KAJIAN PENENTUAN JENIS DAN UKURAN SARANA ANGKUTAN BATUBARA DARI PELABUHAN SORONG KE PLTU KTI = STUDY FOR TYPE AND TONNAGE OF SEA TRANSPORTATION MEANS OF PORT ON COAL POWER PLANT SORONG TO PLTU KTI

Authors

  • Sjafril Sjafril Karana Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa - BPPT

DOI:

https://doi.org/10.29122/mipi.v9i2.89

Abstract

Abstarct In line with government policy related to the addition of the electrical energy needs continue to rise , especially in Eastern Indonesia, in accordance with the plan of PT PLN ( Persero ) until 2019, and will have built a power plant with a variety of capacities, including in Ambon, Tidore and Jayapura. To meet the fuel needs ofthe power plant , coal as grilled planned to be supplied from the port of Sorong , and in 2014 the third power plant at that location will be operated. Ensuring the availability of coal to remain secure in the power plant, of course, required a number of marine transportation facilities in accordance with the amount of coal supply to the power plant, through which water condition, and the condition of the port facilities. This study is based on data obtained from the results of a field visit to Sorong and supported by information and other data. Methods used to determine the type and tonnage ships are based on ship method comparison . The results showed that the type of marine transportation to transport coal from the port of Sorong to the location of the power plant is Self Propelled Barge vessel types with the tonnage of 6000 Tons and 12000 Tons. Abstrak Sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait dengan kebutuhan energi listrik yang terus meningkat khususnya di Kawasan Timur Indonesia, maka sesuai dengan rencana PT PLN (Persero) sampai tahun 2019, telah dan akan dibangun sejumlah PLTU dengan berbagai kapasitas diantaranya di Ambon, Amurang dan Jayapura. Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pada PLTU tersebut, batubara sebagai bahan bakarnya direncanakan akan di datangkan dari pelabuhan Sorong. Untuk menjaga ketersediaan kebutuhan batubara di sejumlah PLTU tersebut tentunya diperlukan sejumlah sarana transportasi yang sesuai dengan kondisi perairan dan kondisi sarana dan prasarana pelabuhannya. Penelitian ini di dahului dengan study literature kemudian dilanjutkan dengan kunjungn lapangan, baik ke Pelabuhan Sorong sebagai pelabuhan asal maupun ke beberapa PLTU sebagai pelabuhan tujuan. Metode yang digunakan untuk menentukan jenis kapal yaitu berdasarkan metode kapal pembanding, sedangkan tonnage kapal ditentukan berdasarkan jumlah muatan yang akan diangkut. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis sarana transportasi laut untuk mengangkut batubara dari pelabuhan Sorong ke berbagai PLTU tersebut, sesuai jarak yang akan ditempuh, kondisi cuaca dan perairan di Kawasan Timur Indonesia adalah kapal jenis Self Propelled Barge, dengan tonnage 6000 Ton dan 12.000 Ton.

Author Biography

Sjafril Sjafril Karana, Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa - BPPT

Direktorat Pengkajian Teknologi Industri dan Sistem Transportasi

Downloads

Published

2016-09-13