Laju Deoksigenasi Sungai Bedadung Hilir Akibat Pencemar Organik

Main Article Content

Agus Dharmawan
Sri Wahyuningsih
Elida Novita

Abstract

ABSTRACT

Bedadung stream, located at Rambipuji, Balung, Wuluhan, and Puger, is downstream where dilution of organic wastes occurred and affects its water quality. Microorganisms decompose organic wastes and lead to depletion of dissolved oxygen in the water. The aim of this research was to analyze the deoxygenation rate of Bedadung downstream. The raw data was obtained by measuring stream flows and its water quality parameters (Temperature, DO and BOD) at 5 observed stations. The laboratory analysis consisted of BOD5 and long-term BOD2,4,6,8,10. Increasing the value of BOD for 10 days had a tendency of polynomial pattern order 3 with a coefficient of determination R 0.8987 – 0.9781. The 10 days BOD reactions were used to determine deoxygenation constant K (using least square method) with the result of ranged value 0.043 – 0.372 /day and Ultimate BOD 1.487 – 8.683mg/L. The values of deoxygenation rate at 5 stations were 0.182, 7.997, 7.236, 2.192, and 1.083 mg/L.day. The deoxygenation values were had a similar tendency with the amount of organic waste in the water column and its reduction rate due to the decomposition process.

Keywords: Bedadung, BOD, Deoxygenation Rate, DO

ABSTRAK

Sungai Bedadung yang terletak di Kecamatan Rambipuji, Balung, Wuluhan dan Puger, merupakan sungai bagian hilir dimana zat pencemar organik bercampur, sehingga mempengaruhi kualitas perairan. Pencemar organik tersebut didekomposisi oleh mikroorganisme perairan sehingga menurunkan DO perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji deoksigenasi Sungai Bedadung hilir. Data primer diperoleh dari pegukuran debit dan kualitas air (Temperatur, DO, dan BOD) di 5 (lima) titik pantau. Pengamatan BOD5 dan BOD2,4,6,8,10 dilakukan secara laboratorium. Peluruhan nilai BOD selama 10 hari cenderung memiliki tren polinomial dengan koefisien determinan berada pada nilai 0,8987 – 0,9781. Nilai peluruhan digunakan untuk menentukan nilai K (menggunakan metode least square) dan BOD ultimat. Nilai K di lima titik pantau menunjukkan rentang nilai 0,043 – 0,372 /hari dan BOD ultimat 1,487 – 8,683 mg/L. Sedangkan laju deoksigenasi di lima titik pantau menunjukkan nilai berturut-turut 0,182; 7,997; 7,236; 2,192; dan 1,083 mg/L./hari. Besar nilai deoksigenasi sangat ditentukan oleh banyaknya kandungan pencemar organik dalam air dan kecepatan reaksinya saat proses dekomposisi.

Kata Kunci: Bedadung, BOD, Laju Deoksigenasi, DO

Article Details

Section
RESEARCH ARTICLES

References

BPS. (2018). Kabupaten Jember dalam Angka 2018. Jember: Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember.

Mahyudin, Soemarno, dan T. B. Pragyo. (2015). Analisis Kualitas Air Dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Metro di Kota Kepanjen Kabupaten Malang, J-PAL, 6(2), 105–114.

Agustiningsih, D., Sasongko, S. B., dan Sudarno. (2012). Analisis Kualitas Air dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Blukar Kabupaten Kendal. J. Presipitasi, 9(2), 64–71.

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius.

Oke, I. A., Ismail, A., Lukman , S., Foghi, P. U., Adeosun, O.O., Amele, S. A., dan Bolorunduro A. K. (2016). An Improved Solution of First Order Kinetics for Biochemical Oxygen Demand. Ife J. Sci., 8(3), 739–752.

Haider, H., Ali, W., dan Haydar, S. (2013). A Review of Dissolved Oxygen and Biochemical Oxygen Demand Models for Large Rivers. Pakistan J. Eng. Appl. Sci., 12, 127–142.

Hee, Y. Y. dan Suratman, S. (2016). Physico-Chemical Parameters Profile During Dry and Wet Seasons in Southern South China Sea: Brunei Bay. Asian J. Chem., 28(10), 2146–2152.

