EVALUASI KESUBURAN EKOSISTEM PADANG LAMUN DENGAN MENGGUNAKAN BIOINDIKATOR FITOPLANKTON DI PULAU KARIMUNJAWA, JAWA TENGAH

Main Article Content

Yayuk Sugianti

Abstract

Ekosistem padang lamun mempunyai fungsi yang sangat penting sebagai stabilitas dan penahan sedimen, mengembangkan sedimentasi, mengurangi dan memperlambat pergerakan gelombang, sebagai daerah feeding, nursery, dan spawning ground. Namun pemanfaatannya ternyata telah menimbulkan permasalahan pencemaran dan mengakibatkan kerusakan. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut digunakanlah fitoplankton sebagai bioindikator, karena beberapa organisme fitoplankton bersifat toleran dan mempunyai respon yang berbeda terhadap perubahan kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tingkat kesuburan dan pencemaran air pada ekosistem lamun di perairan Pulau Karimunjawa. Penelitian dilakukan pada 4 stasiun yaitu Ujung Gelam, Legon Lele, Menjangan Besar, dan Cikmas. Berdasarkan hasil penelitian Tingkat kesuburan pada ekosistem lamun di perairan Pulau Karimunjawa berdasarkan bioindikator fitoplankton termasuk dalam kondisi sedang, dengan tingkat pencemaran ringan. Adanya jenis fitoplankton dominan Nitzschia sp dari kelas Bacillariophyceae perlu diantisipasi keberadaannya supaya tidak menimbulkan dampak negatif bagi organisme di dalamnya. Karena fitoplankton jenis ini terbukti menjadi sumber asam domoic (DA) yang beracun dan sangat berbahaya bagi manusia, mamalia laut, dan burung laut.

Kata Kunci : bioindikator, fitoplankton, padang lamun

 

Article Details

Section
RESEARCH ARTICLES