ANALISIS MAMPU BENTUK BAHAN BAKU SELONGSONG MUNISI Cu-Zn 70/30 SETELAH DEFORMASI PADA SUHU 500ºC = ANALYSIS FORMABILITY OF RAW MATERIALS CU - ZN MUNITIONS CASINGS 70/30 AFTER DEFORMATION AT TEMPERATURE 500ºC

Authors

  • Eka Febriyanti Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur, BPPT
  • Amin Suhadi Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur, BPPT
  • Dedi Priadi Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur, BPPT
  • Rini Riastuti Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur, BPPT

DOI:

https://doi.org/10.29122/mipi.v9i3.1648

Abstract

casing because both processes have important role to derive raw material into the required form, dimensions and characteristics. Cu-Zn 70/30 alloy is raw material which normally used as munition casing however, its formability after deformation and heat treatment is not widely known. Therefore, this research has an objective to study the effect of deformation at warm temperature on cold formability by introducing thermomechanical controlled processed in warm rolling. Warm rolling have been conducted by double pass reversible method on 25% x 2, 30% x 2, and 35% x 2 at temperature 500oC. Evaluation of formability have been done by limited tensile test up to 20% elongation and full tensile test until rupture. The result of this research indicates that the best formability of Cu-Zn 70/30 is obtained on specimen which are deformed by warm rolling at actual degree of deformation 38.7%. Formability testing result for his specimen under designated warm rolling parameter has an elongation 10 % with strain hardening coefficient 0.00228, average normal anisotropy value 0.5452, and plannar anisotropy value Δr<1 is: -0.42.

 

ABSTRAK

Deformasi dan perlakuan panas selalu menyertai proses pembuatan selongsong peluru karena kedua proses tersebutlah yang mampu mengatur bahan baku menjadi bentuk dan dimensi yang diinginkan serta sesuai dengan karakteristik yang dikehendaki. Padaun Cu-Zn 70/30 adalah bahan baku yang digunakan untuk pembuatan selongsong peluru, namun mampu bentuk paduan ini akibat deformasi dan perlakuan panas belum banyak diketahui. Oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh deformasi yang dilakukan pada suhu hangat terhadap mampu bentuk dingin dengan metode thermomechanical controlled processed menggunakan teknologi canai hangat. Teknologi canai hangat dilakukan dengan metode double pass reversible sebanyak 25% x 2, 30% x 2, dan 35% x 2 pada suhu 500oC. Pengamatan mampu bentuk dilakukan dengan pengujian tarik hanya sampai perpanjangan 20% serta uji tarik sampai putus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sifat mampu bentuk terbaik diperoleh pada benda uji yang dideformasi canai hangat di temperatur 500oC dengan derajat deformasi aktual sebesar 38.7%. Apabila dilihat dari sifat mampu bentuknya maka benda uji yang dideformasi canai hangat pada kondisi parameter penelitian ini memiliki nilai elongasi sebesar 10 % dengan nilai koefisien pengerasan regang yang tinggi sebesar 0.00228, nilai anisotropi normal rata-rata sebesar 0.5452, dan nilai anisotropi planar yaitu Δr<1 sebesar -0.42.

Author Biographies

Eka Febriyanti, Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur, BPPT

Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Universitas Indonesia, Depok 16424

Amin Suhadi, Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur, BPPT

Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Universitas Indonesia, Depok 16424

Dedi Priadi, Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur, BPPT

Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Universitas Indonesia, Depok 16424

Rini Riastuti, Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur, BPPT

Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Universitas Indonesia, Depok 16424

Downloads

Published

2015-09-05