Variasi Jenis dan Ukuran Bahan pada Kompos Blok Berbasis Limbah Pertanian sebagai Media Pertumbuhan Tanaman Cabai

Main Article Content

Elida Novita
Sri Wahyuningsih
Fila Adilia Minandasari
Hendra Andiananta Pradana

Abstract

ABSTRACT


Agricultural waste is an organic material source. The organic matter was processed as compost. Compost block was one of composting technology developments. It has functioned as a planting medium. The type and size of raw materials are essential in the composting process. The purpose of this study was to examine variations in types and sizes of organic materials for compost blocks on the composting process and as a growth medium for chili plants. This study used a completely random design with two variables. The first variable was the variation of raw material type, i.e., coffee husk and pulp, tobacco petiole, and rice husk. The second variable was the variation of raw material size, i.e., 10, 40, and 80 mesh. The research data were analyzed using the analysis of variance test conducted with the Duncan test. The research data test show that compost from rice husks had the most C/N value of 19.71. The raw material on optimally composting refers to temperature and humidity parameters as rice husk. The most effective compost block as a planting medium is a rice husk with the size of 40 mesh. The variance analysis result showed the rice husk treatment with the size material of 0.06 cm had significant differences in the three parameters of vegetative growth of plants, i.e., plant growth rate, leaf growth rate, and leaf area.


Keyword: composting, coffee husk and pulp,tabbaco petiole, rice husk, organic matter


 


ABSTRAK


Limbah pertanian merupakan salah satu sumber bahan organik. Bahan organik tersebut berpotensi digunakan sebagai kompos. Kompos blok merupakan salah satu pengembangan teknologi pengomposan. Kompos ini digunakan sebagai media tanam. Jenis dan ukuran bahan baku berperan penting pada proses pengomposan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji variasi jenis dan ukuran pada bahan-bahan organik untuk kompos blok terhadap proses pengomposan dan sebagai media pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan rancang acak lengkap dengan dua variabel. Variabel pertama adalah jenis bahan baku kompos meliputi kulit kopi, limbah tangkai daun tembakau, dan sekam padi. Variabel kedua adalah variasi ukuran dengan menggunakan ayakan 10, 40, dan 80 mesh. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengujian unsur hara menunjukkan bahwa kompos dari sekam padi memiliki nilai C/N sebesar 19,71. Pengomposan bahan yang berjalan optimal berdasarkan parameter suhu dan kelembaban adalah sekam padi. Kompos blok yang paling efektif sebagai media tanam berdasarkan parameter laju jumlah daun adalah limbah sekam padi ukuran 40 mesh. Hasil uji Analysis of Variance menujukkan bahwa pelakuan ukuran sekam padi sebesar 0,06 cm memiliki perbedaan nyata terhadap tiga parameter pertumbuhan vegetatif tanaman, yaitu laju tinggi tanaman, laju jumlah daun, dan luas daun.


Kata Kuci : pengomposan, kulit buah kopi, limbah tangkai tembakau, sekam padi, bahan organik

Article Details

Section
RESEARCH ARTICLES

References

Kementerian Pertanian. (2019). Statistik perkebunan Indonesia-kopi: Jakarta. http://ditjenbun.pertanian.go.id/?publikasi=buku-publikasi-statistik-2018-2020 [Diakses pada 14 November 2020].

Kementerian Pertanian. (2019). Statistik Perkebunan Indonesia-tembakau: Jakarta. http://ditjenbun.pertanian.go.id/?publikasi=buku-publikasi-statistik-2018-2020 [Diakses pada 14 November 2020].

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Data lima tahun terakhir sub-sektor kementerian pertanian: Jakarta. https://www.pertanian.go.id/home/?show=page&act=view&id=61 [Diakses pada 14 November 2020].

Novita, E. Fathurrohmah, A., dan Pradana, H. A. (2018). Pemanfaatan kompos blok limbah kulit kopi sebagai media tanam. Jurnal Agrotek, 2(2), 61-72.

Hertanto, S. C. (2014). Merenda Laba dari Limbah Tembakau. https://puslitklaten. wordpress.com/2014/03/05/merenda-laba-dari-limbah-tembakau/ [Diakses pada 20 Maret 2018].

Widowati, S. (2011). Pemanfaatan hasil samping penggilingan padi dalam menunjang sistem agro industri di pedesaan. Buletin AgroBio, 4(1), 33–38.

Yunita, L., Marsyudi, E., dan Kasimin, S. (2016). Pola pemanfaatan limbah pertanian untuk usahatani di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 1(1), 369-375. doi: 10.17969/jimfp.v1i1.1377.

Tirtosarto, S. dan Murdiyati, A. S. (2010). Kandungan kimia tembakau dan rokok. Buletin Tanaman Tembakau, Serat, dan Minak Industri, 2(1), 33-43. doi: 10.21082/bultas.v2n1.2010.33-44.

Demir, Z. dan Gulser, C. (2015). Effect of rice husk compost application on soil quality parameter in greenhouse conditions. Eurasian Journal Soil Science, 4(3), 185-190. doi: 10.18393/ejss.2015.3.185-190.

Setyorini, D., Saraswati, R., dan Anwar, E.K. (2006). Pupuk organik dan pupuk hayati: Bogor: Balai Penelitian Tanah. ISBN 9789799474575.

