Jejak Karbon Individu Pegawai di Instansi Pemerintah Studi Kasus Pegawai Pemerintahan di Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan

Arif Dwi Santoso

Abstract


Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfir bumi sebagian besar disebabkan oleh gas karbon dioksida (CO2), termasuk didalamnya adalah emisi gas karbondiosida yang dihasilkan dari aktivitas individu manusia dalam waktu tertentu yang disebut jejak karbon atau carbon footprint. Dalam penelitian ini jejak karbon individu dihitung dari berbagai aktivitas individu yang berpotensi menghasilkan emisi terhadap 35 sampel pegawai yang bekerja pada Instansi Pemerintah di kawasan Puspiptek Tangerang Selatan. Perhitungan jejak karbon dilakukan dengan menggunakan perhitungan emisi faktor yang telah diadaptasi dari sumber yang terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai yang berkantor di kawasan Puspiptek secara rutin mengemisikan gas karbon sebesar 3.1 - 6.6 ton CO2-e/orang/tahun  atau rata-rata 4,96 ±1,23 ton CO2-e/orang/tahun.  Emisi karbon terdistribusi untuk aktivitas transportasi sebesar 2,3 ±0,78 ton CO2-e/ orang/tahun, konsumsi makanan sebesar sebesar 1,35 ±0,27 ton CO2-e/orang/tahun, hiburan 0,34 ±0,13 ton CO2-e/ orang/tahun, sampah 0,29 ±0,05 ton CO2-e/orang/tahun dan keperluan lainnya 0,39 ±0,02 ton CO2-e/orang/tahun. Hasil investigasi menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara emisi karbon yang dikeluarkan oleh pegawai laki-laki dan pegawai perempuan. Pegawai laki-laki mengemisikan gas karbon sebesar 4,965 ton CO2-e/orang/tahun sedangkan pegawai perempuan sebesar 4,923 ton CO2-e/orang/tahun. Tingginya aktivitas kantor yang diwakili oleh pegawai  dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi meningkatkan emisi. Demikian pula dengan semakin tinggi gaji pegawai mempengaruhi tingginya emisi karbon secara signifikan.

Kata kunci : pemanasan global, gas rumah kaca (GRK), jejak karbon, pegawai Instansi Pemerintah

 


Full Text:

PDF

References


Anonim, (2012). Buku Referensi Pedoman Pelaksanaan Rencana Aksi Penurunan Emisi Gas rumah kaca, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencaaan Pembangunan Nasional, Jakarta

Saragih H., (2009), Pemerintah Indonesia tidak serius mengatasi perubahan iklim diunduh dari http://www.spi.or.id/pemerintah-indonesia-tidak-serius-mengatasi-perubahan-iklim/ (dilihat 14 April 2017).

Eggleston, S., Leandro B., Kyoko M., Todd N., dan Tanabe K., (2006) Inter-governmental Panel on Climate Change (IPCC) Guidelines for National Green House Gas Inventories. Published by the Institute for Global Environmental Strategies (IGES), Hayama, Japan

Anonim, (2016), Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia (Final ed.), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pusat Data dan Informasi Sumber Daya Mineral dan Energi, ESDM Press, Jakarta.

Rahayu, M. (2011). Hutang Karbon dan Isu Pemanasan Global. Diunduh dari http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=4&jd=Hutang+Karbon+dan+Isu+Pemanasan+Global&dn=20110613051316 (dilihat 14 April 2017).

Armel, M., Diah, R., dan Moekti H.S. 2004. Bumi makin panas ancaman perubahan iklim di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup.Jakarta.

Astari, R. G., (2012), Studi Jejak Karbon Dari Aktivitas Permukiman Di Kecamatan Pademangan Kotamadya Jakarta Utara. Depok: Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Indonesia.

Anonim, (2007), Ecological Footprint: Overview, Global Footprint Network, available from http://www.footprintnetwork.org/gfn_sub.php?content=footprint_overview (viewed March 3, 2017)

Padgett, JP, A.C. Steinemann, J.H. Clarke, & M.P. Vandenbergh, (2008), A comparison of carbon calculators, Environmental Impact Assessment Review, 28: 106–115.

Anonim, (2011), Kalkulator jejak karbon, Institute for Essential Services Reforms (IESR), available from http://karbonkalkulator.iesr-indonesia.org/index.php/member/home (viewed March 10, 2017).

Sumanto. M.A. , (1995) , Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan, Yogyakarta : Andi Offset.

Dodge, Y. (2003). The Oxford Dictionary of Statistical Terms, OUP. Oxford University Press Inc., New York.

Anonim, (2010), household calculator, University of California, aviable at http://coolclimate.berkeley.edu.usvi_calc (viewed February 20, 2017).

Shirley R., C. Jones, D. Kammen, (2012), A household carbon footprint calculator for islands: Case study of the United States Virgin Islands, Ecological Economics, 80:8–14.

Anonim, (2010), Calculator in excel, United States Environmental Protection Agency, available from http://www.epa.gov/climatechange/emissions/ ind_calculator.html (viewed March 11, 2017).

Anonim, (2010), Carbon footprint calculator, United States Department of Energy, available from https://energy.gov/eere/sunshot/downloads/carbon-footprint-calculator (viewed March 11, 2017).

Scarborough P., P.N. Appleby, A. Mizdrak, A.D.M. Sbriggs, R.C. Travis, K.E. Bradbury, & J.K. Timothy, (2014), Dietary greenhouse gas emissions of meat-eaters, fish-eaters, vegetarians and vegans in the UK, Climatic Change, 125:179–192.

Roy P, D. Nei, T. Orikasa, Q. Xu, H. Okadome, N. Nakamura, T. Shiina, (2009), A review of life cycle assessment (LCA) on some food products. J Food Eng, 90(1):1–10.

Wilson R., (2013), Carbon Counter available from http://www.carboncounter.org/(viewed May 11, 2017).

Utaraskul T., (2015), Carbon Footprint of Environmental Sciences Students in Suan Sunandha Rajabhat university, Thailand, Procedia-Social and Behavioral Sciences, 197: 1156-1160.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal ini Diindeks oleh :