Pengolahan Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi Biogas dengan Sistem Anaerobik Tipe Fixed Bed tanpa Proses Netralisasi

Widiatmini Sih Winanti, Prasetiyadi Prasetiyadi, Wiharja Wiharja

Abstract


ABSTRACT

Palm Oil Mill wastewater or POME is currently not fully utilized. POME waste treatment generally uses covered lagoon technology using the anaerobic system, which generally operates well in neutral waste conditions with a pH of 7 and uses mesophilic processes at temperatures around 35oC. So it is necessary to cool down and neutralize before POME is fed to the reactor, by mixing it with POME which has been degraded inside the reactor, where the pH condition has to turn into a base. It is useful to ensure that the POME temperature before being fed into the reactor is near the ambient temperature and the acidity of POME is near neutral (pH = 7). POME treatment using a covered lagoon reactor usually need 30 days residence time. The Fixed Bed anaerobic reactor is capable to treat waste with a low pH waste, so POME which has a pH of 4 does not need to be neutralized before treating using Fixed Bed Reactor. This will simplify the processing process, reduce investment costs and operating costs. The purpose of this research is to process POME waste using an anaerobic type Fixed Bed reactor without neutralization stage. The method processing using Fixed Bed type reactor is divided into two stages of a process that is bacteria inoculation process and POME waste adaptation process. The results of the research can reduce the HRT to 2o days, with optimal POME feeding at 150 liters/day. The percentage of methane gas measured was 66%. The methane gas yield is 0.52 liters/gram of COD or greater than the results of using the covered lagoon, which is 0.35 liters/ gram COD.

Key word: Palm Oil Mill Effluent (POME), anaerobic, Fixed Bed, biogas, neutralization

ABSTRAK

Limbah cair industri minyak kelapa sawit atau POME saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Pengolahan limbah POME umumnya menggunakan teknologi covered lagoon dengan sistem anaerobik, dimana umumnya teknologi ini beroperasi baik pada kondisi limbah yang netral dengan pH 7 dan menggunakan proses mesopilik pada suhu sekitar 35oC.  Sehingga diperlukan tahap pendinginan dan tahap netralisasi terlebih dahulu sebelum POME diumpankan ke reaktor, yaitu dengan mencampurkannya dengan POME yang sudah terdegradasi di dalam reaktor, karena sifatnya  sudah berubah menjadi basa. Hal ini berguna untuk memastikan bahwa suhu POME sebelum masuk reaktor sudah mendekati suhu lingkungan dan tingkat keasaman POME sudah mendekati netral (pH =7). Pengolahan POME menggunakan covered lagoon umumnya memerlukan waktu tinggal di dalam reaktor(HRT) sekitar 30 hari. Reaktor anaerobik tipe Fixed Bed mampu mengolah limbah dengan pH rendah, sehingga POME yang mempunyai pH 4, tidak perlu dinetralkan terlebih dahulu. Hal ini akan menyederhanakan proses pengolahan, menurunkan biaya investasi dan biaya operasi. Tujuan penelitian ini adalah mengolah limbah POME dengan menggunakan reaktor anaerobik tipe Fixed Bed tanpa tahap proses netralisasi. Metode pengolahan anaerobik dengan menggunakan reaktor tipe Fixed Bed, terbagi menjadi dua tahapan proses yaitu proses inokulasi bakteri dan proses adaptasi limbah POME. Hasil penelitian dapat menurunkan HRT menjadi 20 hari, dengan pengumpanan POME optimal pada 150 liter/hari. Persentase gas metana adalah 66%. Hasil produksi gas metana adalah 0,52 liter/gram COD atau lebih besar dari hasil proses menggunakan covered lagoon, yaitu 0,35 liter/ gram COD.

Kata Kunci: Palm Oil Mill Effluent (POME), anaerobik, Fixed Bed, biogas, netralisasi


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jtl.v20i1.3248

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.