PEMANFAATAN PESAWAT UDARA NIR AWAK (PUNA) UNTUK PEMANTAUAN MITIGASI BENCANA GUNUNG BERAPI

Authors

  • Yomi Guno PTIPK-BPPT

DOI:

https://doi.org/10.29122/mipi.v11i3.2486

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan bagian dari Lingkaran Api Pasifik. Ini ditandai dengan banyaknya gunung berapi aktif yang menghiasi kontur wilayah Indonesia dari timur ke barat. Berdasarkan sejarah, rangkaian gunung berapi ini terbukti memiliki peranan penting dalam mempengaruhi iklim dunia. Hal ini masih berlangsung sampai hari ini hingga waktu yang akan datang. Oleh karena itu, pengetahuan yang cukup mendalam mengenai keberadaan rangkaian gunung berapi ini sangatlah penting untuk keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar wilayah Indonesia maupun masayarakat dunia. Pemantauan rangkaian gunung berapi ini merupakan tugas yang membutuhkan banyak tenaga dan fasilitas yang memakan biaya besar. Penggunaan pesawat tak berawak (PUNA) menawarkan solusi alternatif untuk pemenuhan tugas ini. Efisiensi dalam melaksanakan pemantauan seperti pengumpulan gambar termal di area sekitar gunung berapi serta pengumpulan data dan gambar yang lebih spesifik dapat dilakukan dengan biaya yang relatif lebih kecil. Hal ini bisa dilakukan karena biaya operasi PUNA yang lebih murah dan mudahnya mengatur sendiri jadwal pemantauan PUNA sesuai dengan kebutuhan.

 

Kata Kunci: PUNA, UAV, Gunung berapi, Gambar termal

Author Biography

Yomi Guno, PTIPK-BPPT

PTIPK-BPPT

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana-BNPB. Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekontruksi Wilayah Pasca Bencana Erupsi Gunung Merapi di Propinsi DI.Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2011-2013. Bappenas – BNPB. Jakarta, 2011.

Laliberte, A.S. Unmanned Aircraft Systems. Rangeland Assessment and Monitoring Methods Guide. A joint project of The Nature Conservancy and the USDA Agricultural Research Service. http://abstracts.rangelandmethods.org/doku.php/remote_sensor_types:unmanned_aerial_vehicle, 2009.

Lin, Z. UAV For Mapping - Low Altitude Photogrammetric Survey. The International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences. Vol. XXXVII. Part B1. Beijing 2008.

Suryanto, F. Perkembangan Dan Pemanfaatan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) Dan Kesiapan Personil Pendukungnya. Puslitbang Iptekhan Balitbang Dephan. Buletin Litbang Pertahanan Indonesia STT No. 2289 Vol 9 No. 16, 2006.

Mata Angkasa. Pembuatan Platform Aerial Photo & Video. Mata Angkasa. Jakarta, 2011.

Holland, G. J. The aerosonde robotic aircraft: A new paradigm for environmental observations, Bull. Am. Meterol. Soc., 82:889–902, 2001.

Kucheiko, A. Multimission Satellite Data Acquisition for Dissaster Management. Map Middle East 2007. Dubai, UAE, 9 – 11 April, 2007.

Shofyati, R., and D.K.G. Purwantoro. Paddy Crop Coverage Identification Using Combination of Greenness and Wetness for Agricultural Cropping Pattern Change Detection. Proceedings of The Second International Workshop Remote Sensing and GIS Series. Center for Remote Sensing, ITB. Bandung, 15 July, 2009.

Waugh. E, and M. Mowlem. Technical Note: A low cost unmanned aerial vehicle for ship based science missions. Copernicus Publications on behalf of the European Geosciences Union, 2010.

Wikantika. K. 2009. Unmanned Mapping Technology: Development and Applications. Workshop Sehari “Unmanned Mapping Technology: Development and Applications†(UnMapTech2008). Bandung, Indonesia. 9 Juni 2008.

Lin, P.H. and Lee, C.-S. The eyewall-penetration reconnaissance observation of typhoon longwang (2005) with unmanned aerial vehicle, aerosonde, J. Atmos. Ocean. Techn., 25: 15–25, 2008.

Paul R. Wolf, Ph.D. Elements of Photogrammetry with Applications in GIS,Fourth Edition,ISBN: 978-0-07-176111-6, 2014.

Downloads

Published

2017-12-18