Analisis Hidrolis dan Jejak Karbon Jaringan Distribusi Air Bersih di Pulau Kecil Padat Penduduk (Pulau Lengkang Kecil, Kota Batam)

Main Article Content

Muhammad Rizki Apritama
I Wayan Koko Suryawan
Yosef Adicita

Abstract

ABSTRACT

The clean water supply system network on Lengkang Kecil Island was developed in 2019. A small portion of the community's freshwater comes from harvesting rainwater and dug wells, which are only obtained during the rainy season. The primary source of clean water used by the community comes from underwater pipelines with a daily discharge of 0.86 l/sec. The water supply of the Lengkang Kecil Island community is 74.3 m3/day, with 146 House Connections (HCs) and to serve public facilities such as elementary schools, primary health centers, and mosques. Hydraulic evaluation of clean water distribution using EPANET 2.0 software on flow velocity shows the lowest rate of 0.29 m/s and the highest of 1.21 m/s. The lowest pressure value in the distribution system is 6.94-6.96 m and headloss units in the range 0.08-0.25 m/km. These three criteria are still within the distribution network design criteria (feasible). A carbon footprint can be calculated from each activity from the analysis of the evaluation of clean water distribution networks. The most massive emissions came from pumping activities with 131 kg CO2-eq, followed by emissions from wastewater 62.5 kgCO2-eq. Further research is needed to determine the quality of wastewater and the design for a centralized wastewater treatment plant (IPALT) to improve Lengkang Kecil Island residents' living standards.

Keywords: Lengkang Kecil Island, water, EPANET, carbon footprint

ABSTRAK

Jaringan sistem penyediaan air bersih pada Pulau Lengkang Kecil dimulai pada tahun 2019. Sebagian kecil air bersih yang digunakan masyarakat berasal dari pemanenan air hujan dan sumur gali yang hanya didapat pada musim hujan. Sumber air bersih utama yang digunakan masyarakat berasal dari pengaliran perpipaan bawah laut dengan debit harian 0,86 l/detik. Kebutuhan air masyarakat Pulau Lengkang Kecil adalah 74,3 m3/hari dengan 146 Sambungan Rumah (SR) serta untuk melayani fasilitas umum seperti sekolah dasar (SD), puskesmas, dan masjid. Evaluasi hidrolis distribusi air bersih dengan menggunakan software EPANET 2.0 terhadap kriteria kecepatan aliran menunjukkan nilai terendah 0,29 m/s dan tertinggi 1,21 m/s. Nilai sisa tekan dalam sistem distribusi adalah 6,94–6,96 m dan unit headloss pada kisaran 0,08–0,25 m/km. Ketiga kriteria ini masih berada dalam kriteria desain jaringan distribusi (layak). Dari analisis evaluasi jaringan distribusi air bersih, dapat dihitung jejak karbon yang dihasilkan dari setiap kegiatannya. Emisi terbesar berasal dari kegiatan pemompaan dengan nilai 131 kgCO2-eq, diikuti dengan emisi yang berasal dari air limbah dengan nilai 62,5 kgCO2-eq. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui kualitas dari air limbah dan desain untuk instalasi pengolahan air limbah terpusat (IPALT) untuk meningkatkan taraf hidup penduduk Pulau Lengkang Kecil.

Kata kunci: Pulau Lengkang Kecil, air, EPANET, jejak karbon

Article Details

Section
RESEARCH ARTICLES

References

Menteri Pekerjaan Umum. (2010). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 Tentang standar pelayanan minimal bidang pekerjaan umum dan penataan ruang.

Ibrahim, M., Masrevaniah, A., & Dermawan, V. (2012). Analisis Hidrolis pada Komponen Sistem Distribusi Air Bersih dengan Waternet dan Watercad versi 8 (Studi Kasus Kampung Digiouwa, Kampung Mawa dan Kampung Ikebo, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai). Jurnal Teknik Pengairan, 2(2), 159-171.

Sutapa, I. W. (2014). Studi potensi pengembangan sumber daya air di Kota Ampana Sulawesi Tengah. SMARTek, 7(1)

Amin, M. B. (2011). Teknik Penyediaan Air Minum. Palembang. (ID): Fakultas. Teknik Unsri.

Masduqi, A. (2005). Evaluasi dan Rencana Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih di Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Purifikasi, 6(2), 109-114.

Lampe, L. K., Adams, L. M., & Jensen, D. G. (2009). Water supply and energy generation. In World Environmental and Water Resources Congress 2009: Great Rivers (pp. 1-10).

