ESTIMASI EMISI GAS METANA DARI FERMENTASI ENTERIK TERNAK RUMINANSIA MENGGUNAKAN METODE TIER-1 DI INDONESIA

Sindu Akhadiarto

Abstract


Ternak ruminansia seperti sapi, kambing, domba dan kerbau mempunyai sistem pencernaan khusus yang memungkinkan melepas gas metana (CH4) keluar ke atmosfer melalui proses eruktasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menduga total emisi gas CH4 dari fermentai enterik ternak ruminansia di Indonesia melalui metode Tier-1 (2007). Hasil perhitungan estimasi emisi gas CH4 dari fermentasi enterik ternak ruminansia menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara populasi dengan nilai estimasi emisinya. Indonesia mempunyai tingkat pertumbuhan ternak ruminansia sebesar 5.55% per tahun dengan nilai estimasi emisi gas CH4 dari fermentasi enterik sebesar 5.35%. Nilai total estimasi emisi gas CH4 dari fermentasi enterik ternak ruminansia adalah sebesar 1.066,63 Gg CH4/tahun atau 22,40 Gg CO2 ekuivalen/tahun pada tahun 2013. Nilai emisi tersebut sangat jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan total emisi gas CH4 dari sektor peternakan di beberapa Negara di dunia. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah estimasi emisi gas CH4 dari fermentasi enterik ternak ruminansia di Indonesia perlu dikembangkan melalui pendekatan metode estimasi lainnya (Tier-2 atau Tier-3) yang memerlukan dukungan data yang lengkap mengenai karakteristik ternak dan koefisien cerna energi ternak ruminansia
dengan pakan yang berbeda di Indonesia.

Kata kunci : emisi, metana, ruminansia, fermentasi enterik


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jtl.v18i1.38

Refbacks

  • There are currently no refbacks.