer. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji
pengaruh kelimpahan Chlorella sp. terhadap penambatan karbon dioksida dalam mereduksi
emisi karbondioksida. Pada penelitian ini, gas CO2 diinjeksikan ke dalam fotobioreaktor sistem
tertutup dengan sistem intermiten dan supply oksigen menggunakan aerator dengan debit
sebesar 2,5 liter/menit. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah karbondioksida yang
ditambat oleh Chlorella sp. dalam sistem fotobioreaktor setara dengan penambahan kelimpahan
biomassa mikroalgae. Panambatan karbondioksida pada fotobioreaktor mengalami peningkatan
sangat signifikan pada siang hari karena adanya proses fotosintesis yang ditunjukkan dengan
adanya selisih konsentrasi CO2 saat pagi dan sore hari pada masing-masing fotobioreaktor 1, 2
dan 3 berkisar antara 0,15 % - 2,40 %; 0,05 % - 2,30 % dan 0,51 % - 2,74 %. Sedangkan
efisiensi kemampuan penambatan CO2 oleh setiap sel Chlorella sp. selama 21 hari dibandingkan
terhadap inokulasi hari pertama menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai efisiensi
masing-masing 67,2 %; 144,6 %; 222,6 %; 308,8 %; 364,2 %; 416,1 %; 447,0 %; 470,8 %; 505,9
%; 555,0 %; 571,4 %; 581,0 %; 587,7 %; 612,6 %; 626,6 %; 656,6 %; 684,7 %; 715,3 %; 733,9
%; dan pada hari ke-21 meningkat sebesar 750,5 %. Dan kemampuan setiap sel dalam
menambat CO2 setiap hari mampu meningkatkan sebesar 102 % -167,2 %.
Kata Kunci : Chlorella sp., karbondioksida, penambatan, kelimpahan mikroalga

Most read articles by the same author(s)

> >>