Ramos, C. A., Ramos, R. A., Araújo, F. R., Guedes Jr, D. S., Souza, I. I., Ono, T. M., ... & Alves, L. C. (2009). Comparação de nested-PCR com o diagnóstico direto na detecção de Ehrlichia canis e Anaplasma platys em cães. Revista Brasileira de Parasitologia Veterinária, 18(1), 58-62.

Stokes, J. R., & Horvath, A. (2009). Energy and air emission effects of water supply. Environmental Science & Technology, 43(8), 2680–2687

Bakhshi, A. A., & Demonsabert, S. M. (2012). Estimating the carbon footprint of the municipal water cycle. Journalâ€American Water Works Association, 104(5), E337-E347.

Reiling, S. J., Roberrson, J. A., & Cromwell III, J. E. (2009). Drinking water regulations: Estimated cumulative energy use and costs. Journalâ€American Water Works Association, 101(3), 42-53.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2019). Belakang Padang dalam Angka 2019 Jakarta Pusat.

Google map. https://www.google.com/maps/place/Pulau+Lengkang+Kecil,+Sekanak+Raya,+Belakang+Padang,+Kota+Batam,+Kepulauan+Riau/data=!4m2!3m1!1s0x31d9f48ba2f775bf:0xe5b5617d68cfc644?sa=X&ved=2ahUKEwjX1oiKoMTlAhUC63MBHdPtCzwQ8gEwbnoECGgQBA. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2019.

Friedrich, E., Pillay, S., & Buckley, C. A. (2009). Carbon footprint analysis for increasing water supply and sanitation in South Africa: a case study. Journal of Cleaner Production, 17(1), 1-12.

Novotny, V. (2011). Water and energy link in the cities of the future–achieving net zero carbon and pollution emissions footprint. Water Science and Technology, 63(1), 184-190.

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Cipta Karya. (1996). Analisis Kebutuhan Air Bersih, Jakarta.

Hidayat, M. Y., Fauzi, R., Harianja, A. H., & Saragih, G. S. (2019). Efisiensi Penggunaan Grey Water dan Air Hujan dalam Rangka Menurunkan Tingkat Penggunaan Air Baku Efficiency in the Use of Grey Water and Rainwater in Order to Reduce Raw Water Use. Jurnal Teknologi Lingkungan Vol, 20(2), 215-224.

Yudo, S. (2018). Kondisi Kualitas Air Sungai Ciliwung Di Wilayah DKI Jakarta Ditinjau Dari Paramater Organik, Amoniak, Fosfat, Deterjen Dan Bakteri Coli. Jurnal Air Indonesia, 6(1).

Al-Layla, & M. Anis., 1980. Water Supply Engineering Design. Ann Arbor Science. Publishers, Inc.

Hidayah, P. D., Indarto, I., & Novita, E. (2017). Pemetaan dan evaluasi teknis jaringan distribusi air bersih di Desa Kemuning Lor. Jurnal Agroteknologi, 10(02), 144-152.

Rezagama, A., & Hadiwidodo, M. (2016). Studi potensi pembangkit listrik minihydro sistem transmisi air baku pdab unit bregas. Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 13(1), 28-33.

Rahmi, N. A., Ismoyo, M. J., & Cahya, E. N. (2018). Pengembangan dan analisis ekonomi dalam penentuan harga air pada sistem jaringan distribusi air bersih sumber mata air taman Lake’Kecamatan Kota Sumenep. Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan, 1(2), 6.

Yosefa, F., & Indarjanto, H. (2017). Analisis perencanaan dan pengembangan jaringan distribusi air bersih di PDAM Tulungagung. Jurnal Teknik ITS, 6(1), 25-29.

Yamianti, W. (2015) Aplikasi Software WaterCAD Untuk Perencanaan Jaringan Pipa Di Perumahan Puncak Borobudur Kota Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Wiedmann, T., & Minx, J. (2008). A definition of ‘carbon footprint’. Ecological economics research trends, 1, 1-11.

Rahmawati, L. A., Haryono, E., & Fandeli, C. (2012). Studi Optimalisasi Sequestrasi Karbon Dioksida (CO2) Berbasis Rumah Tangga. Majalah Geografi Indonesia, 26(1), 59-79.

Suryawan, I. W. K., Siregar, M. J., Prajati, G., & Afifah, A. S. (2019). Integrated Ozone and Anoxic-Aerobic Activated Sludge Reactor for Endek (Balinese Textile) Wastewater Treatment. Journal of Ecological Engineering, 20(7), 169-175.

Suryawan, I. W. K., & Sofiyah, E. S. (2020). Cultivation of Chlorella Sp. and Algae Mix for NH3-N and PO4-P Domestic Wastewater Removal. Civil and Environmental Science Journal, 3(1), 31-36