ANALISA KERUSAKAN PIPA PEMANAS AIR UNTUK UAP PEMBANGKIT LISTRIK = FAILURE ANALYSIS OF WATER HEATER PIPE FOR STEAM GENERATOR

Sutarjo ., M. Syahril

Abstract


Heater’s pipes are used as a media for heating of fluids or changing of their of
phase from liquid to vapor/gas. Rupture of these pipes may cause all systems in
the production process stopand the high economic losses. This study aims to
avoid the cases to accur in the future.
Visual inspection, macrography, microstructure, hardness test and SEM-EDAX
examination were the methods applied in this study. It was known that the pipe
ruptured atthe 6 o'clock area, the hardness value of which was identical to the
material tensile strength (476 MPa), conforming to the standard specification and
the same indication was also indicated from the microstructure of the normal
ferrite-pearlite phase. At atemperature of about 390 C and traces of wall thinning
in around 4:30 to 7:30, the pipes ruptured due to the thin walls could not
withstand the internal pressure of the pipe . The thinking occurred because the
water-level in the heater’s pipes was to low,resulting in cavitation of vapor
bubbles on the inside surface of pipe wall.
Keywords: Pipe, rupture, thin-wall, water-level, temperature, cavitation.

Abstrak


Pipa heater digunakan sebagai media untuk memanaskan fluida atau untuk
merubah fase dari cair menjadi uap/gas. Pecahnya pipa dapat menyebabkan
semua sistim dalam proses produksi akan menjadi berhenti dan potensi kerugian
secara ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menghindari kasus
kerusakan yang serupa dimasa mendatang.
Pemeriksaan visual, makrografi, struktur mikro, uji kekerasan dan pemeriksaan
SEM dan EDAX merupakan metode yang diterapkan dalam penelitian ini.
Diketahui bahwa pipa pecah pada area jam 6,nilai kekerasan yang identik dengan
kekuatan tarik material (476 MPa) masih di atas standar spesifikasi dan indikasi
yang sama juga ditunjukkan dari struktur mikro yaitu fase ferit – pearlit normal.
Dengan suhu sekitar 390 C dan jejak penipisan dinding di sekitar 4:30-7:30,
sehingga pecahnya pipa karena dinding tipis tidak bisa menahan tekanan dalam
pipa dan penipisan terjadi disebabkan air tingkat di pemanas pipa terlalu rendah,
sehingga mengakibatkan kavitasi gelembung uap pada permukaan dalam dinding
pipa.
Kata Kunci : Pipa, pecah, dinding tipis, tingkat-air, temperatur, kapitasi.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.