Aspek Ekonomi Penerapan Teknologi Pupuk SRF NPK Kapasitas 10.000 TPY di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan

Authors

  • Endro Wahju Tjahjono Pusat Teknologi Industri Proses - BPPT
  • Joko Hanuranto Pusat Teknologi Industri Proses - BPPT

DOI:

https://doi.org/10.29122/mipi.v8i1.3642

Abstract

Sektor pertanian dan perkebunan membutuhkan pupuk yang memadai dan dengan harga yang terjangkau untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Industri pupuk saat ini terkendala oleh terbatasnya pasokan bahan baku, serta pada tingkat pengguna masih terjadi pola pemupukan yang kurang efisien. Pupuk SRF NPK adalah jenis pupuk yang dikembangkan untuk memberikan solusi khususnya pada elemen tabungan N (urea) dan untuk mendorong petani untuk menggunakan pupuk yang mengandung senyawa yang memiliki unsur hara yang lengkap (N, P, K dan zat gizi mikro) . Aplikasi pupuk SRF NPK diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan pada tingkat produsen pupuk, petani dan mampu memberikan multiplier effect di sektor-sektor pembangunan lainnya.

Kata kunci : Pupuk, SRF NPK, Dampak ekonomi

Abstract

Agriculture and plantation sector requires adequate fertilizer and at an affordable price to maintain national food security. Fertilizer industry is currently constrained by the limited supply of raw materials, as well as at the user level is still happening fertilization patterns are less efficient. SRF NPK fertilizer is a type of fertilizer that was developed to provide solutions in particular on the savings element of N (urea) and to encourage farmers to use fertilizers containing compound that has a complete nutrient elements (N, P, K and micro nutrients). SRF NPK fertilizer application is expected to provide significant economic impact (significant) level either fertilizer producers, farmers and able to provide a multiplier effect in other sectors of development.

Keywords : Fetilizer, SRF NPK, Economic impact

References

Dyer, A., An Introduction to zeolite molecular sieves and fertilizer matrix, John Wiley & Sons, UK, 1988.Iman Soeharto, Manajemen dan Kelayakan Proyek , tahun 1997

..................., Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan No. 1353/VI/TAHUN 2013 tentang Realokasi kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian Prov. Sulawesi Selatan, tahun 2013

......................., Keputusan Bupati Bantaeng No. 52/92/I/2013 tentang Penetapan Rencana Kebutuhan Pupuk Kab. Bantaeng , Tahun 2013

......................., Data Komoditi daerah, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) , 2012

.............., Rencana Alokasi Pupuk Bersubsidi di Kab/Kota se Prov. Sulawesi Selatan, tahun 2013.

Downloads

Published

2019-07-29