TEKNOLOGI KONSERVASI UNTUK PENANGANAN KAWASAN RESAPAN AIR DALAM SUATU DAERAH ALIRAN SUNGAI

Mardi Wibowo

Abstract


Perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat mengakibatkan kebutuhan akan air juga akan meningkat. Kebutuhan air bersih saat ini umumnya dipenuhi dari air tanah, padahal jumlah air tanah relatif tetap dan cenderung menurun karena berkurangnya resapan air ke dalam air tanah, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pemasukan dengan pengambilan air tanah. Untuk itulah perlu dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan pemasukan (recharge) air tanah. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan menetapkan kawasan-kawasan resapan air sebagai kawasan lindung selain itu perlu dikembangkan pula berbagai macam teknologi konservasi yang lebih pro- aktif baik yang bersifat vegetatif maupun non-vegetatif. Beberapa alternatif teknologi konservasi untuk meningkatkan imbuhan/resapan air ke dalam tanah adalah :
1. Melakukan upaya rehabilitasi lahan dan konservasi tanah baik secara vegetatif
     seperti : reboisasi, hutan kemasyarakatan, strip cropping system, tumpangsari,
     dll; maupun secara mekanis/teknis seperti : terasering, saluran/parit jebakan,
     bangunan bendung penahan, dll
2. Melakukan imbuhan buatan, dengan cara sistem imbas, injeksi, ditch and
     forrow dan spreading recharge.
3. Pembuatan sistem peresapan air hujan seperti sumur resapan atau parit
     resapan.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jtl.v4i1.266

Refbacks

  • There are currently no refbacks.