Kajian Risiko Bencana Kegagalan Teknologi pada Jembatan Kereta Api

Main Article Content

Mulyo Harris Pradono

Abstract

Bencana gagal teknologi merupakan jenis kejadian bencana yang diakibatkan oleh kesalahan desain, pengoperasian, kelalaian, dan kesengajaan manusia dalam penggunaan teknologi. Salah satu contoh kegagalan teknologi adalah kecelakaan transportasi. Salah satu sumber kecelakaan yang dapat menimbulkan korban banyak adalah kecelakaan kereta api yang diakibatkan oleh gagalnya jembatan yang dilewati oleh kereta tersebut. Untuk mengurangi risiko bencana kegagalan jembatan kereta api, maka dikembangkan metoda pengukuran dimensi dan analisis lendutan jembatan kereta api. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa jembatan yang dikaji mempunyai nilai lendutan hitung yang melampaui persyaratan lendutan ijin di peraturan. Jembatan-jembatan tersebut harus mendapatkan kajian lebih lanjut sehingga dapat dilakukan langkah perbaikan atau penggantian jembatan.

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Mulyo Harris Pradono, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Perekayasa Utama

Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana

Kedeputian Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

References

Pedoman Konstruksi Bangunan. 2009. Pemeriksaan Jembatan Rangka Baja. No. 005/BM/2009. Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. 2012. Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api, Nomor PM. 60 Tahun 2012. Peraturan.

Presiden Republik Indonesia. 2007. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007, Penanggulangan Bencana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66.

Rancangan Standar Nasional Indonesia. 2005. Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan, RSNI T-03-2005, Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia. 2008. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan, SNI 2833:2008, Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia. 2016. Pembebanan untuk Jembatan, SNI 1725:2016, Badan Standardisasi Nasional.