TINJAUAN UNJUK KERJA HIDRODINAMIKA PADA PENGEMBANGAN AWAL DESAIN RANPUR AMPHIBI BERODA BAN

Authors

  • Samudro Samudro Pusat Teknologi Industri Hankam, BPPT

DOI:

https://doi.org/10.29122/mipi.v11i3.2536

Abstract

Kendaraan tempur (ranpur) ampibi jenis AAPC (Amphibious Armored Personal Carrier) adalah ranpur militer pengangkut personel untuk mendukung operasi tempur serta dapat dimanfaatkan untuk mobilisasi penyeberangan basah pada perairan dangkal. Secara teknis ranpur-AAPC harus mampu beroperasi di darat maupun air dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk operasi ampibi pendaratan personil dari kapal ke pantai. Ranpur berbobot total 10,5 ton ini mempunyai kapasitas mengangkut 10 personil, dilengkapi sistem persenjataan kaliber 12,7mm dan dapat melaju di darat dengan kecepatan 110 km/jan dan dirancang berkecepatan 9 km/jam di air. Pada tulisan ini secara perhitungan numerik dikaji khususnya aspek unjuk kerja hidrodinamika ranpur saat beroperasi di air (amphibious mode), terutama karakteristik hidrostatika yang menyangkut  aspek daya apung, aspek stabilitas serta aspek besar tenaga penggerak. Ketiga hal ini penting dikaji untuk menjamin kenyamanan maupun keselamatan saat ranpur-AAPC beroperasi di air. Dengan dirancang memiliki berat konstruksi dan muatan penuh, maka dari prediksi perhitungan hidrostatika, ranpur-AAPC mencapai sarat air /tinggi ketenggelaman maksimum 1,5 m, disini badan ranpur tercelup hingga bukaan pintu masuk personil, namun demikian ranpur masih mempunyai cadangan daya apung. Dari hasil prediksi kemampuan stabilitas menunjukkan bahwa, pada kondisi titik berat ranpur terletak disekitar 1,25 m dari garis dasar, meski kondisi ranpur oleng ± 60o, lengan stabilitas ranpur masih mencapi nilai optimum aman. Namun demikian dengan bobot penuh 10,5 ton, untuk ranpur dapat melaju di air pada kecepatan 9 km/jam, diprediksi ranpur memerlukan daya penggerak cukup besar ± 1600 HP. Dengan tenaga penggerak ranpur-AAPC terpasang hanya sebesar 215 HP, maka kecepatan operasi di air dinilai tidak akan dapat terpenuhi. Untuk itu bobot, bentuk dan kecepatan operasi ranpur perlu ditinjau kembali. Secara umum unjuk kerja hidrodinamika pengembangan awal desain ranpur-AAPC untuk misi ampibi cukup baik.

References

Undang-undang TNI No. 34 Tahun 2004

Soeparna, Laksamana TNI, TNI AL Dalam Penegakan dan Pengamanan Wilayah Laut Yurisdiksi Nasional dan Pulau Terluar, Majalah TNI Patriot, Ed. Khusus, No. 92, Thn. XIII, Oktober 2012. p.18

Operasi Amphibi, Edisi. Koleksi Angkasa XXVIII, PT Gramedia, Jakarta, p.14.

G.H Hohl, Military Terrain Vehicles, Journal of Terramechanics, 2007, No. 44, p 23-34, Elsevier.

R.P Hunnicutt, Armored Car, Presidio Press, Novanto-CA, 2002, p.211.

D.A Sloss, W.J Baker, D.M Lassaline, C.E.C.F Miranda, The Military Water-Crossing Problem, Journal of Terramechanics, 1967, Vol. 4, No. 4, p. 55-71, Pergamon Press Ltd, Great Britain

Baharuddin A, Lap. Evaluasi Kinerja Ranpur Amphibi, UPT Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika, BPPT, Surabaya, 2008 (Tidak dipublikasikan)

S. Helvacioglu, I.H Helvacioglu, B. Tuncer, Improving The River Crossing Capability of an Amphibious Vehicle, Journal Ocean Engineering, No. 38, 2011, p 2201-2207., Elsevier.

K.J Rawson, E.C Tupper, Basic Ship Theory, Vol. 1, 3rd ed, Longman Scientific & Technical, England.

I.R Ehrlich, I.O Kamm, G. Worden, Water Performance of Amphibious Vehicles, Part I Drag and Water Speeds, Journal of Terramechanics, 1970, Vol. 7, No 2, p.61-102, Pergamon Press Ltd, Great Britain.

Sv. Aa Harvald, Tahanan dan Propulsi Kapal (Terjemahan), Airlangga University Press, Surabaya,1992.

Downloads

Published

2017-12-18