Evaluasi Penerapan Insinerator Sampah Skala Kecil di TPST Kabupaten Sidoarjo

Main Article Content

Wahyu Purwanta

Abstract

ABSTRACT


Generation rate of garbage in Sidoarjo Regency is estimated at 1,216 tpd, of which around 464 tpd are transported to Jabon Landfill and 298 tpd are treated at Integrated Garbage Treatment Center (TPST), 3R Treatment Center and Bank of Garbage, this means there are still 454 tpd of garbage that is not managed and has the potential to run to the environment. The still limited level of garbage service to be transported to the landfill has made the community take the initiative to process the garbage with incinerators placed at the existing TPST. The existence of these incinerators is able to reduce the weight of waste by up to 25% to 30% by weight of garbage that enters the TPST. Through study on ten incinerators in the TPST samples, conditions were obtained where almost all incinerators operated below the technical standards required for optimum operation and minimum environmental impact. The combustion temperature is generally below 8000C, the gas residence time is less than 2 seconds and there is no turbulence, so black smoke often occurs due to incomplete combustion. Conditions of air pollution control installations such as cyclone and scrubber are malfunctioning and rusty due to not being able to withstand high temperatures and acidic environments. Incinerator management relies on community contributions, but generally only enough for employee salaries so there is no incinerator maintenance. Social conflicts due to incinerator smoke have not yet occurred because the location of TPST is generally still far from residential areas.


Keywords: Incinerator, Small scale, Operation, Environmental


ABSTRAK


Tingkat timbulan sampah Kabupaten Sidoarjo adalah  1.216 ton/hari, dimana sekitar 464 ton dibawa ke TPA Jabon dan 298 ton ditangani di TPST, TPS 3R dan Bank Sampah. Hal ini berarti masih ada 454 ton sampah yang tidak terkelola dan berpotensi lari ke lingkungan. Masih terbatasnya tingkat pelayanan sampah untuk diangkut ke TPA telah membuat masyarakat berinisiatif mengolah sampahnya dengan insinerator yang ditempatkan di TPST yang ada. Keberadaan insinerator ini mampu mengurangi berat sampah hingga 25% hingga 30% berat sampah yang masuk ke TPST. Melalui penelitian terhadap sepuluh insinerator di TPST, diperoleh kondisi bahwa hampir semua insinerator beroperasi di bawah standar teknis yang dipersyaratkan bagi tercapainya operasi optimum dan minimnya dampak lingkungan. Suhu pembakaran umumnya berada di bawah 8000C, waktu tinggal gas kurang dari 2 detik dan tidak terjadi turbulensi, sehingga sering terjadi asap yang hitam akibat pembakaran tidak sempurna. Kondisi instalasi pengendalian pencemaran udara seperti cyclone dan scrubber banyak yang tidak berfungsi dan berkarat akibat tidak tahan suhu tinggi dan lingkungan yang asam. Pengelolaan insinerator mengandalkan iuran warga namun umumnya hanya cukup untuk honor pekerja sehingga tidak ada untuk perawatan insinerator. Konflik sosial akibat asap insinerator belum terjadi karena lokasi TPST umumnya masih jauh dari permukiman warga.


Kata Kunci:  Insinerator, Skala kecil, Operasi, Lingkungan

Article Details

Section
RESEARCH ARTICLES
Author Biography

Wahyu Purwanta, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Peneliti di Pusat Teknologi Lingkungan

References

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. (2017). Renstra OPD Final Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (2016-2021) Kabupaten Sidoarjo.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo. (2018). Kabupaten Sidoarjo Dalam Angka 2018.

Laili, V., R. (2017). Strategi peningkatan operasional TPST di Kabupaten Sidoarjo, Tesis Magister, Jurusan Teknik Lingkungan, ITS Surabaya

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 70 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Emisi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan Sampah Secara Termal

Ashworth, D.C., et al. (2013). Comparative Assessment of Particulate Air Pollution Exposure from Municipal Solid Waste Insinerator Emissions. Journal of Environmental Public Health; 2013: 560342.

Gaol, M. L. dan Warmadewanthi, I., D., A., A. (2017). Prediksi dampak lingkungan pengelolaan sampah di TPA Jabon Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Teknik ITS, Volume 6 No.2

BPPT.(2010). Neraca Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Limbah - Laporan Akhir. Pusat Teknologi Lingkungan-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Maria, F., D.& Sisani, F. (2018). Effectiveness of municipal solid waste insinerators in replacing other fuels, A primary energy balance approach for the EU28. Waste Management & Research, Vol.36, Issue 10, 2018

Zhang, G., Huang, X., Liao, W., Kang, S., Ren, M. dan Hai, J. (2019). Measurement of Dioxin Emissions from a Small-Scale Waste Insinerator in the Absence of Air Pollution Controls. International Journal of Environmental Research and Public Health :2019,16, 126.

Choy, K., Porter, J., F., Hui, C., W., dan Mackay, G. (2004). Process design and feasibility study for small scale MSW gasification. Chemical Engineering Journal, Vol. 105, (1-2), 2004, Dec 15

Damanhuri, E. (2006). Aspek teknologi dalam peningkatan pengelolaan sampah. Paper workshop. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta

Batterman, S. (2004). Findings on an Assessment of Small-scale Insinerators for Health-care waste. World Health Organization (WHO).

Purwanta, W dan Suryanto, F. (2018). Perancangan ID fan dan cerobong pada unit Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Jurnal Teknologi Lingkungan, Vo.19 No. 2, Juli 2018

Niessen, W.R. (2002). Combustion and Incineration Process. Marcel Dekker, Inc. New York

WORLD BANK. (1999). Technical Guidance Report, Municipal Solid Waste Incineration , Washington, D.C. 20433, U.S.A.

Kikkawa, H., Ishizaka, H., Kai, K., Nakamoto, T. (2008). DeNOx, DeSOx, and CO2 removal technology for power plant. Hitachi Review. Vol 57, No.5

Most read articles by the same author(s)

> >>