Golueke, C. G. (1972). Composting – a study of the process and its principles: Rodale Press, Inc. Emmaus, USA.

Diaz, L. F., Bertoldi, M., Bidlingmaier, W., dan Stentiford, E. (2007). Compost science and technology: Elsevier. UK.

Pandebesie, E.S., dan Rayuanti, D. (2013). Pengaruh penambahan sekam pada proses pengomposan sampah domestik. Jurnal Lingkungan Tropis, 2013, 6(1), 31 – 40.

Zulkarnain, M., Prasetya, B., dan Soemarno. (2013). Pengaruh kompos, pupuk kandang, dan custom-bio terhadap sifat tanah, pertumbuhan, dan hasil tebu (Saccharum officinarum l.) pada entisol di Kebun Ngrakah-Pawon, Kediri. Indonesian Green Technology Journal, 2(1), 45-52.

Kurnia, V. C., Sumiyati S, dan Samudro G. (2017). Pengaruh kadar air terhadap hasil pengomposan sampah organik dengan metode open windrow. Jurnal Teknik Mesin, 6, 119–123.

Darwis, V. dan Rachman, B. (2013). Potensi pengembangan pupuk organik insitu mendukung percepatan penerapan pertanian organik. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 31(1), 51-56. doi: 10.21082/fae.v31n1.2013.51-65.

Novita, E., Andriyani, I., Romadona, Z. dan Pradana, A. P. (2020). Pengaruh variasi jenis dan ukuran limbah organik terhadap kadar air kompos blok dan pertumbuhan tanaman cabai. Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 17(1), 19-28. doi: 10.14710/presipitasi.v17i1.19-28.

Peraturan Menteri Pertanian No. 70 Tahun (2011). Pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah. 25 Oktober 2011.

Sitompul, S. M., dan Guritno, B. (1995). Analisis pertumbuhan tanaman: Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ledhyane, I. H. (2012). Analisis ragam dan rancang acak lengkap. http://ledhyane. lecture.ub.ac.id/files/2012/11/RAL.pdf [Diakses pada 20 Maret 2018].

Khalil, M. (2016). Pengaruh pemberian limbah kulit kopi (Coffea sp.) amoniasi sebagai pakan alternatif terhadap pertumbuhan bobot ayam broiler. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi 1(1): 119-130. http://jim.unsyiah.ac.id/pendidikan-biologi/article/view/357.

Purnamasari, F. (2016). Pengaruh penyiraman hasil biodegradasi daun oleh keong mas terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit.Jurnal Biologi, 5(4), 10-23.

Widarti, B.N., Wardhini, W.K., dan Sarw, E. 2015. Perbedaan rasio C/N bahan baku pada pembuatan kompos dari kubis dan kulit pisang. Jurnal Integrasi Proses, 5(2), 75–80. doi: 10.36055/jip.v5i2.200.

Sahwan, F. L. (2012). Analisis proses komposting pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat skala kawasan (studi kasus di Kota Depok). Jurnal Teknologi Lingkungan, 13(3), 253-260. doi: 10.29122/jtl.v13i3.1394.

Suswatanti, E. P. S. dan Widiyaningrum, P. (2017). Pemanfaatan MOL limbah sayur pada proses pembuatan kompos. Jurnal MIPA, 40(1), 1-6.

Gaur, A. C. (1982). Improving soil fertility trough organic recycling a. manual of rural composting project field document No. 15 FAO/UNDP Regional Project RAS/75/004.

Thiyageshwari, S., Gayathri, P., Krishnamoorthy, R., Anandham, R. dan Diby Paul. (2018). Exploration on rice husk compost as an alternate organic manure to enhance the productivity of blackgram in Typic haplusalf and Typic rhodustalf. Intenational Journal of Environmental Research and Public Health, 15(2), 358. doi: 10.3390/ijerph15020358.

Gojon, A. (2017). Nitrogen nutrition in plants: rapid progress and new challenges. Journal of Experimental Botany, 68(10), 2457-2462. doi: 10.1093/jxb/erx171

Solikin. (2013). Pertumbuhan vegetatif dan generatif Stachytarpeta Jamaicensis (L.) Vahl. Proceeding Biology Education Conference, 5(52), 1-6.

Setyati, Y. H., Anwar, S. dan Slamet, W. (2013). Karakteristik fotosintetik dan serapan fosfor hijauan alfalfa pada tinggi pemotongan dan pemupukan nitrogen yang berbeda. Animal Agriculture Journal, 2(1), 86–96.

Sayekti, R. S., Prajitno, D. dan Indadewa, D. (2016). Pengaruh pemanfaatan pupuk kandang dan kompos terhadap pertumbuhan kangkong (Ipomea retans) dan lele dumbo (Clarias gariepinus) pada system akuaponik. Jurnal Teknologi Lingkungan, 17(2), 108–117. doi:10.29122/jtl.v17i2.111

Nurcahya, A. O., Herlina, N. dan Guritno, B. 2017. Pengaruh macam pupuk organik dan waktu aplikasi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharate Sturt). Jurnal Produksi Tanaman, 5(9), 1476-1482.

Most read articles by the same author(s)