Pengurangan Emisi CO2 dari Pemanfaatan Limbah Pelepah Kelapa Sawit pada Produksi Batako Serat

Zainuri Zainuri, Dedi Zargustin, Gusneli Yanti, Shanti Wahyuni Megasari

Abstract


ABSTRACT

Palm oil midrib waste has not been utilized so far, so it has potentially contributed CO2 emissions into the atmosphere. The area of oil palm plantations in Riau province in 2015 was 2,400,900 hectares and in 2016 increased by 2,430,500 hectares. The oil palm midrib waste produced by 148 trees per hectare is 3.108 tons/month or 37.296 tons/year. It means that with 2,430,500 hectares of palm plantations, the resulting waste is 90,647,928 tons/year. The waste can affect the environment. If the palm oil midribs that have been cut and then stacked or burned will contribute large CO2 emissions to the environment. One of the efforts to utilize palm oil midrib waste is to use the fiber as an added material in the brick making. The purpose of this study is to calculate the reduction of CO2 emissions by utilizing palm oil midrib waste on fiber-brick production. The method used in this research is a descriptive method. The research carried out is quantitative with an experimental approach and laboratory research. The findings of this study are that the utilization of palm oil midrib fibers which are used as additives to the manufacture of fiber-brick concrete can reduce carbon dioxide (CO2) emissions by 231,420.06 tons/year. The conclusion of this study is that CO2 emissions produced from fiber-brick production machines in 1 m3 are 0.00179 ton and CO2 emissions that can be reduced by utilizing palm oil midrib fiber as an additive to fiber-brick production by 231,420.06 tons/year. 

Keywords: CO2, emissions, oil palm, midrib

ABSTRAK

Limbah pelepah kelapa sawit selama ini masih belum dimanfaatkan, sehingga berpotensi menyumbangkan emisi CO2 ke udara. Luas perkebunan kelapa sawit yang ada di provinsi Riau tahun 2015 adalah 2.400.900 hektar dan pada tahun 2016 meningkat sebesar 2.430.500 hektar. Limbah pelepah kelapa sawit yang dihasilkan oleh 148 pohon per hektar adalah 3,108 ton/bulan atau 37,296 ton/tahun. Artinya, dengan luas perkebunan sawit 2.430.500 hektar, maka limbah yang dihasilkan sebesar 90.647.928 ton/tahun. Limbah tersebut dapat berpengaruh terhadap lingkungan. Apabila pelepah kelapa sawit yang telah dipotong lalu ditumpuk atau dibakar akan menyumbangkan emisi CO2 yang besar terhadap lingkungan. Salah satu upaya memanfaatkan limbah pelepah kelapa sawit adalah memakai seratnya sebagai bahan tambah dalam pembuatan batako. Tujuan penelitian ini untuk menghitung pengurangan emisi CO2 dengan dimanfaatkannya limbah pelepah kelapa sawit pada produksi batako-serat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian yang dilaksanakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan eksperimental dan riset laboratorium. Temuan penelitian ini adalah bahwa pemanfaatan serat pelepah kelapa sawit yang dijadikan sebagai bahan tambah pada pembuatan batako-serat dapat mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 231.420,06 ton/tahun. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa emisi CO2 yang dihasilkan dari mesin produksi batako-serat dalam 1 m3 adalah 0,00179 ton/m3 dan emisi CO2 yang dapat dikurangi dengan memanfaatkan serat pelepah kelapa sawit sebagai bahan tambah pada produksi batako-serat sebesar 231.420,06 ton/tahun.

Kata kunci: CO2, emisi, kelapa sawit, pelepah


Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Indonesia. (2017). Statistik Indonesia 2017. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Zainuri, Z., Yanti, G., & Megasari, S. W. (2018). Utilization of Palm Oil Stem Wastes From Pekanbaru and Dumai as Added Materials of Making Brick-Fibert. American Journal of Engineering Research (AJER). 7(3), 23-29.

Maswar, Haridjaja, O., Sabiham, S. & Noordwijk, M. V. (2011). Cadangan, Kehilangan dan Akumulasi Karbon Pada Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Gambut Tropika. Jurnal Solum, 8(1), 1-10.

