Analisis Kerawanan Banjir Menggunakan Pendekatan Geomorfologi di DKI Jakarta

Main Article Content

Siti Dahlia
Tricahyono Nurharsono
Wira Fazri Rosyidin

Abstract

ABSTRACT

 

Special Capital Region of Jakarta Province is Capital City of Indonesia, which has various strategic functions, such as central government and economic and business center. Geographically DKI Jakarta Province is lowland, it caused Jakarta has high of flood hazard. This condition potentially result of high risk. Based on it, the aims of research is: 1). Making map of flood susceptibility in Special Capital Region of Jakarta area, based on geomorphology approach, and 2). Data inventory element at risk of flood. The method of data analysis used qualitative, based on interpretation satellite imagery data using elements of interpretation. Indicators used to result map of flood susceptibility are elevation, slope, and landform, using scoring and overlay technique. The result of research is flood susceptibility of low area is 13.613,40 ha, medium is 23.238,67 ha, and higt is 27.216,72 ha. Based on it, the majority of research area have hight of flood susceptibility. Based on spatial pattern, it showed that areas with high flood susceptibility are mostly located in the northern part of research area, and areas with the lowest flood susceptibility are majority in the southern part of researh area. The result analysis of element at risk, it showed that element at risk  affected by flood for high, medium, or low level is settlement.

 

Key Words: Flood Susceptibility of Map, Exposure, Geomorphology, and Special Capital Region of Jakarta

 

ABSTRAK

 

Provinsi DKI Jakarta merupakan Ibu Kota negara Indonesia yang memiliki beragam fungsi startegis, seperti pusat pemerintahan, dan pusat ekonomi dan bisnis. Akan tetapi, kondisi geografis Provinsi DKI Jakarta yang merupakan dataran rendah, mengakibatkan wilayah Jakarta memiliki ancaman tinggi terhadap bahaya banjir. Hal ini dapat berpotensi menghasilkan tingginya risiko kerugian terhadap bencana. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1) Membuat peta kerawanan banjir Provinsi DKI Jakarta berdasarkan pendekatan geomorfologi, dan 2). Melakukan inventarisasi elemen berisiko yang berpotensi terpapar banjir. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif, karena berdasarkan teknik interpretasi data citra secara kualitatif yaitu menggunakan unsur-unsur interpretasi. Parameter- parameter yang digunakan untuk menghasilkan peta kerawanan banjir yaitu elevasi, kemiringan lereng, dan bentuklahan, dengan menggunakan skoring dan tumpang susun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir rendah seluas 13.613,40 ha, sedang seluas 23.238,67 ha, dan tinggi seluas 27.216,72 ha. Mayoritas wilayah penelitian terletak pada tingkat kerawanan banjir tinggi. Berdasarkan pola spasial menunjukkan bahwa daerah dengan tingkat kerawanan banjir tinggi mayoritas terletak di bagian utara wilayah penelitian, dan daerah dengan tingkat kerawanan banjir rendah mayoritas dibagian selatan wilayah penelitian. Hasil analisis keterpaparan elemen berisiko wilayah penelitian menunjukkan bahwa elemen berisiko yang berpotensi tertinggi terkena banjir baik tingkat tinggi, sedang, atau rendah yaitu pemukiman.

 

Kata Kunci: Pemetaan Kerawanan Banjir, Keterpaparan, Gemorfologi, dan DKI Jakarta

Article Details

Section
Articles

References

Andrade dan Szlafsztein., 2015, Community Participation in Flood Mapping in the Amazon Through Interdisciplinary Methods, Journal of Natural Hazards, 78:1491–1500.

BPBD Provinsi DKI Jakarta, 2017, <http://www.bpbd,jakarta.go.id.

Dahlia, Siti., Sudibyakto., dan Hizbaron, D.R., 2016, Analisis Risiko Banjir pada Lahan SawahPadi dengan Pendekatan Bentuklahan dan Persepsi Masyarakatdi Desa Renged DAS Cidurian, Tesis: Universitas Gadjah Mada.

Dao, P.D dan Liou, Y.-A, 2015, Object-Based Flood Mapping and Affected Rice Field Estimation with Landsat 8 OLI and MODIS Data, Journal of Remote Sensing, 7, 5077-5097; doi:10.3390/rs70505077.

Dibyosaputro, Suprapto, 1997, Catatan Kuliah Geomorfologi Dasar, Yogyakarta: Fakultas Pascasarjan, Universitas Gadjah Mada.

Furdada, Caldero´n, dan Marque´s, 2008, Flood hazard map of La Trinidad, Journal of Natural Hazard 45:183–195.

Lastra, J., Ferna´ndez, E., Dı´ez-Herrero, A., dan Marquı´nez, J, 2008, Flood Hazard Delineation Combining Geomorphological and Hydrological Methods: An Example in The Northern Iberian Peninsula. Journal of Natural Hazards 45:277–293.

Marfai, M.A., Andung, B.S., dan Philip W, 2014, Community Responses and Adaptation Strategies Toward Flood Hazard in Jakarta, Indonesia, Journal of Natural Hazards 75:1127 –1144.

Pannekoek, 1989, Garis Besar Geomorfologi Pulau Jawa.

Setiawan, M.A., H.Warsin., dan Sulistiyaningrum.Y., Potensi Bencana Hidrometeorologi di Kawasan Sub-DAS Ampel, Kabupaten Jepara, dalam Sunarto., Marfai, M.A., dan Setiawan, M.A., 2014, Geomorfologi dan Dinamika Pesisir Jepara, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sinha, R, Bapalu, Singh, dan, Rath. B, 2008, Flood Risk Analysis in the Kosi River Basin, North Bihar using Multi-Parametric Approach of Analytical Hierarchy Process (AHP), Journal of Indian Soc. Remote Sens. 36:335–349.

Sunarto., Rahayu, E., dan Nugrahaeni, L., Deskripsi Lingkungan Wilayah Pesisir Jepara, dalam Sunarto., Marfai, M.A., dan Setiawan, M.A., 2014, Geomorfologi dan Dinamika Pesisir Jepara, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Van Westen, C.J., Alkema, D., Damen, MCJ., Kerle, N., dan Kingma, NC, 2011, Multi Hazard Risk Assessment, United Nations University – ITC School on Disaster Geoinformation Management.

Van Zuidam, Rober. A, 1985, Aerial Photo –Interpretation in Terrain Analysis and Geomorphologic Mapping, Netherlands: Smits Publishers, The Hague.