Studi Karakterisasi Tanah Terkontaminasi Minyak Berat

Nida Sopiah, Dwindrata Basuki Aviantara

Abstract


ABSTRACT

The study of the characteristics of hazardous and toxic waste materials from samples of heavy oil contaminated soil containing Total Petroleum-Hydrocarbon (TPH) with a range between 1 - 2%. This study aimed to evaluate the hazard category of heavily oil contaminated soil based on organoleptic test results and Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP). Organoleptic tests carried out include explosive, igniteable, reactive (reactive) and corrosive (corrosive) and potentially toxic through TCLP. Leaching tests performed by using method based of the United States Environmental Protection Agency (US EPA) SW 846-1311. Based on the results of organoleptic observations, the samples contaminated with heavy oil that were studied did not fulfill the elements that were required to be classified as hazardous waste category 1. Meanwhile, based on TCLP test results, there were 5 parameters of heavy metals (As, Be, Cd, Pb and Se) as well as 2 organohalogen parameters (Aldrin + Dieldrin, and Vinyl Chloride) whose results are inconclusive because the quality standard values are below the detection limit of the determination method for the seven parameters

Keywords: Heavy oil contaminated soil, Organoleptic test, Toxicity Characteristic Leaching Procedure, TPH 1-2%

ABSTRAK

Telah dilakukan studi karakteristik limbah bahan berbahaya dan beracun dari sampel tanah terkontaminasi minyak berat mengandung TPH dengan kisaran antara 1 – 2%. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi kategori bahaya dari tanah yang terkontaminasi minyak berat berdasarkan data hasil uji organoleptik dan TCLP. Uji organoleptik yang dilakukan meliputi uji kemudahan meledak (explosive), menyala (igniteable), perilaku reaktif (reactive) dan korosif (corrosive) serta potensial toksik melalui uji pelindian karakteristik beracun (Toxicity Characteristic Leaching Procedure – TCLP). Uji pelindian dilakukan dengan mengacu kepada United State Environmental Protection Agency (US EPA) SW 846-1311. Berdasarkan hasil pengamatan organoleptik sampel tanah terkontaminasi minyak berat yang dikaji tidak memenuhi unsur-unsur yang menjadi persyaratan untuk digolongkan sebagai limbah B3 kategori 1, sedangkan berdasarkan hasil uji TCLP, terdapat 5 parameter logam berat (As, Be, Cd, Pb dan Se) serta 2 parameter organohalogen (Aldrin + Dieldrin, dan Vinyl Chloride) yang hasilnya adalah inconclusive dikarenakan nilai baku mutunya berada di bawah limit deteksi dari metode penetapan untuk ketujuh parameter tersebut. 

Kata kunci: Tanah terkontaminasi minyak berat, TPH 1-2%, uji organoleptik, uji pelindian karakterisitik beracun 


Full Text:

PDF

References


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun

Hussain, I., G. Aleti, R. Naidu, M. Puschenreiter, Q. Mahmood, M.M. Rahman F. Wang, S. Shaheen, J. H. Syed, T.G. Reichenauer, 2018, Microbe and plant assisted-remediation of organic xenobiotics and its enhancement by genetically modified organisms and recombinant technology: A review, Science of the Total Environment journal, 628-629: 1582-1599

Kumar, M., Philip, L., 2017. Remediation of endosulfan contaminated system by microbes. Microbe-Induced Degradation of Pesticides. Springer International Publishing, pp. 59–81

Santos, R.G., W. Loh, A.C. Bannwart & O.V. Trevisan. 2014. An overview of of heavy oil properties and its recovery and transportation methods. Brazilian Journal of Chemical Engineering Vol. 31(03): 571-590

Connel D.W. & G.J. Miller. 1995. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran. Penerbit Universitas Indonesia. Alih bahasa: Y. Koestoer

Sumastri. 2005. Bioremediasi lumpur minyak bumi secara pengomposan menggunakan kultur bakteri hasil seleksi. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam

Upe, A., 2006, Pemanfaatan Fly Ash sebagai Bahan Campuran Pembuatan Portland Pozzolan Cement (PPC), J. Manusia dan Lingkungan, Vol 13(3):126-132

Moenir, M., N. I. Handayani, 2012, Recycling Limbah Padat Industri Peleburan Besi (Iron Slag sebagai Bahan Campuran Industri Beton yang Berwawasan LIngkungan, JRTPPI, Vol 2(1): 1-10

Saragih, J.L. dan W. Herumurti, 2013, Evaluasi Fungsi Insinerator dalam Memusnahkan Limbah B3 di Rumah Sakit TNI Dr. Ramelan Surabaya, Jurnal Teknik Pomits Vol. 2( 2):D138-143

Egclesias, V. G., dan W. Herumurti, 2013, Evaluasi Pengelolaan Limbah Padat B3 Hasil Insinerasi di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jurnal Teknik Pomits Vol. 2(2): D46-50

Perdana, P.M., Yulinah T., 2014, Penilaian Kinerja Lingkungan Dalam Insinerasi Limbah B3 Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (Ahp) Di Rsud Dr. Soetomo Surabaya, Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXI, Program Studi MMT-ITS: A-15.1-10

USEPA. 1994. Test Methods for Evaluating Solid Waste Physical/Chemical Methods: Integrated Manual (SW- 846).3rd Ed. EPA Office of Solid Waste and Emergency Response

Hardiani, H., 2008, Pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 dari Proses Deinking Industrii Kertas secara Fitoremediasi, Jurnal Riset Industri, Vol. 2(2): 64-75

Reny, Y., 2013, Penggunaan Uji Toksisitas dalam Penentuan dan Evaluasi Limbah B3, Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Mulawarman




DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jtl.v20i2.3546

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.