PERBAIKAN MUTU BALL CLAY UNTUK BAHAN BAKU KERAMIK HALUS DENGAN PROSES PENGENDAPAN = THE IMPROVEMENT QUALITY OF BALL CLAY FOR FINE CERAMIC RAW MATERIALS USING PRECIPITATION PROCESS.

Authors

  • Wahyu Garinas Deputi TPSA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

DOI:

https://doi.org/10.29122/mipi.v9i3.1646

Abstract

Ball clay quality are derived from within the country is very variety and generally rather difficult to get raw materials as needed. This research used ball clay from the West Kalimantan and West Java area.Ball clay is one of the most important raw materials for the manufacture of fine ceramic. To get the ball clay raw materials in accordance with the standards it is necessary to processing of raw materials. Processing of ball clay in this research conducted by precipitation and filtration magnet. Testing of ball clay raw materials are : test chemical composition by wet methods (SNI. 15-0449-1989) and grain size of raw material (SNI.15-0578-1996). Ball clay that has been processed will be tested with the same method of SNI. Test results before and processed will be compared with a standard of quality ball clay(SNI, NGK, India) for fine ceramic materials. The test results of chemical composition and grain size ball clay raw material showed that samples from west kalimantan qualified for fine ceramic materials and samples from other areas did not meet the standards (SNI, NGK, India).

 

ABSTRAK

Mutu ballclay yang terdapat di dalam negeri sangat beragam dan umumnya agak sulit mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan. Pada penelitian ini digunakan ball clay yang berasal dari daerah Kalimantan Barat, Jawa Barat dan Jawa Timur. Ball clay merupakan salah satu bahan baku penting untuk pembuatan keramik halus. Untuk mendapatkan bahan baku ball clay sesuai dengan standar maka perlu dilakukan pengolahan bahan baku. Pengolahan ball clay dalam penelitian ini dilakukan dengan cara pengendapan dan penyaringan magnet. Pengujian terhadap bahan mentah ball clay meliputi : uji komposisi kimia dengan metode basah (SNI. 15-0449-1989) dan pengujian besar butir (SNI.15-0578-1996). Ball clay yang sudah diolah nantinya akan diuji dengan metode SNI yang sama. Hasil uji sebelum dan terolah akan dibandingkan dengan standar mutu ball clay untuk bahan keramik halus. Hasil uji dari komposisi kimia dan besar butir ball clay bahan mentah menunjukan bahwa sampel dari Kalbar memenuhi syarat untuk bahan keramik halus dan sampel dari daerah lainnya ternyata tidak memenuhi standar (SNI, NGK. India).

Author Biography

Wahyu Garinas, Deputi TPSA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Pusat Teknologi Sumberdaya Mineral(PTSM)

Downloads

Published

2015-09-05