PENDEKATAN SANITASI UNTUK PEMULIHAN KONDISI AIR TANAH DI PERKOTAAN STUDI KASUS : KOTA CIMAHI, JAWA BARAT

Elis Hastuti, Reni Nuraeni

Abstract


Peningkatan pemanfaatan air tanah dan sarana sanitasi setempat yang tidak dikelola di permukiman padat telah berdampak negatif terhadap sistem air tanah, dengan terjadi penurunan muka air tanah dan pencemaran air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh tingkat pemakaian air dan pengembangan pengelolaan air imbuhan di zona-zona pemanfaatan air tanah Cekungan Air Tanah (CAT) Bandung, khususnya di Kota Cimahi, Jawa Barat. Pengelolaan air imbuhan di permukiman perkotaan dapat dilakukan dengan pendekatan sanitasi, diantaranya melalui metoda resapan air tanah dari air hujan atau dari air olahan suatu instalasi pengolahan air limbah. Sehingga klasifikasi zona aman
air tanah dapat berkelanjutan dan zona rawan atau kritis dapat dilakukan pencegahan dan penanganan di sumber imbuhan. Peresapan curah hujan buatan (artificial recharge) di zona-zona pemanfaatan air tanah dapat menghasilkan peningkatan sebesar 84,97 % dari jumlah total air yang teresapkan secara
alami. Sementara itu berkembangnya sanitasi on site dengan sistem cubluk, cenderung mencemari air tanah. Hal ini dapat dicegah dengan pengelolaan air limbah skala lingkungan, yang bertujuan menghasilkan air olahan yang dapat digunakan kembali atau untuk pengisian air tanah. Pengisian air tanah dari air olahan instalasi pengolahan air limbah skala lingkungan penting untuk mempertimbangkan ketersediaan lahan, kemudahan pengelolaan dan kesehatan masyarakat. Beberapa cara diantaranya
dapat menerapkan beberapa tahap pengolahan dengan sistem biofilm, lahan basah buatan sistem aliran di bawah permukaan kemudian pengisian air tanah melalui filtrasi granular.


Kata kunci : Air tanah, imbuhan, sanitasi , air hujan, air olahan


Full Text:

PDF

References


Putranto, Triadi, Thomas, (2011), Aliran Air Tanah Dalam Konsep Pengelolaan Air Tanah berbasis Cekungan. Proceeding Olimpiade Karya Tulis Inovatif (OKTI).

Graham, P., Jay, and Polizzotto, L., Matthew, (2013), Pit Latrines and Their Impacts on Groundwater Quality: A Systematic Review. Environmental Health Perspectives, vol. 121, No. 5.

Prawati, Eri, MT, ST, (2011), Studi dan Pemodelan Air Tanah Akibat Pemompaan. Tapak, Vol.1, no.1.

Hindarko, S., (2003), Mengolah Air Limbah. Jakarta: Penerbit Esha Seri Lingkungan Hidup.

Hendrayana, Dr., Heru, (2012), Dampak Pemanfaatan Air Tanah. Geological Engineering Dept., Faculty of Engineering, Gadjah Mada University.

Kodoatie RJ, Sjarief R, (2008), Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Ed rev. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Nurliana, Leni dan Widodo, Eko, Lilik, (2009), Potensi Imbuhan Dan Imbuhan Air Tanah Cekungan Air Tanah Bandung. JTM Vol. XVI No. 4/2009/261.

Blarasin M., L. Maldonado, F. Becher Quinodoz, N. Alincastro, A. Cabrera, E. Matteoda, J. Giuliano Albo, (2015), Assessment Of Groundwater Recharge And Discharge Processes In A Loessical Aquifer Using A New Computer Code. Journal Of Environmental Hydrology , Vol. 23.

Daigger, T., Glen, (2008), New Approaches and Technologies for Wastewater Management. The Bridge Fall-Technologies for Clean Water, vol. 38, No. 3.

Hafidh, Ridwan , Kartika, Fibriliana , Farahdiba, Ulfah, Aulia, (2016), Keberlanjutan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) Berbasis Masyarakat, Gunung Kidul, Yogyakarta. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, Volume 8, Nomor 1: 46-55.

Philip, Ralph, (2011), SWITCH Training kit, Integrated Urban Water Management in the City of the Future. Module 5 Wastewater - Exploring the options, ICLEI European Secretariat GmbH, Freiburg, Germany.

Pemerintah Propinsi Jawa Barat, (2013), Rencana Aksi Mitigasi Dan Adaptasi Perubahan Iklim Dalam Kerangka Pengelolaan Sumberdaya Air Das Citarum Di Kota Cimahi, Climate Change Mitigation and Adaptation Action Plans, Under Framework Water Resource Management at Citarum River.

Pemerintah Kota Cimahi, (2011), Database Sarana dan Prasarana Air Bersih Kota Cimahi.

Hamandi, Dadi, Iskandar, Nanar dan Arief, Salahudin, (2006), Konservasi Air Tanah di Daerah Bandung dan Sekitarnya. Buletin Geologi Tata Lingkungan, vol. 16, no.2 : 41-57.

Pemerintah Kota Cimahi. 2012. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Cimahi 2012-2032.

Igusman, Iqbal, dan Purwadi, Didiek, (2014), Pengaruh Sistem Sanitasi Terhadap Kualitas Air Sumur Dangkal Pada Perumahan Tipe Kecil Di Kota Mojokerto. Rekayasa Teknik Sipil Vol. 3 Nomer 3/rekat/14: 195 – 204.

Effendi, Hefni, (2003), Telaahan Kualitas Air–Bagi Pengelola Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius, Yogyakarta.

Hutasoit, L.M., (2009), Kondisi Permukaan Air Tanah dengan dan tanpa Peresapan Buatan di Daerah Bandung: Hasil Simulasi Numerik. Jurnal Geologi Indonesia, Vol.4 No. 3: 177-188.

Pemerintah Kota Cimahi. 2013. Laporan Akhir-Identifikasi Potensi Muka Air Tanah di Kota Cimahi.

Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, (2015), Laporan Advis Teknis IPAL Kota Cimahi.

Pemerintah Kota Cimahi, (2015), Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik.

Hammer, (2008), Constructed Wetland for Wastewater Treatment: Municipal, Industrial, and Agricultural. Vol. 4 no 4, Chelsea, Lewis Publisher.

Anabella, Ferral, Martin, Tagle, Sarmiento, Eugenia, Alaniz, Alberto, Ferral, (2014), Assessment, Monitoring And Protection Of Groundwater Pollution In Urban Areas -Cordoba City – Argentina. European Scientific Journal special edition vol.3 ISSN: 1857 – 7881 (Print) e - ISSN 1857- 7431.

Packialakshmi, S., Balaji and T. Kumaresan, (2015), Inducing Recharge of Groundwater by Treated Waste Water - A Pilot Study in Southern Chennai Metropolitan Area. Indian Journal of Science and Technology, Vol. 8 (11), DOI: 10.17485/ijst/2015/v8i11/71806, ISSN (Online) : 0974-5645.




DOI: https://doi.org/10.29122/jtl.v18i1.1664

Refbacks

  • There are currently no refbacks.