Efisiensi Penggunaan Grey Water dan Air Hujan dalam Rangka Menurunkan Tingkat Penggunaan Air Baku

Muhamad Yusup Hidayat, Ridwan Fauzi, Alfonsus Hasudungan Harianja, Grace Serepina Saragih

Abstract


ABSTRACT

The population growth rate in big cities such as Jakarta and its satellite cities has a correlation that is directly proportional to the level of clean water consumption. The biggest consumption of clean water is generally used for domestic household needs. However, the use of clean water is still not efficient. Therefore, the efficiency of water-saving needs to be carried out by utilizing sources that have not been optimally used, for example, greywater and rainwater. The purpose of this study is to determine the level of water usage in 3 (three) types of housing and the level of efficiency of utilization of domestic wastewater (greywater) and rainfall (CH) in reducing the use of clean water. This research was performed in the Villa Bintang Mas residential area in the City of South Tangerang, the Villa Bintang Mas residential area in the City of Depok, and the Selakopi Hijau/Forestry residential area in the City of Bogor. Data collection was conducted by a series of surveys using a questionnaire on the sample of a household. The results show that the data processing needs of clean water in three residentials range of values between ± 158.84 Liters/person/day up to ± 215.38 Liters/person/day. The level of efficiency of the utilization of greywater and rainwater in reducing the usage of clean water in three housing ranges from 21.12% to 58.47%.

Keywords: Domestic Waste, the Use of Clean Water

 ABSTRAK

Tingkat pertumbuhan penduduk di kota-kota besar seperti jakarta dan kota-kota satelitnya memiliki korelasi yang berbanding lurus dengan tingkat konsumsi air bersih yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Konsumsi air bersih terbesar adalah untuk kebutuhan domestik rumah tangga. Penggunaan air bersih saat ini masih belum mengikuti kaidah efisiensi dalam penggunaannya, untuk itu efisiensi penghematan air perlu segera dilakukan dengan memanfaatkan sumber-sumber lain yang belum termanfaatkan, antara lain air limbah domestik rumah tangga (grey water) dan air hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pemakaian air di 3 (tiga) tipe perumahan,serta tingkat efisiensi pemanfaatan air limbah domestik rumah tangga (grey water) serta curah hujan (CH) dalam menurunkan pemakaian air bersih. Penelitian ini dilaksanakan di Perumahan Villa Bintang Mas, Kota Tangerang Selatan, Perumahan Permata Depok, Kota Depok, dan Perumahan Selakopi Hijau/Kehutanan, Kota Bogor. Pengambilan data dilakukan dengan cara survei menggunakan kuesioner pada rumah tangga yang menjadi sampel. Hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa kebutuhan air bersih di tiga perumahan berkisar pada rentang nilai antara ±158,84 Liter/Orang/Hari sampai dengan ± 215.38 Liter/Orang/Hari. Tingkat efisiensi pemanfaatan grey water dan air hujan dalam mengurangi pemakaian air bersih di tiga perumahan berkisar antara 21,12% hingga 58,47%.

Kata kunci: Limbah Domestik, Penggunaan Air Bersih

 


Full Text:

PDF

References


Hasan, A. (2014). Pola konsumsi air bersih pada kampus politeknik negeri sriwijaya. Pilar, 10(1).

Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya. (1996). Kriteria perencanaan analisis kebutuhan air. Jakarta.

Pam Jaya. (2016, 15-Jan-2019). Retrieved from: http://pamjaya.co.id/id/other/news/dki_awaits_water_supply_from_water_treatment_plant_buaran_3-121.

R. Safitri, R. Purisari, and M. Mashudi, “Pembuatan Biopori dan Sumur Resapan untuk Mengatasi Kekurangan Air Tanah di Perumahan Villa Mutiara, Tangerang Selatan,” Agrokreatif, vol. 5, no. 1, pp. 39–47, 2019

Nakagawa, N., Otaki, M., Miura, S., Hamasuna, H., & Ishizaki, K. (2006). Field survey of a sustainable sanitation system in a residential house. Journal of Environmental Sciences (China). https://doi.org/10.1016/S1001-0742(06)60044-2

Noerbambang, S. M., & Morimura, T. (1991). Perancangan dan pemeliharaan sistem plambing. Jakarta: Pradnya Paramita.

Pinandari, A. W., Fitriana, D. N., Nugraha, A., & Suhartono, E. (2011). Uji Efektifitas dan efisiensi filter biomassa menggunakan sabut kelapa (Cocos Nucifera) Sebagai bioremoval untuk menurunkan kadar logam (Cd, Fe,Cu), Total padatan tersuspensi (TSS)dan meningkatkan pH pada limbah air asam tambang batubara. Jurnal Presipitasi, 1(1), 1–12.

Indriastuti, W., & Widjonarko. (2013). Pola konsumsi air bersih pada rumah kost di kawasan pendidikan tinggi Tembalang. Jurnal Teknik PWK, 2(3), 609–618.

Wijayanti, T. (2017). Skrining senyawa metabolit sekunder ekstrak rumput mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk.) dengan metode GC-MS. Florea: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 4(1), 24–35.

Jorgensen, B., Graymore, M., & O’Toole, K. (2009). Household water use behavior: An integrated model. Journal of Environmental Management, 91(1), 227–236.

Berk, R. A., Cooley, T. F., LaCivita, C. J., Parker, S., Sredl, K., & Brewer, M. (1980). Reducing consumption in periods of acute scarcity: the case of water. Social Science Research, 9(2), 99–120.

Rinka, D. Y., Sururi, M. O. H. R., & Wardhani, E. K. A. (2014). Perencanaan sistem plambing air limbah dengan penerapan konsep green building pada gedung Panghegar Resort Dago Golf-Hotel & Spa, 2(2), 1–12.

Admadhani, D. N., Hajil, A. H. S., & Susanawati, L. D. (2013). Analysis of water supply and water demand for carrying capacity assessment (case study of Malang). Jurnal Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 13–20.

Sutyasmi, S. (2014). Pemanfaatan kembali air limbah terolah dengan sistem wetland untuk pembuatan kulit glace. Majalah Kulit, Karet dan Plastik, 30(Juni), 15–22.

Getri Mantarisa, R. (2011). Analisis pola konsumsi dan kecukupan air pada siswa sekolah Dasar Negeri Empang 1 Bogor. Institut Pertanian Bogor, Bogor




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jtl.v20i2.3347

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.