Studi Pemanfaatan Internet of Things dan Data Mining untuk Pengawasan Bahan Bakar Minyak (Studi Kasus: Perusahaan Pelayaran Penumpang Nasional)

Anza Ansori

Abstract


Sistem distribusi tertutup diberlakukan oleh Badan Pengawas Hilir Minyak dan Gas sejak tahun 2009 berdasarkan Peraturan Presiden No. 45 Tahun 2009. Sistem ini mengatur pendistribusian bahan bakar minyak jenis tertentu dengan kuota dan daerah pendistribusian yang sudah ditentukan. Pada operasionalnya, sistem ini mewajibkan adanya pengawas yang akan melaporkan realisasi bahan bakar yang tersalur pada sisi pengguna bahan bakar minyak tersebut. Pengawas yang dimaksud dapat berupa personel dari pihak ketiga yang diikuti dengan biaya pengawasan ataupun sebuah sistem informasi pengawasan bahan bakar. Biaya pengawasan dengan menggunakan personel mencapai sebesar Rp 6.272.310.000 dalam setahun (Sumber: RKAP Divisi Fuel Management PT. P). Biaya tersebut dapat dikurangi dengan membangun sistem informasi pengawasan bahan bakar online untuk menghilangkan komponen biaya personel. Sistem informasi tersebut dapat dibangun dengan memanfaatkan teknologi internet of things yang mengaplikasikan sensor yang dikendalikan mikrokontroler pada tangki kapal. Untuk mengetahui isi volume tangki digunakan metode simple moving average untuk menentukan ketinggian permukaan tangki yang kemudian dikonversikan ke dalam satuan volume. Sistem yang sudah dirancang kemudian akan dievaluasi berdasar keandalan, kemudahan implementasi, dan nilai investasi yang dibutuhkan. Penelitian ini berupaya membuat desain konsep sistem informasi yang memanfaatkan internet of things dan data mining sebagai sarana pengawasan bahan bakar minyak di atas kapal. Kata kunci: Pengawasan Bahan Bakar, Perusahaan Pelayaran Nasional, Internet of Things, Data Mining,

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.29122/jurnal%20wave.v12i1.2915

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.