IDENTIFIKASI PERUBAHAN MINERAL SELAMA PROSES PEMANASAN PELET KOMPOSIT NIKEL DENGAN ANALISIS DIFRAKSI SINAR X ( IDENTIFICATION OF MINERAL CHANGES DURING HEATING OF NICKEL COMPOSITE USING X-RAY DIFFRACTION ANALYSIS )

Authors

  • Nur Vita Permatasari Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
  • Adji Kawigraha Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
  • Abdul Hapid Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
  • Nurhadi Wibowo Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

DOI:

https://doi.org/10.29122/mipi.v12i1.479

Abstract

Logam nikel didapat dari proses pengolahan bijih nikel yang salah satunya adalah saprolit. Pada penelitian ini proses reduksi pelet komposit yang merupakan masa campuran bijih nikel serta batubara kadar rendah dan bahan tambahan dilakukan dalam tungku tabung. Proses reduksi dilakukan pada temperatur 450 °C, 700 °C serta 1100 °C selama 0 jam. Proses reduksi juga dilakukan pada temperatur yang lebih tinggi yaitu 1300 °C namun dengan pemanasan terlebih dahulu pada temperatur 700 °C dan ditahan pada 1 jam dan 2 jam. Produk pelet komposit dianalisis dengan metode difraksi sinar X untuk mengetahui kandungan mineralnya. Hasil menunjukkan bahwa pemanasan pelet komposit menyebabkan terjadinya perubahan warna dari warna coklat menjadi abu-abu. Pemanasan juga menyebabkan terjadinya perubahan komposisi mineral dari masing-masing pelet. Mineral-mineral yang terdapat dalam pelet komposit dan produknya adalah antigorit, klinoklor, kuarsa, enstatit, forsterit,gutit, hematit, magnetit, nikel dan besi. Pemanasan pelet pada temperatur rendah yang lebih lama akan menghasilkan jumlah logam besi yang lebih rendah.


Nickel is obtained from saprolite through nickel ore processing. In this study, reduction of composite pellet has been done in a tube furnace. The pellet comsist of nickel ore, coal and additive. The reduction process carried out at 450˚C, 700˚C and 1100˚C for 0 hour. Moreover the reduction is also carried out at 700 °C during 1 and 2 hours followed by heating at 1300˚C for 2 and 1 hours. Reduction product was analyzed by X-Ray diffraction to determine the mineral content. The results indicate that the heating causing color changes from red brown to gray. Heating changes the mineral composition of the pellet. The minerals are antigorite, clinoclore, quartz, enstatite, forsterite, goethite, hematite, magnetite, nickel and iron. Heating the pellets at low temperature longer will produce lower iron.

References

Barkas J., (2010), Drivers and risks for nickel demand, 7th International China Nickel Conference, Shanghai.

Kim, J., Dodbibe, G., Tanno, H., Okayaa, K., Matsuo, S., Fujita, T., (2010), Calcination of low-grade laterite for concentration of Ni by magnetic separation, Minerals Enginering, 23, 282-288.

Superiadi, A., (2007), Processing Technology vs. Nickel Laterite Ore Charateristic, PT Inco.

Yildrim, H., Turan, A. and Yücel, O., (2012), Nickel Pig Iron (NPI) Production From Domestic La Teritic Nickel Oreas Using induction Furnace, International Iron & Steel Symposium, 02-04 April 2012, Karabük, Türkiye, pp. 337-344.

Liu, K., Chen, Q.Y., Hu, H.P., Yin, Z.L., Wu, B.K., 2010. Pressure acid leaching of a Chinese laterite ore containing mainly maghemite and magnetite. Hydrometallurgy 104 (1), 32-38.

Rubisov, D.H., Papangelakis, V.G., 2000. Sulphuric acid pressure leaching of laterites-speciation and prediction of metal solubilities “ at temperatureâ€. Hydrometallurgy 58(1), hal.13-26.

Hernández F., Medina O., Escuarda R., Acas B. Ventanilla K. Sanchez Sh., (2008), NPI production in small blast furnace.PGMC-Mindanao Philippines, May 2008. Metallurgical Process & technical Consultant.

Li, G., Rao, M., Jiang, T., Zhang, Y., Li, Q., 2010a. A novel process for preparing ferronickel powder from laterite ores. Dalam : TMS 2010 – 139th Annual Meeting and Exhibition. Minerals, Metals and Materials Society, Seattle, United states, hal. 489–496.

Downloads

Published

2018-05-02