Analisis Debit Puncak untuk Perencanaan Sistem Drainase di Kawasan Teknopark Pelalawan

Robertus Haryoto Indriatmoko

Abstract


ABSTRACT

A drainage system is an infrastructure that plays an important role for regions such as in Pelalawan technopark. Drainage system design needs to be carried out comprehensively to obtain the results of the predicted regional channel system analysis based on maximum daily rainfall data in the area. Thus, any rain falling in each sub-watershed within the region can be properly flowed, through the channel system in the four main drainages and does not cause flooding in the area. The methodology for the analysis of drainage systems is carried out through 4 comprehensive stages, starting with delineation of the four sub-watersheds in the area and performing sub-watershed morphometry until mapping process of the main drainage system of the Pelalawan technopark area. The results of peak discharge analysis is derived from the calculation of rain plan/predicted rain results in the 25-year return period, the Petarik sub-watershed has value of 158.21 m3/sec, while the Bedaguh Guntung watershed,  the Kahayan sub-watershed, and the Langgam watershed have results about 53.64 m3/dt, 30.56 m3/sec, and 34.16 m3/sec respectively. If the drainage system is to be built in the Technopark area, one main channel must be provided in each sub-watershed with channel capacity by the peak discharge. If the four main channels have been prepared, the Technopark Region will be free of flooding for the planning period from the rain with a 25 year return period.

Keyword: Technopark, infiltration, rainfall, return periode, peak discharge, drainage capacity

 

ABSTRAK

Rancangan sistem  drainase adalah sebuah infrastruktur yang memegang peranan penting termasuk untuk kawasan seperti di teknopark Pelalawan. Perencanaan sistem drainase perlu dilaksanakan dengan baik untuk mendapatkan hasil analisis sistem saluran kawasan yang diprediksi berdasarkan data  hujan hujan harian maksimum dalam kawasan tersebut.  Dengan demikian, setiap hujan  yang jatuh di dalam setiap sub DAS dalam kawasan dapat dialirkan dengan baik, melalui sistem saluran pada keempat drainase utama dan tidak menimbulkan banjir dalam kawasan. Metodologi untuk analisis sistem  drainase, dilakukan melalui 4 tahap yaitu yang dimulai dengan melakukan deliniasi terhadap keempat sub DAS dalam kawasan dan melakukan morfometri sub DAS untuk mendapatkan data luas dari masing-masing sub DAS, kemiringan lereng, koefisien runoff, dan time of consentration (tc). hingga pemetaan sistem drainase utama  kawasan teknopark Pelalawan. Hasil analisis  debit puncak  pada 4 sub DAS  dalam kawasan teknopark yang berasal dari perhitungan hujan rencana/ hujan hasil prediksi pada periode ulang 25 tahun, untuk ke 4 adalah Sub DAS Petarik sebesar 158,21 m3/dt, sub DAS Bedaguh Guntung sebesar 53,64  m3/dt. Sub DAS Kahayan sebesar  30,56 m3/dt  dan  Sub DAS Langgam sebesar 34,16 m3/dt. Apabila dalam kawasan Teknopark tersebut akan dibangun sistem drainase, maka harus disediakan 1 (satu) buah saluran utama di setiap  Sub DAS dengan kapasitas saluran sesuai dengan besarnya sesuai dengan debit puncak. Jika keempat saluran utama tersebut telah disiapkan maka Kawasan Teknopark akan dapat terbebas dari banjir untuk periode perencanaan dari hujan dengan periode ulang 25 tahun.

Kata kunci: Teknopark, infiltrasi, hujan, periode ulang, debit puncak, kapasitas saluran


Full Text:

PDF

References


BPPT, (2012), Laporan Akhir Penyusunan Masterplan Teknopolitan Kabupaten Pelalawan: Kerjasama Antara Pemerintah Kabupaten Pelalawan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, BPPT, Jakarta

Linda Budi Lestari, Dkk. (2017). Perencanaan Sistem Drainase Kabupaten Magelang. Jurnal Karya Teknik Sipil, Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017, Halaman 357-360. Universitas Diponegoro. Semarang

Deni Indarwati, dkk. (2014). Studi Analisis Spasial Infiltrasi di DAS Kali Bodo Kabupaten Malang. Jurnal Teknik Pengairan, Volume 5, Nomor 1 Mei 2014, Hal 64. Universitas Brawijaya. Malang

Willy Pratama, dkk. (2016). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Karakteristik Hidrologi di DAS Bulog. Jurnal Sylva Lestari, ISSN 2339-0931, Volume 4, Nomor 3, Juli 2016. Fakultas Kehutanan. Universitas Lampung. Lampung

Denik S Krisnayanti, Dkk. (2017). Perencanaan Drainase Kota Seba. Jurnal Teknik Sipil, Volume VI, Nomor 1 April 2017, Hal 90-92. Fakultas Teknik Sipil, Undana, Kupang

Santika Purwitaningsih dan Adjie Pamungkas. (2017). Analisis Kondisi Hidrologi Daerah Aliran Sungai Kedurus Untuk Mengurangu Banjir Menggunakan Model Hidrologi SWAT. Jurnal Teknik ITS Soemarto, 1999. Hidrologi Teknik. Erlangga. Surabaya.

Rodrik T, Dkk. (2013). Kajian Distribusi Curah Hujan Pada Beberapa Stasiun Penakan Curah Hujan di DAS Padang. Jurnal Online Agroteknologi, ISSN 2337-6597, Volume 2, Nomor 1 Desember 2013, hal 375. Fakultas USU. Medan

Togani C U, dkk. (2016). Pemilihan Distribusi Probabilitas Pada Analisa Hujan Dengan Metode Goodness of Fit Test. Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, Volume 18, hal 139-148, Nomor 2, Juli 2016. Universitas Negeri Semarang. Semarang

Sri Harto, (2000). Hidrologi. Nafiri Offset. Yogyakarta

Subramanya, (2013). “Engineering Hydrology”. McGrawHill. New Delhi

Sudjana, (2002). ”Teknik Analisis Regresi dan Kolerasi”, Tarsito, Bandung.

Sugiarto,(1992). ”Tahap Awal Aplikasi Analisa Regresi”, Andy Offset, Yogyakarta.

Suripin, (2004). “Sistem Drainase Perkotaan yang Berke-lanjutan”. Andi Offset, Yogyakarta

Triatmodjo, (2008). “Hidrologi Terapan”. Yogyakarta: Beta Offset Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jtl.v20i2.3467

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.