Wahyuningsih, S., Novita, E., dan Ningtias, R. (2019). Laju Deoksigenasi dan Laju Reaerasi Sungai Bedadung Segmen Desa Rowotamtu Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. J. Ilm. Rekayasa Pertan. dan Biosist., 7(1), 1–7.

BSN. (2015). SNI 8066: Tata Cara Pengukuran Debit Aliran Sungai dan Saluran Terbuka Menggunakan Alat Ukur Arus dan Pelampung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

BSN. (2008). SNI 6989.57: Mengenai Air dan Air Limbah-Bagian 57:Metode Pengambilan Contoh Air Permukaan. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

S. Rahayu, R. H. Widodo, M. van Noordwijk, I. Suryadi, and B. Verbist, (2009). Monitoring Air di Daerah Aliran Sungai.Online]. Available: www. worldagro forestry.esdm.go.id/library/sijh/PP801Kualitas Air.pdf. [Accessed: 15-Feb-2018].

BSNI. (2008). SNI 6989-23: Cara Uji Suhu dengan Termometer. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

BSNI. (2008). SNI 6989-14: Cara Uji Oksigen Terlarut dengan Yodometri (Modifikasi Azida). Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

APHA, AWS, dan WEF. (2005). Standard Methods for The Examination of Water and Wastewater. Washington DC: American Public Health Association, American Water Works Assocation, Water Environtment Federation.

Metcalf dan Eddy. (2004). Wastewater Engineering: Treatment and Reuse, 4th edition. New York, US: The McGraw-Hill Companies, Inc.

Lee, C. C. dan Lin, S. D. (2007). Handbook of Environmental Engineering Calculations, 2nd edition. New York, US: McGraw Hill Companies, Inc..

Barakat, A., El-Baghdadi, M., Rais, J., Aghezzaf, B., dan Slassi, M. (2016). Assessment of Spatial and Seasonal Water Quality Variaton of Oum Er Rbia River (Morocco) using Multivariate Statistical Techniques. Int. Soil Water Conserv. Res., 4, 284–292.

Kordi, M. G. H., dan Tancung, A. B. (2007). Pengelolaan Kualitas Air dalam Budidaya Perairan. Jakarta: Rineka Cipta.

Huboyo, H. S. dan Zaman, B. (2007). Analisis Sebaran Temperatur Dan Salinitas Air Limbah Pltu-Pltgu Berdasarkan Sistem Pemetaaan Spasial (Studi Kasus : Pltu-Pltgu Tambak Lorok Semarang),†J. Presipitasi, 3(2), 40–45.

Ughbebor, J. N., Agunwamba, J. C., dan Amah, V. E. (2012). Determination of Reaeration Coefficient K2 for Polluted Stream as A Function of Depth, Hydraulic Radius, Temperatur, and Velocity. Niger. J. Hydrol., 31(2),175-180.

Suriadarma, A. (2011). Dampak Beberapa Parameter Faktor Fisik Kimia terhadap Kualitas Lingkungan Perairan Wilayah Pesisir Karawang Jawa Barat. Ris. Geol. dan Pertamb., 21(2), 21–36.

Harsono, E. (2010). Evaluasi Kemampuan Pulih Diri Oksigen Terlarut Air Sungai Citarum Hulu. Limnotek, 17(1), 17–36.

Hendriarianti, E. and Karnaningroem, N. (2015). Deoxygenation Rate of Carbon in Upstream Brantas River in the City of Malang. J. Appl. Environ. Biol. Sci., 5(12), 36–41.

Alaerts, G. dan Santika, S. S. (1984) Metoda Penelitian Air. Surabaya: Usaha Nasional.

Yogafanny, E. (2015). Pengaruh Aktivitas Warga di Sempadan Sungai terhadap Kualitas Air Sungai Winongo. J. Sains dan Lingkung., 7(1), 41–50.

Yustiani, Y. M., Wahyuni, S. dan Alfian, M. R. (2018). Investigation on the deoxygenation rate of water of cimanuk river, Indramayu, Indonesia. Rasayan J. Chem., 11(2), 475–481.

Astono, W. (2010). Penetapan Nilai Konstanta Dekomposisi Organik (Kd) Dan Nilai Konstanta Reaerasi (Ka) pada Sungai Ciliwung Hulu-Hilir. J. EKOSAINS, 2(1), 40–45.