Zainuri, Z., Yanti, G., & Megasari, S. W. (2017). Analisis Kuat Tekan Batako dengan Penambahan Serat Pelepah Kelapa Sawit. Seminar Nasional Strategi Pengembangan Infrastruktur ke-3 “Pengembangan Infrastruktur Dan Technopreneurship Untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa”. 27 Juli 2017. Padang.

Zainuri, Z., Yanti, G., & Megasari, S. W. (2018). Optimasi Metode Pemisahan Serat Pelepah Kelapa Sawit Terhadap Kuat Tekan Bata Ringan. Jurnal Teknik Sipil Siklus, 4(2), 80-90.

Garg, A., Kazunari, K., & Pulles, T. (2006). 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories Volume 2 Energy. IPCC National Greenhouse Gas Inventories Programme. Japan : IGES (Institute for Global Environmental Strategies), ISBN 4-88788-032-4.

Zainuri, Z., Zargustin, D., Yanti, G., & Megasari, S. W. (2018). Analysis Palm Oil Midrib Fiber Brick Against Compressive Strength, Cost of Production and CO2 Emissions. International Conference on Environment ang Technology (IC-Tech) 2018 “The Challenges of Environment and Technology in the Industrial Revolusion 4.0”. 10th - 11th August, 2018. Universitas Lancang Kuning Pekanbaru. Indonesia.

Saharjo, B. H., Putra, E. I., & Putra, R. M. (2013). Pendugaan Emisi Karbon (CO2) akibat Kebakaran Hutan dan Lahan pada Berbagai Tipe Penutupan Lahan di Propinsi Riau Tahun 2000-2009. Jurnal Silvikultur Tropika, 4(3), 130-135.

Bulfas, J. (2008). Teknologi Pengolahan Kayu Sawit Menjadi Solid Wood dan Playwood. Ekspose/Alih teknologi badan penelitian dan pengembangan kehutanan. 16-17 Desember 2008. Pekanbaru, Riau.

Yulianti, N. (2009). Cadangan karbon Lahan Kambut Dari Agroekosistem Kelapa Sawit PTPN IV Ajamu, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, (Tesis Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor), Bagor.

Thenkkabail, P. S., Stucky, N., Griscom, B. W., Shanton, M. S., Diels, J., Van Der Meer, B., & Eclona, E. (2004). Biomass Estimations and Carbon Stock Calculations in The Palm Plantations of African Derived Savannas Using Ikonos Data. International Journal of Remote Sensing. 25(23).

Lasco, R. D. (2002). Forest Carbon Budgets in Southeast Asia Following Harvesting and Land Cover Change. Science in China, 45, 55-64.

Widiastuti, R., & Syabana, D. K. (2015). Serat Pelepah Kelapa Sawit (Sepawit) Untuk Bahan Baku Produk Kerajinan. Prosiding Seminar Nasional 4th UNS SME’s Summit & Awards.

Lukito, M. & Rohmatiah, A. (2013). Estimasi Biomassa dan Karbon Tanaman Jati Umur 5 Tahun (Kasus Kawasan Hutan Tanaman Jati Unggul Nusantara (JUN) Desa Krowe, Kecamatan Lembeyen Kabupaten Magetan). Jurnal Agri-tek, 14(1), 1-23.

Siswoko, E., Mulyadi, A., Thamrin & Bahruddin. (2017). Pendugaan Kandungan Karbon Limbah Batang Pohon Kelapa Sawit Peremajaan Kebun di Provinsi Riau. Jurnal Ilmu Lingkungan, 11(2), 154-163.

Putri, T. T. A., Syaufina, L., & Anshari, G. Z. (2016). Emisi Karbon Dioksida (CO2) Rizosfer dan Non Rizosfer dari Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) pada Lahan Gambut Dangkal. Jurnal Tanah dan Iklim, 40(1), 43-50.

Muhdi, Risnasari, I., & Bayu, E. S. (2015). Pendugaan Cadangan Biomassa di Atas Permukaan Tanah Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera Utara. Jurnal Bumi Lestari, 15(1), 40-46.




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jtl.v20i1.3111

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.